December 30

Piknik Ceria Bersama Darmasiswa

Halooo teman-teman blogger semua, liburan panjang pada kemana nih?

Saya ga kemana-mana, hiks siapa juga yang nanya. Pertama hal ini disebabkan karena arus lalu lintas di Jogja macet parah, jalanan dipenuhi oleh bis-bis pariwisata dari luar kota yang membawa murid-murid sekolah untuk berpiknik ria di kota gudeg ini. Kedua, jalan-jalan sementara saya moratorium dulu karena sedang menyelesaikan thesis, dan kebetulan bapaknya Uways juga sedang puyeng belajar untuk UAS di minggu ini.

Tapiiii, tetep aja yaa kalau ada yang ngajakin jalan-jalan ke luar kota dan gratis so pasti saya pertimbangkan dengan sebaik-baiknya, alias langsung diterima! HAHAHAA *ini orang ga konsisten banget

Okeeey, pemirsah sebenarnya tujuan darmawisata kemarin itu bukan ke Semarang tapi ke Wonosobo, namun dikarenakan kondisi Wonosobo yang kurang memungkinkan karena banyak titik longsor maka lokasi darmawisata pun dialihkan ke Semarang.

Hmmmm sebenarnya saya sudah sering banget ke Semarang jaman kuliah dulu, tapi emang belum explore semua tempat wisatanya sih so saya oke-oke aja.

Seperti telah disebutkan di postingan kemarin, sebelum ke Sam Poo Kong, kami mampir dulu ke tempat wisata Umbul Sidomukti. Kami tak sabar untuk segera sampai di lokasi karena sudah melihat foto-foto yang ada di internet. Pemandangannya bok! Gila keren abis, jadi sembari berenang kami disuguhi pemandangan alam dari atas bukit yang subhanallah indahnya.

Perkenalkan murid-murid saya yang semuanya keceh badai. Dari paling kanan ada Tika dari Vietnam, Nastia dari Ukraina, Geeta dari India, Toey dari Thailand, Yeni alias uyen dari vietnam, lalu disebelah kiri saya ada ibu Dessy, Asiia dari Vietnam dan bapak Danang dari India eh Cangkringan.

Dress Code: Semarang Merah

Namun sayang sekali, waktu kami sampai disana cuaca sedikit mendung dan gerimis sedikit. Kabut terlihat menggelayuti puncak umbul sidomukti. Tapi tak mengapa, itu semua tidak mengurangi sedikitpun antusias kami menuju lokasi kolam sambil bernyanyi riang

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali

Kiri kanan kulihat saja

Banyak pohon cemara aaa

yeayyy what a happy day!

Kostumnya cucok yah! Hijaunya dedaunan versus kaos merah menyala memang perpaduan yang tiada bandingannya. Btw itu duingin banget loh udaranya, mungkin hampir sedingin di Dieng karena lokasinya berada di puncak bukit setinggi 150-200 meter. Brrrr tapi tak apalah sudah sampai sini dan bawa baju renang, soo pasti kudu nyeburrr!

Berasa mandi di kolam es pemirsahh! Ademm oy

Sejujurnya, kami sempat kecewa waktu pertama liat kolamnya ternyata ga seperti harapan kami sodara-sodara! Saya mikirnya bakalan luaaaas dan daleeemmm kayak di Umbul Ponggok, Klaten. Ternyata eh ternyataaaa, dalemnya cuma setengah badan. Huaaaa….tapi ya sutralah dinikmati aja. Toh pemandangan di sekitar kolam indah banget, meski sedang tertutup kabut. Eksotis agak mistis gitu deh.

Ga nyesel juga renang disini, soalnya bisa belajar gaya renang si Asiia dan Nastia yang dua-duanya adalah atlet renang dari kecil di negaranya. Busetttt dah kayak ikan duyung aja mereka, renang indah juga bisa lho! Yang kayak akrobat dan jumpalitan di air gitu. Hebat bingo dah buat duo maut ini.

Ini dia pemandangan umbul Sidomukti dari udara, keren kan?
ย Oya selain main air, wisata utama di Umbul Sidomukti ini adalah OUTBOND! Nyesel bangettt kemarin ga sempet nyobain main outbondnya. Pasti seru dan bisa merinding disko. Mudah-mudahan lain kali bisa ke sini lagi nyobain wahana outbondnya yang oke punya.

