May 31

Congraduation, Intan ssi!

Akhirnyaaa selesai juga studiku di kampus biru, meskipun tergolong ‘sedikit’ lama dan terlambat dibanding teman-teman seangkatanku tapi aku patut mengapresiasi diriku sendiri yang bisa menyelesaikan studiku setelah menempuh 5 semester (well, formally its 6 semester). Yeayyy selamat yah!

Hard work, discipline and focus!

Idealnya sih seperti itu kalau mau sukses, tapi ada kalanya (eh banyak juga sih) saat-saat aku tenggelam dalam kemalasan (*ngedrakor aslinya) berhari-hari hidup ibarat zombie mantengin Jung Yonghwa atau Lee Jong Suk di serial drama mereka. Asliiii aku kena jerat cinta yang penuh tipu muslihat si drakor, yang pada mulanya selalu diperbincangkan oleh Mb Erry. Wkkk sorry mbaa ga maksud blame on you. But I think drakor cuma jadi one of many alasan aja untuk keterlambatan studiku. Alasan lain yaa malas, ga focus dan tidak disiplin! Bayangin yah, habis ngantor harusnya aku bisa mampir ke perpus untuk baca-baca, atau kalau ga habis ngantor tidur siang bentar trus urusin rumah, masak and beberes, tidur bentar habis tu malam harinya bisa belajar mpe pagi.

Tapiii…tapii…

Continue reading

July 19

Slang dalam Bahasa Mandarin (Chinese Mandarin Slank)

Intan Rawit Sapanti

12/339581/PSA/07324

  1. Apakah yang dimaksud dengan slang?

Bahasa Slang

Slank may be characterized as a very informal language variety that includes new and sometimes not polite words and meaning. It is often used among particular groups of people, for example groups of teenagers or professional groups and is usually not used in serious speech or writing (Hudson, 1980:12).

Hudson menjelaskan bahwa ciri-ciri utama bahasa Slang sebagai ragam bahasa informal adalah bahasa Slang selalu mengandung kosakata baru dan kadang-kadang kata-kata yang memiliki arti dan makna yang kurang sopan. Bahasa ini sering digunakan dalam suatu kelompok, contohnya adalah kelompok remaja dan biasa ragam bahasa informal ini tidak digunakan dalam penulisan ilmiah dan bahasa formal.

Burridge 2002, di dalam Harwati, 2010:182 menyatakan bahwa istilah slang mengacu kepada “kosa kata dan idiom rahasia yang dipergunakan oleh sebuah kelompok tertentu yang antar anggotanya telah memiliki kesamaan nilai-nilai” . Di dalam bahasa Indonesia, padanan istilah bahasa slang adalah bahasa gaul. Harwati juga menjelaskan bahwa di dalam perkembangannya, bahasa gaulbanyak dipergunakan oleh kaum remaja sebagai ‘identitas’ dan media komunikasi antar mereka. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa gaulsangat dekat dengan kehidupan para remaja.

Menurut Swan (2005: 526), ‘Slang’ is a very informal kind of vocabulary, used mostly in speech by people who know each other well. Menurut definisi diatas, slang merupakan jenis kosakata yang informal dan digunakan oleh sebagian besar orang yang sudah mengenal dekat satu sama lain. Continue reading

July 19

Variasi Bahasa (Language Variation)

Intan Rawit Sapanti

12/339581/PSA/07324


  1. Apa yang dimaksud dengan variasi bahasa?

Bahasa memiliki dua aspek mendasar yaitu bentuk baik berupa bunyi dan tulisan, maupun struknya, dan makna baik makna leksikal maupun fungsional dan struktural. Penggunaan bahasa tersebut dapat bervariasi baik dari segi pengucapan, leksikal, keadaan sosial, pemakaian, kondisi geografis, tingkat keformalan, kelompok sosial, dll. Berikut merupakan beberapa rangkuman tentang pengertian variasi bahasa/ragam bahasa dan menjelaskan variasi bahasa berdasarkan penutur, pemakaian dan tingkat keformalannya.

Pengertian Variasi Bahasa

Bahasa sebagai sebuah sistem yang dipahami sama oleh semua penutur bahasa, namun karena penutur bahasa tersebut meskipun terdapat dalam masyarakat tutur tidak merupakan kumpulan manusia yang homogen. Maka wujud bahasa yang konkret, yang disebut parole, menjadi tidak seragam. Ada dua pandangan mengenai variasi atau ragam bahasa, pertama variasi atau ragam bahasa dilihat sebagai akibat adanya keberagaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi atau ragam bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyrakat yang beraneka ragam.

Chaer & Agustina 2010 membedakan variasi atau ragam bahasa berdasarkan penutur dan penggunaannya. Berdasarkan penuturnya berarti siapa yang menggunakan bahasa itu, dimana tempat tinggalnya, bagaimana kedudukan sosialnya dalam masyarakat, apa jenis kelaminnya, dan kapan bahasa itu digunakan. Berdasarkan penggunaanya berarti bahasa itu digunakan untuk apa, dalam bidang apa, apa jalur dan alatnya, dan bagaimana situasi keformalannya.

Holmes 1994 juga membedakan variasi bahasa yang merefleksikan penuturnya dan penggunaannya. Berdasarkan penuturnya, variasi bahasa terbagi menjadi variasi regional dan dialek sosial, jenis kelamin dan umur, etnis dan jaringan sosial serta perubahan bahasa. Sedangkan variasi bahasa berdasarkan penggunaannya terbagi menjadi gaya bahasa, konteks, dan register. Fungsinya dalam komunikasi lintar budaya, kesopanan, dan stereotypes.

Hudson 1980 menegaskan bahwa studi mengenai kajian keragaman bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam sosiolinguistik. Hal ini disebabkan karena sosiolinguistik berhubungan dengan faktor-faktor sosial. Bahasa beragam dari satu tempat ke tempat lain, dari satu grup sosial ke group yang lain dan dari situasi satu ke situasi yang lain. Continue reading