September 16

The Three Lia

“Some people come into our lives and quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same.”

Hmmm, talking about friendship is just like two sides of coin. One side it would be a talk of happiness, on the other side it will leave the sorrow, painful and sadness into our heart. Why? Yep certainly its because there are many friends who come and go, to meet their new destiny in different places, and only few friends who share the same destiny with us.

The Three Lia

I don’t know why my whole life was fulfilled by this kind of girly name-Lia. During my phase of life, I’ve met three Lia who used to be my very best friends. The first Lia is Pratiwi Amalia, my best partner in crime when we still have our bachelor degree in English Education Study Program. She’s not only an ordinary classmates, buttt a hilarious friends who always success make me laugh  every time we spent time together. We share the same happiness and tears during our study time

Me&Lia in Telaga warna, Dieng when we were in the first year in University

She’s adorable, lovely, pretty, and funny!

We are beach kind of Gal! (Kukub Beach, Gunungkidul)
Beach...beach we are beach lover (Gili Trawangan Memory)

During 4 years of study, we share everything we have; happiness, sadness, not to mention our boyfriend ya! Haha… we also join the same club that is Gendhing Bahana, the Gamelan Club! Geez…its crazy since we don’t have good enough sense of music, we do it just for fun!

Annd of course we love to wear the same T-Shirts and similar costume

Thanks to Kangguru for the T-shirts!

Sometimes, we travel together to the farthest and the most remote area we never imagine before. Yep! the two of us, just the two of us travel to the beautiful gili in Lombok; Gili Trawangan, Gili Air and Gili Meno. We did it! *After a long-freehatin-ngirit way of life, of course.

Exploring Gili Trawangan, Lombok

Sadly, after our university time, we have different destiny. I have to go abroad to see my new world, and she continue her study in post-graduate program. And finally when I come back to my homeland, I have to get married. But still we miss each other, I told to her that certainly I will come and visit to her hometown-Bangka Island- . And here it is, we meet again!

Sisterhood stay forever

 

Yep, yep she is the first Lia in my life. Next, there will be another two Lia.

TO BE CONTINUED!

Note : If she accidentally read this, I just wanna say thank you very much for every moment and happiness that we shared, I really miss those moment with you. You have left a deep footprint in my heart, my dear Amel! Wish you a very good life and hope to see you again!

 

 

July 14

Who We Are to Judge?

Sepertinya gampang banget bagi kita (tertutama saya)  untuk menghakimi atau men’judge’ seseorang hanya dari penampilang fisik atau luarnya. Jika seseorang terlihat glamour, modis, blink-blink selalu memakai barang-barang mahal dan bermerk maka yang terlintas di kepala ini adalah ‘hmmm pasti anak orang kaya nih’, ‘wah pasti sukanya habisin duit ortunya yang borju aja ni anak’ atau berbagai asumsi negatif lainnya.

Kali ini saya mendapat pelajaran yang berharga dari murid saya. Sebut saja namanya bunga ^_^ , jangan ditanya tentang penampilan dan gaya fashionya. Selalu uptodate,lihat saja keaktifannya dalam menguplod foto2 selfie ataupun berbagai pose dengan latar belakang tempat wisata atau tempat makan yang sudah sangat wah untuk kalangan mahasiswa.

sampai suatu hari, disela-sela kegiatan belajar dia bercerita tentang kehidupan pribadi dan keluarganya.

Broken home

Tak dinyana ternyata dibalik keceriannya dia adalah anak broken home. Ibunya sudah berpisah dengan ayahnya sejak waktu lama bahkan ayahnya sampai sekarang tidak pernah sekalipun memberi nafkah, menengok bahkan sekedar menanyakan kabar dia,adik dan ibunya pun tidak. Perpisahan itu meninggalkan hutang yang sangat banyak hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Persisss seperti skenario di sinetron-sinetron!

Omaigat, miris banget bayanginnya. Dalam kondisi pailit dan terbelit hutang itu memaksa ibu beranak itu banting tulang siang malam tak kenal waktu. Bunga bercerita waktu itu sehabis sekolah dan ibunya sehabis pulang bekerja mereka bersama-sama bekerja sebagai pengeruk pasir sampai malam, tak jarang sampai dini hari. Begitulah hari-hari mereka habiskan sebagai pengeruk pasir, entah berapa tahun lamanya  sampai akhirnya utang-utang itupun lunas.

