.entry-content p { text-align: justify; }
October 19

Teori Asal Mula Bahasa

Hmmm dapat pencerahan lagi nih setelah baca buku Gorys Keraf “Linguistik Bandingan Historis”. Saya baru tahu ternyata selain teori Big-Bang, teori awan panas, dan teori-teori asal mula terjadinya galaksi ini ada juga teori tentang asal mula timbulnya bahasa. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang saling melengkapi, mendukung atau bahkan bertolak belakang satu sama lain.

Disebutkan oleh ahli-ahli purbakala bahwa kehadiran makhluk yang mirip manusia (hominoid) sudah ada beberapa juta tahun yang lalu. Diperkirakan awal mula pertumbuhan bahasa atau lebih tepatnya adalah Pra-Bahasa mungkin sudah ada pada hominoid tersebut.

Baiklah berikut saya coba meringkas teori-teori tentang timbulnya bahasa:

1. Teori Tekanan Sosial (The Social Pressure Theory)

Penggagas : Adam Smith dalam bukunya the Theory of Moral Sentiment. Teori ini beranggapan bahwa bahasa manusia timbul karena manusia primitif dihadapkan pada kebutuhan untuk saling memahami, mereka akan mengucapkan bunyi-bunyi tertentu juka ingin menyatakan obyek tertentu.

2. Teori Onomatopetik atau Ekoik (imitasi bunyi dan gema)

Penggagas : J.G Herder. Teori ini menyatakan bahwa obyek-obyek diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang dihasilkan. Obyek-obyek yang dimaksud adalah bunyi-bunyi binatang atau peristiwa-peristiwa alam. Teori ini oleh lawannya (Max Muller) dijuluki dengan teori Bow-Wow.

Teori ini ditolak oleh penentangnya dengan alasan tidaklah logis jika bahasa manusia sebagai makhluk yang tinggi hanya sekedar meniru-niru bunyi dari makhluk-makhluk yang lebih rendah. Walau tidak dapat dipungkiri dalam kenyataannya memang ada unsur-unsur bahasa yang diciptakan manusia karena usaha meniru-niru bunyi binatang atau gejala-gejala alam di sekitarnya.

3. Teori Interyeksi

Penggagas : Sejumlah filsuf, diantaranya Etienne Bonnet Condillac. Teori ini bertolak dari asumsi bahwa bahasa lahir dari ujaran-ujaran instinktif karena tekanan-tekanan batin, perasaan yang mendalam dan rasa sakit yang dialami manusia. Teori ini juga dijuluki sebagai teori Pooh-Pooh.

Sapir tidak setuju dengan teori ini dengan menyebutkan bahwa interyeksi tidak bersifat simbolik, interyeksi tidak menyatakan emosi, tetapi hanya merupakan luapan emosi yang bersifat otomatis. Interyeksi tidak digunakan untuk menyatakan sesuatu kepada orang lain.

4. Teori Nativistik atau Tipe Fonetik

Penggagas : Max Muller. Dia mengemukakan suatu asumsi bahwa ada suatu hukum yang meliputi hampir seluruh alam ini, yaitu tiap barang akan mengeluarkan bunyi kalau dipukul. Intinya adalah setiap bawang akan memberikan reaksi tertentu jika ada stimulus. Reaksi itu ada pada manusia separuhnya berbentuk vokal, yang ada dalam hal ini berbentuk tipe-tipe fonetik tertentu yang menjadi akar bagi perkembangan bahasa. Teori Muller ini diberi julukan teori Ding-Dong.

5. Teori Isyarat (The Gesture Theory)

Penggagas : Wilhelm Wundt, psikolog pada abad ke XIX, dalam bukunya yang terkenal Volkespsychologie. Teori tentang asal usul bahasa ini didasarkan pada hukum psikologi, yaitu bahwa tiap perasaan manusia mempunyai bentuk ekspresi yang khusus yang merupakan pertalian tertentu antara syaraf ‘reseptor’ dan syaraf ‘efektor’.

Bahasa isyarat timbul dari emosi dan gerakan-gerakan ekspresid yang tak disadari menyertai emosi tersebut. Komunikasi gagasan dilakukan dengan gerakan-gerakan tangan, yang membantu gerakan2 mimetik (gerakan ekspresif) wajah seseorang. Dari kemampuan tersebut akan berkembanglah gerakan artikulatoris.

Hoho…sekian dulu yah postingan kali ini, sabar yaah teman-teman masih ada sebagian teori lagi tentang asal mula bahasa ini, stay tune pokoknya yaach!

*sumber gambar dari sini



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted October 19, 2012 by intan rawit in category "I'm a Linguist", "Linguistik Dasar

13 COMMENTS :

  1. By Ruli on

    hi intan…wah tulisanmu ini betul2 merefresh pengetahuanku kembali. dlm psikolinguistik, pengetahuan ini adalah lipatan baju yg paling bawah, alias terlupakan. tulisan ini spt menarik lipatan baju paling bawah itu dan menaruhnya di paling atas. terimakasih…^^

    Reply
  2. By intan rawit (Post author) on

    @Resep Chinese Food : Iya mb erwin sama2, *menantikan resep berikutnya, hehe

    @Pak MArs : Wah bahasanya pithecantropus erectus dong pak, hehe

    @mb Ruli : Iya mba, dan parahnya aku baru tau kmrn itu, haha

    @Ely Meyer : Iya mbak elly, tunggu next edition yaah

    @Pasnem : sama mb 🙂

    @Una : Hooh itu julukan yang dikasih si Muller ke ilmuwan2 lainnya, kayaknya kok cenderung ke ngejek yah dia ngasihnya sembarangan gitu, haha

    @Fitri : Iyaaaa fitri apa kabar?sehat2 yah?hehe lama ga update juga saya

    Reply
  3. By kakaakin on

    Ternyata teorinya banyak juga ya…
    Manusia sebagai makhluk yang dibekali akal, sehingga mencari cara untuk mengungkapkan kebutuhannya 😀

    Reply
  4. By wahyu on

    Saya dapet materi ini di mata kuliah pengantar linguistik waktu masiih jadi mahasiswa dulu.
    Bahasa selalu menarik untuk dikaji, termasuk asal-usulnya 🙂

    Salam

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *