July 24

Berbagi Inspirasi

Beberapa saat yang lalu, seorang mahasiswa kece, unyu-unyu dan lucu datang mencari saya. Wajahnya yang masih polos dan lugu menyiratkan sedikit kegugupan dan kegelisahan. “Gimana ada yang bisa dibantu dek?” tanyaku. “Iya mba, saya mau konsultasi sama mb Intan” ujarnya dengan lirih. “Ohyaaaa, gimana ada yang mau ditanyakan?” jawabku.

“Mmmm, hmm, aduh gimana ya ngomongnya, hmmm” Jawab si adek mahasiswa dengan bingung dan terbata-bata

“Gapapa dek, ngomong aja” ujarku

“Hmmm bingung mba, mau mulai dari mana. hmmm gini mba, sebenarnya saya pembaca setia My Daily Notes-nya mba Intan” ungkapnya dengan berkaca-kaca.

“Ohyaaaa? Masak siiiih, hahaha ternyata ada juga ya silent reader blogku yang setia, waaah terimakasih banyak yaaa udah mau baca2! Bener-bener ga nyangkaa lhoo!” cuping hidungku udah kembang kempis aja,

“Iya mba, banyak inspirasi saya dapat dari blog mba. Saya pengen jadi kayak mba makanya mau tanya-tanya langsung ke mbak Intan sekarang”

Huwaaaaaa, terharu to the max. Alhamdulillah ya kalau ternyata tulisan-tulisan di blog ini bermanfaat juga untuk orang lain. Nah, si adek imut kayak marmut tadi ternyata mahasiswa baru yang besok ini mau ikutan Ospek kampus. Jiahhh pantesan masih unyu, barusan lulus dari SMA toh ternyata. Sebut saja namanya dek Rina, dengan antusiasnya nanya-nanya ke aku.

“Mba, gimana caranya biar jadi MAPRES kayak mba?”

“Mba, gimana biar bisa belajar ke China?”

“Mba, kok ikut ini itu gimana caranya yaa?”

“Aku pernah baca postingan yang berjudul ‘100 impianku’ itu bener mba pernah dapat IP 4? Gimana caranya mbaaa?”

Pleaseeee tell me more and more mbaa! Pintanya dengan penuh harap.

Kuncinya cuma satu dek! Semangat! Ya semangat ikut ini itu, semangat belajar ini itu, semangat capek ya pokoknya semangat dan tebarkan aura positif! Manfaatkan waktu kuliah ga cuma belajar di kelas, tapi belajar di luar kelas. Belajar manajemen waktu, konflik dan tentu saja menambah jejaring sosial! Penting ini, bisa punya kenalan banyak orang suatu saat pasti akan membantu.

Make your own SPIDER WEB!

Belajarlah untuk selalu jadi MATA AIR, jadi manusia yang bermanfaat untuk sesama

Belajarlah untuk jadi rendah diri, belajarlah dari siapa saja dan di mana saja.

Ini kata bapak saya :

Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit dan rendahkanlah hatimu serendah karang di lautan yang paling dasar. 

Finalis Lomba Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional

 

 ahh ga boleh geer dulu! Sebenarnya saya masih  harus belajar dari orang-orang yang jauuuh lebih hebat, bisa baca dari biografi-biografi tokoh terkenal. Dengan begitu kita bisa ambil hikmah, pelajaran dan semangat dari sang tokoh. Baca banyak-banyak buku orang hebat, niscaya nanti kamu akan hebat juga! hihi..

Terus berproses untuk menjadi yang terbaik yah! Semangattt kakaak!

March 15

Serunya Jadi Dosen Tamu

Dulu sekali waktu saya kuliah S1, saya pernah diajar oleh beberapa dosen asing atau ‘native speaker’. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah ‘sepuh’. Kesan saya waktu itu ke mereka “WOW” Keren dan mantap kali ya jadi dosen asing itu.

Ga kebayang sama sekali setahun kemarin saya dapat kesempatan emas untuk menjadi seperti mereka, Yeyyy ternyata ga cuma bule aja yang bisa jadi Native Speaker! Ternyata orang Indonesia juga bisa! Yeahhh..hidup Indonesaahh…

Nah sekarang saya mau share pengalaman saya selama jadi native speaker di Guangxi University for Nationalities (GXUN) di Nanning, Guangxi, China. Kebanyakan sih pengalaman enak daripada ga enaknya, hehe, yuukks cekidot

Continue reading

November 28

Berburu Tulip di Gunung Qingxiu

Qingxiu shan (青秀山) scenic spot merupakan salah satu dari tempat yang wajib dikunjungi kalau kita berkunjung ke kota Nanning, Guangxi. Dengan total luas area 13 km persegi, Qingxiu Shan ini memiliki  sejumlah kebun raya, taman-taman bunga, pagoda, istana, area bermain anak-anak, dll. Pokoknya super lengkap deh! Saking luasnya ni taman bakalan ga cukup waktu sehari buat liat-liat semua obyek wisatanya.

Map of Qingxiu Shan Scenic Spot
Map of Qingxiu Shan Scenic Spot

Sejarah Gunung Qingxiu, Nanning

Nama gunung Qingxiu sendiri berarti gunung yang hijau dan permai. Ternyata tempat ini sudah ada dari jaman dinasti  Sui (581-618) dan Tang (618-907) loh! Taman ini benar-benar mencapai puncak kejayaannya pada masa dinasti Ming ((1368-1644) tetapi mulai diabaikan dan tak terurus keberadaannya pada masa dinasti Qing. Setelah tahun 1968, akhirnya area ini dibangun dan dipercantik kembali oleh pemerintah lokal yang membangun sekitar 23 obyek wisata baru di area ini.

Continue reading

April 8

Gembel Ningrat

Jika terpaksa engkau menggembel

Menggembelah dengan bersahaja

by Intanrawit

*PENTING!

Hahaha

Buat para backpaker yang berlangganan pesawat lowcost sejuta umat; Air Asia, pasti sudah tidak asing lagi dengan sebuah kegiatan yang lumayan membosankan dan juga sedikit banyak mengorbankan perasaan, dimana kita harus menghabiskan waktu berapa jam sampai puluhan jam untuk menunggu penerbangan berikutnya. Yep TRANSIT. Ouyeah! Maklum tiketnya murah, jadi sebagai konsekuensinya ya harus mengorbankan waktu dan perasaan untuk transit dalam jangka waktu yang lumayan lama sebelum sampai ke tujuan. Lamanya berapa jam mak? Yah kadang 12 jam bahkan seringnya 16 jam.

Ow!

Continue reading

February 14

Welkom, Malang

Oyeaaah akhirnya bisa ngetrip lagi bareng sekeluarga! Yes, walaupun sebenarnya agak nekad ya coz lg musim hujan gini. Tapi worth to try lah, mumpung bapaknya Uways ada acara di Malang kitanya ngikut aje.

Selalu “hampir ketinggalan kereta”

Jadi ceritanya kita naik kereta malam Malioboro Express dari Stasiun Tugu ke Stasiun Kota Baru Malang  berangkat dari jam 20.45 dan nyampe malang jam 4.30 pagi. Dan perasaanku dari awal udah ga enak aja gitu, soalnya tiap kali kita naik kereta pastiiii ada aja kejadian ga enak.

Pernah gitu ketinggalan kereta pas mau ke Jakarta, SALAH LIAT JAM! oemjiii, biasa si bapak uways ni sukanya kurang teliti and gampangin eee nyampe stasiun bengong aja keretanya udah berangkat. Untuuung aja jaman dulu masih ada orang yang baik hati *Baca Calo! Bwahaha jadi bapak itu juga petugas KAnya gitu dan dia nawarin kita untuk naik di kereta berikutnya tapi bayar separo. Dikasih tiket gitu? ya kagakk, alamaak! Pokoknya terima beres aja, nanti kalau ada petugas saya yang urus! Kasih duit lebih aja, okeh! Jiaaahhh… gubrak Continue reading

September 28

Nanning, Wo Huilai le!

Yuhuuuu Nanning, I’m coming back!

Ga kerasa udah 4 tahun lebih saya ninggalin kampus Minda (kependekan dari Minzu Daxue). Gileee banyak perubahan men! Asrama mahasiswa asing yang saya tinggali dulu masih ada, cuma asrama cowok di belakang saya udah hancurrr rata dengan tanah. Pasar, kantin guru dan kantin mahasiswa di 8 po juga udah dihancurin, plus kedai-kedai yang jualan roti dan pulsa. Meiyou le! Rumah sakit horor di dekat danau asmara juga udah lenyap, kabarnya terbakar karena ada konslet listrik, jadi dihancurin sekalian.

What’s New?

Continue reading

January 13

From Menjer with Love

(Latepost pake banget!)

Luar biasa lebaran kami kali ini.

Seperti biasa waktu lebaran tiba, jadwal sudah padat dengan kunjungan silaturahim ke sanak famili dan saudara, baik yang dekat maupun yang jauh. Jika di tahun-tahun sebelumnya setelah cuti lebaran tiba, kami (kadang saya sendiri sama Uways) langsung pulang kampung ke rumah di Wonosobo, maka tahun ini kami sepakat untuk lebaran di Jogja dulu setelah tiga tahun lebarannya di Wonosobo terus.

Dan yang bikin lebaran kami jadi luar biasa lagi adalaahh Om Nick ikutan lebaran juga! Horeeeeyyy!

Sebelum hari H keberangkatan kami ke Borobudur dan Wonosobo, berulang kali ku ajukan pertanyaan yang sama ke Nick, yakin nih mau ikutan? Nanti kita capek banget lho, seharian bisa berkunjung ke 5 sampai 7 rumah. Ga cuma itu, semua orang pasti bakalan nanya hal yang sama ke Nick. “Wahh, darimana mas?” “Woww hebat kok bisa bahasa Indonesia?Bisa Bahasa Jawa juga?” “ckck pinter banget..belajar dimana?” daaan yang paling makjleb adalah “Mas Nick udah punya pacar belum? Cari orang Indonesia aja ya?” Eaaaa…

Continue reading

December 30

Piknik Ceria Bersama Darmasiswa

Halooo teman-teman blogger semua, liburan panjang pada kemana nih?

Saya ga kemana-mana, hiks siapa juga yang nanya. Pertama hal ini disebabkan karena arus lalu lintas di Jogja macet parah, jalanan dipenuhi oleh bis-bis pariwisata dari luar kota yang membawa murid-murid sekolah untuk berpiknik ria di kota gudeg ini. Kedua, jalan-jalan sementara saya moratorium dulu karena sedang menyelesaikan thesis, dan kebetulan bapaknya Uways juga sedang puyeng belajar untuk UAS di minggu ini.

Tapiiii, tetep aja yaa kalau ada yang ngajakin jalan-jalan ke luar kota dan gratis so pasti saya pertimbangkan dengan sebaik-baiknya, alias langsung diterima! HAHAHAA *ini orang ga konsisten banget

Okeeey, pemirsah sebenarnya tujuan darmawisata kemarin itu bukan ke Semarang tapi ke Wonosobo, namun dikarenakan kondisi Wonosobo yang kurang memungkinkan karena banyak titik longsor maka lokasi darmawisata pun dialihkan ke Semarang.

Hmmmm sebenarnya saya sudah sering banget ke Semarang jaman kuliah dulu, tapi emang belum explore semua tempat wisatanya sih so saya oke-oke aja.

Seperti telah disebutkan di postingan kemarin, sebelum ke Sam Poo Kong, kami mampir dulu ke tempat wisata Umbul Sidomukti. Kami tak sabar untuk segera sampai di lokasi karena sudah melihat foto-foto yang ada di internet. Pemandangannya bok! Gila keren abis, jadi sembari berenang kami disuguhi pemandangan alam dari atas bukit yang subhanallah indahnya.

Perkenalkan murid-murid saya yang semuanya keceh badai. Dari paling kanan ada Tika dari Vietnam, Nastia dari Ukraina, Geeta dari India, Toey dari Thailand, Yeni alias uyen dari vietnam, lalu disebelah kiri saya ada ibu Dessy, Asiia dari Vietnam dan bapak Danang dari India eh Cangkringan.

Dress Code: Semarang Merah

Namun sayang sekali, waktu kami sampai disana cuaca sedikit mendung dan gerimis sedikit. Kabut terlihat menggelayuti puncak umbul sidomukti. Tapi tak mengapa, itu semua tidak mengurangi sedikitpun antusias kami menuju lokasi kolam sambil bernyanyi riang

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali

Kiri kanan kulihat saja

Banyak pohon cemara aaa

yeayyy what a happy day!

Kostumnya cucok yah! Hijaunya dedaunan versus kaos merah menyala memang perpaduan yang tiada bandingannya. Btw itu duingin banget loh udaranya, mungkin hampir sedingin di Dieng karena lokasinya berada di puncak bukit setinggi 150-200 meter. Brrrr tapi tak apalah sudah sampai sini dan bawa baju renang, soo pasti kudu nyeburrr!

Berasa mandi di kolam es pemirsahh! Ademm oy

Sejujurnya, kami sempat kecewa waktu pertama liat kolamnya ternyata ga seperti harapan kami sodara-sodara! Saya mikirnya bakalan luaaaas dan daleeemmm kayak di Umbul Ponggok, Klaten. Ternyata eh ternyataaaa, dalemnya cuma setengah badan. Huaaaa….tapi ya sutralah dinikmati aja. Toh pemandangan di sekitar kolam indah banget, meski sedang tertutup kabut. Eksotis agak mistis gitu deh.

Ga nyesel juga renang disini, soalnya bisa belajar gaya renang si Asiia dan Nastia yang dua-duanya adalah atlet renang dari kecil di negaranya. Busetttt dah kayak ikan duyung aja mereka, renang indah juga bisa lho! Yang kayak akrobat dan jumpalitan di air gitu. Hebat bingo dah buat duo maut ini.

Ini dia pemandangan umbul Sidomukti dari udara, keren kan?
 Oya selain main air, wisata utama di Umbul Sidomukti ini adalah OUTBOND! Nyesel bangettt kemarin ga sempet nyobain main outbondnya. Pasti seru dan bisa merinding disko. Mudah-mudahan lain kali bisa ke sini lagi nyobain wahana outbondnya yang oke punya.

Buat teman-teman yang mau kesini gampang banget nih alamat lengkapnya

KAWASAN WISATA UMBUL SIDOMUKTI
Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.
PT. PANORAMA AGRO SIDOMUKTI.
Nomor Telepon. 024 70128686 Fax. 024 70128787
Email : marketing@umbulsidomukti.com
Website : www.umbulsidomukti.com
Facebook : umbul sidomukti

Selamat Berwisata!

Sumber gambar : dari sini

December 24

Levitasi Hore di Sam Poo Kong

Hachimmmm… *sambil pegang kemoceng

Ampuuun ini blog sudah berapa abad kagak diupdate yak, debunya udah 5cm tebelnya. Buat excuse apa lagi inih? Malas?hmmm mungkin, sibuk? hmmm iya juga, or sibuk sama medsos lain? eaaaa ini bener banget. Asli enggak tau kenapa kalau lagi bosan ama fesbuk larinya pasti ngeblog lagih, eee ini udah ada pacar lain yang lebih ngehits yaitu IG alias instagram! Pantesan blognya dikacangin, hihi jangan sampe deh saingan sama Kaesang si misterkacang yang nasibnya selalu dikacangin. Huahahaa pisss bro!

Untuk pemanasan, baiklah saya akan bercerita tentang levitasi lagi (lagiih?). Iyaa soalnya semenjak hobi levitasiku dipublish di media masa (cieeh maksudnya medsos) via bbm, fb, dan IG membuat banyak orang penasaran dan pastinya suka juga! Oh God mungkin ini bakat terpendamku jadi artis levitasi 😛

Gimanaa caranyaaa foto kayak gituu mbaaa? Kok bisa siiih?

Yaah lagi-lagi jawabannya adalah jam terbang, practice makes perfect! Ya ga? Jangan harap sekali dua kali lompat, foto levitasi akan langsung jadi. Bisa ajaa siih itu kalau jam terbangnya udah tinggi banget. Kalau amatiran kayak gueh? Minimal 10-15 kali baru dapat. Hahhaa kalau gini ga cuma modelnya yang capek, fotografernya juga udah malas fotoinnya. Wkkk

Baiklaaah, sebelum saya sajikan  hasil kerja keras saya loncat-loncat di Sam Poo Kong, terlebih dahulu saya akan bercerita tentang laksamana Cheng Ho. Oo siapa dia?