Buat teman-teman yang mau kesini gampang banget nih alamat lengkapnya

KAWASAN WISATA UMBUL SIDOMUKTI
Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah.
PT. PANORAMA AGRO SIDOMUKTI.
Nomor Telepon. 024 70128686 Fax. 024 70128787
Email : marketing@umbulsidomukti.com
Website : www.umbulsidomukti.com
Facebook : umbul sidomukti

Selamat Berwisata!

Sumber gambar : dari sini

December 24

Levitasi Hore di Sam Poo Kong

Hachimmmm… *sambil pegang kemoceng

Ampuuun ini blog sudah berapa abad kagak diupdate yak, debunya udah 5cm tebelnya. Buat excuse apa lagi inih? Malas?hmmm mungkin, sibuk? hmmm iya juga, or sibuk sama medsos lain? eaaaa ini bener banget. Asli enggak tau kenapa kalau lagi bosan ama fesbuk larinya pasti ngeblog lagih, eee ini udah ada pacar lain yang lebih ngehits yaitu IG alias instagram! Pantesan blognya dikacangin, hihi jangan sampe deh saingan sama Kaesang si misterkacang yang nasibnya selalu dikacangin. Huahahaa pisss bro!

Untuk pemanasan, baiklah saya akan bercerita tentang levitasi lagi (lagiih?). Iyaa soalnya semenjak hobi levitasiku dipublish di media masa (cieeh maksudnya medsos) via bbm, fb, dan IG membuat banyak orang penasaran dan pastinya suka juga! Oh God mungkin ini bakat terpendamku jadi artis levitasi ๐Ÿ˜›

Gimanaa caranyaaa foto kayak gituu mbaaa? Kok bisa siiih?

Yaah lagi-lagi jawabannya adalah jam terbang, practice makes perfect! Ya ga? Jangan harap sekali dua kali lompat, foto levitasi akan langsung jadi. Bisa ajaa siih itu kalau jam terbangnya udah tinggi banget. Kalau amatiran kayak gueh? Minimal 10-15 kali baru dapat. Hahhaa kalau gini ga cuma modelnya yang capek, fotografernya juga udah malas fotoinnya. Wkkk

Baiklaaah, sebelum saya sajikanย  hasil kerja keras saya loncat-loncat di Sam Poo Kong, terlebih dahulu saya akan bercerita tentang laksamana Cheng Ho. Oo siapa dia?

LAKSAMANA CHENG HO

Siapa kenal laksamana Cheng Ho atau Zheng He dalam bahasa Mandarin? Seorang pelaut dan penjelajah tangguh dari negeri Tiongkok.Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah. Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah). source : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/09/biografi-laksamana-cheng-ho.html

SAM POO KONG

Sam Poo Kong sendiri merupakan tempat ibadah sekaligus petilasan laksamana Cheng Ho yang kabarnya dulu pernah singgah disana. Saya juga sempat bingung, menurut sejarah si laksamana Cheng Ho ini beragama islam tapi kenapa tempat petilasannya jadi klenteng sekarang yak? Ya sudahlah, saya tidak ambil pusing toh kita ambil sejarahnya dan nilai-nilai toleransinya.

Selain sebagai tempat peribadatan, saat ini Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu wisata religi yang diunggulkan di Semarang. Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong terbagi menjadi dua bagian, yaitu plaza utama dan bangunan klenteng. Pengunjung yang tidak memiliki kepentingan hanya boleh masuk ke plaza utama, tempat di mana berdiri patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 m. Patung berbahan dasar perunggu yang dibuat di Cina ini merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah selatan terdapat gerbang raksasa berwarna merah menyala yang membuat kita serasa berada di Negeri Cina. Di balik pagar besi terdapat bangunan klenteng yang hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang hendak berdoa atau ingin membaca peruntungan yang dikenal dengan istilah ciamsi. (source http://semarang.yogyes.com/id/see-and-do/religious-sight/sam-poo-kong/

CAMERA, ACTION!