Prahara tak berhenti sampai disini saja!

Setelah bangkit dari keterpurukan, sang Ibu pun mencoba menekuni bisnis batu bara dan akhirnya sukses hingga keluarga mereka pun berkecukupan kembali. Ternyata kondisi ini, membuat para kumbang kembali mengerumuni sang Ibu, hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada salah satu kumbang tersebut. Namun, angan dan harapan akan rumah tangga yang harmonis pun kandas lagi.

Lagi-lagi disakiti dan dimanfaatkan!

Ketauan belangnya bahwa si ayah tiri ini tidak tulus mencintai si Ibu dan anak-anaknya, hanya hartalah yang menjadi tujuan utama. Sempat ibu beranak ini saling membenci karena hasutan si ayah tiri. Bunga tak lagi dihiraukan, diacuhkan oleh si Ibu. Bahkan si Bunga ini harus mencari nafkah sendiri membanting tulang sebagai buruh batu bara ketika libur kuliah. Sampai akhirnya si ibu tahu dan  sadar bahwa dirinya hanya diperalat dan dijauhkan dari anaknya.

Begitulah, bahtera rumah tangga pun kandas. Tak hanya sekali, kegagalan ini berulang sampai dua kali.

Bunga, yang dari penampilan luar ceria dan penuh warna ternyata menyimpan segudang cerita. Banyak pelajaran yang bisa kita petik darinya, karena tak banyak anak sepertinya bisa berdiri kokoh dan menantang kerasnya takdir dan suratan hidup dariNya.

‘Aku harus jadi orang sukses bu!’ ujar Bunga. “Ini semua demi mamaku, aku ingin mamaku bahagia dan bangga melihatku” lanjutnya.

Lanjutkan perjuanganmu, Nak! Semesta mendukungmu 🙂

June 30

Wisata Sejarah Keluarga Kusuma ke situs Candi Ijo

“Pak, mamak bete nih! Jalan-jalan yok! ” ajak simamak

Emang dasarnya simamak ini suka jalan, maka kondisi agak lemes karena puasa di hari pertama dan juga teriknya matahari sedikitpun tak menghalangi keinginannya untuk round-round (istilah papa mertua  untuk jalan-jalan). Tujuannya kemana nih? tanya sibapak. “Candi Ijo!” jawab simamak mantap.

Mau tak mau sibapak pun menuruti kemauan simamak karena kalau tidak dituruti biasanya dicemberutin sehari semalam, haha! Okeeey lets goooo!

Continue reading

June 25

Kerawang-Bekasi

Kami yang terbaring antara Kerawang dan Bekasi tidak bisa berteriak

Merdeka dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kamu maju dan berdegap kami?

Kami bicara padamu dalam kering di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang-kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

tapi kerja belum selesai belum apa-apa

kami sudah beri kami punya jiwa

kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa

kami cuma tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan

atau tidak untuk apa-apa

kami tidak tahu. Kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah yang sekarang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi jika dada rasa hampa

dan jam dinding yang berdetak

kenang-kenanglah kami

terus-teruskanlah jiwa kami

kami sekarang mayat beri kami arti

berjagalah terus di garis batas kenyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang diliputi debu

beribu kami berbaring antara Kerawang Bekasi

Chairil Anwar

Puisi Antara Kerawang Bekasi di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Jogja

Continue reading

June 18

Tips dan trik berfoto di dalam air [Karimun Escape]

come to mama 😛

Heloooowww travelmania!

Apa kabarnya ini, semoga sehat selalu yah jadi bisa berwisata ke tempat-tempat favorit. Kali ini saya akan sharing tentang underwater photography. Jiahh gayanya udah kayak fotografer profesional aja lu tan! Eh tapi bener lho, harus tau tips and triknya biar foto kita jadi bagus pas di dalam air. Yuks langsung ajah disimak tips-tips berikut inih Continue reading

May 30

My Travelmate [Karimun Escape]

Uways and Bapak

Travelmate saya yang paling ganteng dan paling setiaaa, pokoknya kalau ngetrip ga ada mereka rasanya ada yang hilang dan tentu saja ga rame! Alhamdulillah, selama di jalan Uways jarang sekali rewel, enjoy-enjoy aja dia malah seneng banget trip kali ini kegiatannya main air terus, sampai-sampai ketagihan berenang di laut. You’ll be a good diver and swimmer someday Nak! Continue reading

May 29

The Refugee Ship

Pernah mendengar atau melihat berita di TV mengenai kisah para pencari suaka?