LAKSAMANA CHENG HO

Siapa kenal laksamana Cheng Ho atau Zheng He dalam bahasa Mandarin? Seorang pelaut dan penjelajah tangguh dari negeri Tiongkok.Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah. Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah). source : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/09/biografi-laksamana-cheng-ho.html

SAM POO KONG

Sam Poo Kong sendiri merupakan tempat ibadah sekaligus petilasan laksamana Cheng Ho yang kabarnya dulu pernah singgah disana. Saya juga sempat bingung, menurut sejarah si laksamana Cheng Ho ini beragama islam tapi kenapa tempat petilasannya jadi klenteng sekarang yak? Ya sudahlah, saya tidak ambil pusing toh kita ambil sejarahnya dan nilai-nilai toleransinya.

Selain sebagai tempat peribadatan, saat ini Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu wisata religi yang diunggulkan di Semarang. Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong terbagi menjadi dua bagian, yaitu plaza utama dan bangunan klenteng. Pengunjung yang tidak memiliki kepentingan hanya boleh masuk ke plaza utama, tempat di mana berdiri patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 m. Patung berbahan dasar perunggu yang dibuat di Cina ini merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah selatan terdapat gerbang raksasa berwarna merah menyala yang membuat kita serasa berada di Negeri Cina. Di balik pagar besi terdapat bangunan klenteng yang hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang hendak berdoa atau ingin membaca peruntungan yang dikenal dengan istilah ciamsi. (source http://semarang.yogyes.com/id/see-and-do/religious-sight/sam-poo-kong/

CAMERA, ACTION!

Olraiittzzz now lets check my outdoor photo-shot! Daan tentu saja bukan intan kalau fotonya ga total! Bawahaaa, sehari sebelumnya saya sudah menyiapkan kostum yang pas untuk foto-foto hari ini. Ada topi ala-ala putri huanzu, lengkap dengan topi yang untuk cowok, baju China lengkap, plus sepatunya. All in red!

Ni Hao! *pose normal dulu

Sebenarnya udah dua kali saya menginjakkan kaki di Sam Poo Kong ini, duluuu banget cuma ada klenteng utama dan gedung batu belum ada patung Cheng Ho dan plaza utama. Sekarang buat pengunjung yang mau memasuki klenteng dan gedung batu harus bayar lagi Rp 20.000 dan Rp 30.000 untuk orang asing. Karena bawa rombongan banyak, kami pun hanya foto-foto di plaza utama saja, bokek cuy kalau harus bayar lagi. Oya tadi tiket masuknya cuma Rp 3.000/ orang loh!

Di Balik Layar Levi Photo-shot!

Credit to Mas Danang! Sebenarnya aku sama hani lagi foto-foto pake hape, tapi apesss foto levitasiku pake hape ga ada satupun yang jadi. Arghhhh sakitnya tu disini *nunjuk dengkul. Tapi beruntung banget ternyata dari belakang mas danang moto-motoin aksi kita yang gagal diabadikan oleh hape ajaib lenovo. Oh tolong abaikan perutku! Baru sadar aku lupa tahan napas pas lagi action, wkkk 🙂

Jurus Panda Menjulang Angkasa, Hyattt!

Sebenarnya sang mahaguru levitasiku yaitu Hani, sudah menyarankan untuk action pake jurus kungfu. Lahhh tapi aku ga gitu paham jurusnya, hihi akhirnya keluarlah tendangan karateku yang sudah tidak simetris lagi.

STAY LEVI STAY HAPPY!

Sumpah deh, aku usulin nih fotografi levitasi jadi salah satu tugas wajib waktu pelajaran sejarah. Jadi nanti waktu nerangin tempat-tempat bersejarah, gurunya bisa nyuruh murid-murid berlevitasi ria di lokasi tentu saja setelah belajar sejarahnya di kelas yaa. Jadi pelajaran sejarah akan jauuuh lebih berkesan dengan tugas : Membuat foto levitasi di tempat bersejarah! Nyiahahaaa…*pinjem ketawanya bik ina

The Floating Huanzu Gege

Thanks to mas Danang lagih! Berkat beliaulah foto ini ada, di hapeku semuanya pose geje pasti pada ngakak kalau liat. Ah aku belum memiliki keberanian untuk ditertawakan khalayak umum 😛

Aksi Hani sang Guru Spiritual Levitasi

Haniii kok bisa siiih lompatnya tinggi banget? Kok aku ga bisa yaaa *lihattimbangan, yah maklum faktor U dan BB juga ngaruh dalam tinggi rendahnya loncatan levitasi, aku cuma bisa gigit jari ngeliat aksi Hani.