Olraiittzzz now lets check my outdoor photo-shot! Daan tentu saja bukan intan kalau fotonya ga total! Bawahaaa, sehari sebelumnya saya sudah menyiapkan kostum yang pas untuk foto-foto hari ini. Ada topi ala-ala putri huanzu, lengkap dengan topi yang untuk cowok, baju China lengkap, plus sepatunya. All in red!

Ni Hao! *pose normal dulu

Sebenarnya udah dua kali saya menginjakkan kaki di Sam Poo Kong ini, duluuu banget cuma ada klenteng utama dan gedung batu belum ada patung Cheng Ho dan plaza utama. Sekarang buat pengunjung yang mau memasuki klenteng dan gedung batu harus bayar lagi Rp 20.000 dan Rp 30.000 untuk orang asing. Karena bawa rombongan banyak, kami pun hanya foto-foto di plaza utama saja, bokek cuy kalau harus bayar lagi. Oya tadi tiket masuknya cuma Rp 3.000/ orang loh!

Di Balik Layar Levi Photo-shot!

Credit to Mas Danang! Sebenarnya aku sama hani lagi foto-foto pake hape, tapi apesss foto levitasiku pake hape ga ada satupun yang jadi. Arghhhh sakitnya tu disini *nunjuk dengkul. Tapi beruntung banget ternyata dari belakang mas danang moto-motoin aksi kita yang gagal diabadikan oleh hape ajaib lenovo. Oh tolong abaikan perutku! Baru sadar aku lupa tahan napas pas lagi action, wkkk ๐Ÿ™‚

Jurus Panda Menjulang Angkasa, Hyattt!

Sebenarnya sang mahaguru levitasiku yaitu Hani, sudah menyarankan untuk action pake jurus kungfu. Lahhh tapi aku ga gitu paham jurusnya, hihi akhirnya keluarlah tendangan karateku yang sudah tidak simetris lagi.

STAY LEVI STAY HAPPY!

Sumpah deh, aku usulin nih fotografi levitasi jadi salah satu tugas wajib waktu pelajaran sejarah. Jadi nanti waktu nerangin tempat-tempat bersejarah, gurunya bisa nyuruh murid-murid berlevitasi ria di lokasi tentu saja setelah belajar sejarahnya di kelas yaa. Jadi pelajaran sejarah akan jauuuh lebih berkesan dengan tugas : Membuat foto levitasi di tempat bersejarah! Nyiahahaaa…*pinjem ketawanya bik ina

The Floating Huanzu Gege

Thanks to mas Danang lagih! Berkat beliaulah foto ini ada, di hapeku semuanya pose geje pasti pada ngakak kalau liat. Ah aku belum memiliki keberanian untuk ditertawakan khalayak umum ๐Ÿ˜›

Aksi Hani sang Guru Spiritual Levitasi

Haniii kok bisa siiih lompatnya tinggi banget? Kok aku ga bisa yaaa *lihattimbangan, yah maklum faktor U dan BB juga ngaruh dalam tinggi rendahnya loncatan levitasi, aku cuma bisa gigit jari ngeliat aksi Hani.

Duo Master Levitasi

Putus asa dengan single photo-shot yang kagak jadi-jadi, akhirnya kami memutuskan untuk duet maut! Thanks hani my levimate, and mas danang yang setia memotret dibawah teriknya matahari. Eaaaaa ๐Ÿ™‚

Gei Woooo

Fiuuuhh keringat-keringat sebesar biji jagung sudah mulai menampakkan wujudnya, tak apa ini pertanda levitasi adalah gaya hidup yang sehat! Coba inget-inget dalam sehari kita sering keringetan ga? Nah tu, kalau jarang berarti gerak dan olahraganya kurang. *jiahhh sok banget gue

Just Gimme Hani!

Ceritanya lagi perebutan tahta antara dua bersaudara di kerajaan Champa. Oh lihatlah betapa serakahnya sang kakak mencoba merebut singgasana dari putra mahkota.

Sidekick!

And here it is, our final shot!

Duo atlet wushu wanna be!

And the last but not least, foto dulu bareng rombongan murid-murid Darmasiswa dan teman kantorku. All together!

All together *eh dimana ibu Dessy

I’ll see ya on our next trip!

*Please let me know if you like my levi photo-shot by leaving a comment.

Thank you ๐Ÿ™‚ Terimakasih ๐Ÿ™‚