Di TV kita banyak melihat para pencari suaka tersebut mempertaruhkan hidup matinya menyebrangi lautan ganas dengan perahu kayu kecil untuk mendapatkan perlindungan dan hak hidup. Sebagian besar hidup mereka terancam di negara asalnya, entah karena perang, konflik maupun kasus pelanggaran berat. Di Indonesia saja, saat ini tercatat sampai dengan akhir Maret 2014, sebanyak 7,218 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif, dan sebagian besar dari mereka berasal dari Afghanistan (44%), Iran (14%) dan Myanmar (8%).

Dalam proses pengungsian yang biasanya lewat laut dan samudra, tak sedikit para pencari suaka yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak tersebut terenggut nyawa dan hidupnya karena keganasan ombak dan cuaca ekstrim sewaktu pelayaran menuju negara tujuan.

You never know how it feels, until it happens to you! Continue reading

November 11

Status Baru Cihui

Ehem!

Menyandang dan mempunyai status baru memang selalu menyenangkan ya!

Masih ingat dalam memoriku waktu dulu menyandang status sebagai mahasiswa baru, beeeuuh berasa orang paling keren sedunia. Tadinya pergi sekolah ke SMA Senin sampai Kamis pakai seragam putih abu-abu, Jumat dan Sabtu pakai seragam pramuka, itupun sepatunya juga harus hitam tidak boleh warna lain. Keren banget jadinya pas jadi mahasiswa kita dibolehin pakai baju bebas, jeans, kemeja, kaos, sepatu warna warni mau warna pink, oranye or warna nano-nano ga ada yang jewer kuping kita lagi. Yeeeyyy!!

Setelah hampir 6 tahunan menyandang status mahasiswa (bosen juga ya kalau lama-lama, wkkk), akhirnya status berikutnya kusandang; pegawai kantoran. Yah meski ini bukan cita-cita my long life ambition tapi its okelah daripada ga ada kerjaan aku terima ajalah, jadi salah satu staff di kantor yang baru didirikan di kampusku. Semangat empat lima waktu itu belanja baju kantor, sepatu hiheel, dan tas-tas buat ngantor. Excited!

Nah, sekarang aku punya status baru juga nih (selain ibu rumah tangga tentunya ya!). Terererengggg inilah dia status baruku—>>MBAK KOS<<<

Kok bisa?

Jadi begini ceritanya, pertengahan Agustus kemarin rumah kami kedatangan anggota keluarga baru dari negeri seberang. Negerinya si imut koala dan kanguru, lucu banget orangnya dan masih muda. Kebetulan di rumah (rumah mertua, red) baru saja dibangun kamar tambahan yang memang untuk dikontrakkan, jadi rumah kami ditunjuk sebagai homestay untuknya. Tampangnya aja ya yang bule, giliran dia ngomong eeee ternyata medhok banget bahasa Jawanya! Sampai mbah-mbah dan ibu-ibu tetangga pada heran semua.

“Lho Londo kok iso boso Jowo?” tanya si mbah tetangga.

“Kulo Mboten saged kok mbah”, jawabnya sopan

“Lha kui iso??” si mbah penasaran plus terkagum-kagum

“Saestu mbah kulo mboten saged!” ujarnya dengan rendah diri

Gubrak!!!Tak butuh waktu lama buat mas Nick yang sopan dan rendah hati untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, ga cuma mbah-mbah dan ibu-ibu yang kesengsem sama mas bule ini, bapak-bapak pun langsung menawarinya untuk gabung dan ikutan ronda. Hebat banget kan?

So far, sampai bulan november ini ga ada masalah ya. Kedatangan dia seperti membawa serpihan yang terlepas di keluarga kami, jadi datang-datang langsung bisa klop ke semua anggota keluarga. Biasanya kami makan malam sendiri-sendiri, sekarang setelah ada dia kami semua (aku, suami dan adik-adik ipar) selalu berkumpul untuk makan malam. Ternyata memang bagus ya, meja makan bisa jadi sarana diskusi, curhat dan saling bertukar pikiran sambil menyantap hidangan makan malam.

Hmmm sekarang aku baru mengerti, its the food that makes a family!

Semoga aku bisa jadi mbak kos yang baik dan ga nyebelin. Wish me luck ya teman-temaann!