Duo Master Levitasi

Putus asa dengan single photo-shot yang kagak jadi-jadi, akhirnya kami memutuskan untuk duet maut! Thanks hani my levimate, and mas danang yang setia memotret dibawah teriknya matahari. Eaaaaa 🙂

Gei Woooo

Fiuuuhh keringat-keringat sebesar biji jagung sudah mulai menampakkan wujudnya, tak apa ini pertanda levitasi adalah gaya hidup yang sehat! Coba inget-inget dalam sehari kita sering keringetan ga? Nah tu, kalau jarang berarti gerak dan olahraganya kurang. *jiahhh sok banget gue

Just Gimme Hani!

Ceritanya lagi perebutan tahta antara dua bersaudara di kerajaan Champa. Oh lihatlah betapa serakahnya sang kakak mencoba merebut singgasana dari putra mahkota.

Sidekick!

And here it is, our final shot!

Duo atlet wushu wanna be!

And the last but not least, foto dulu bareng rombongan murid-murid Darmasiswa dan teman kantorku. All together!

All together *eh dimana ibu Dessy

I’ll see ya on our next trip!

*Please let me know if you like my levi photo-shot by leaving a comment.

Thank you 🙂 Terimakasih 🙂

October 2

Beach Levy Day

“The cure for anything is salt water – sweat, tears, or the sea.”

–Isak Dinesen

Yeaaaah, finally here we are!

Beach timeeee 🙂 🙂 Lokasi makrab taun ini adalah di pantai Sadranan, Gunungkidul. Hmmm bagus banget dah kayak pantai-pantai di Lombok. Pasir putih, ombak yang tenang, daaaannn lebih keren lagi disini bisa snorkeling loh guys! Lumayan toh yang tinggal di Jogja kagak perlu jauh-jauh ke Karimunjawa atau ke pulau lombok buat snorkeling.

Of course, pagi-pagi di pantai adalah waktu yang tepat untuk olahraga, hahhaa. Coba tebak olahraga apa? Yep..,yep inilah dia cabang olahraga terbaru di SEA GAMES 2014 — > Levitasi! *bisa dapat emas ga ya kalau gue ikutan, wkkk pede abis!

Yuk cekidot beberapa hasil levitasiku, jangan tanya ini berapa kali loncatnya. Pokoknya loncat terus aja sampe dapet! Ga sah khawatir, loncat berkali-kali akan membuat badan anda berkeringat daan tentu saja ini sangat menyenangkan dan menyehatkan.

Please lemme go

Ini ceritanya ada Dewi dari Kahyangan yang udah lama tinggal di bumi mau kembali lagi ke Kahyangan, tetapi dihalangi oleh suami dan anaknya. Huaaa lemme gooo!

The flying lady

Nahh ini dia the best levy shot menurutku, gimana menurut kalian? Haha kalau aku liatin puluhan foto awkward dan absurd sebelumnya maka kalian akan memahami betapa keras perjuanganku untuk dapetin shot ini, puluhan kali terjatuh, tapi tetap bangkit tegak berdiri lagi, coba lagi! Yeahhh thats the art of levitation.

Snorkeling Timeee

Yeayyyy lets go swimming! Lets go snorkeling!

yeayyyy I love you to the moon and the sea, haiyahhh

Honestly, aku ga liat ikan satupun sih pas snorkeling malah airnya butek gitu. Soale pagi-pagi gini waktunya air laut pasang, jadi ombaknya lumayan gede dan belum bisa buat snorkeling, harus nunggu jam 1 or jam 2an setelah lautnya surut. Tapi jam 1 siang kami harus udah cuz  yaaah lain kali deh kesini lagi.

Nahhh, the last but not least, I will show you the best beach  levy shoot meskipun modelnya bukan akuh…hikss *nyeseknyatuhdisiniii

Haney Boney Sweety

Perkenalkan namanya Hany, walaupun terbilang newcomer di dunia perlevitasian, tapiiii liat deh dia sekali loncat langsung dapet levy shotnya! Ughh ngiriii, ku coba niruin pose ini tapi gatottt sodara-sodara.

Oke dehh, sekian dulu ya foto-foto levynya, emang cuman segitu

Happy Levy Day yaaa, yang belum nyobain foto levy buruan coba ya dijamin ketagihan! Haha *sebarkan virus levitasi. 🙂