November 28

Berburu Tulip di Gunung Qingxiu

Qingxiu shan (青秀山) scenic spot merupakan salah satu dari tempat yang wajib dikunjungi kalau kita berkunjung ke kota Nanning, Guangxi. Dengan total luas area 13 km persegi, Qingxiu Shan ini memiliki  sejumlah kebun raya, taman-taman bunga, pagoda, istana, area bermain anak-anak, dll. Pokoknya super lengkap deh! Saking luasnya ni taman bakalan ga cukup waktu sehari buat liat-liat semua obyek wisatanya.

Map of Qingxiu Shan Scenic Spot
Map of Qingxiu Shan Scenic Spot

Sejarah Gunung Qingxiu, Nanning

Nama gunung Qingxiu sendiri berarti gunung yang hijau dan permai. Ternyata tempat ini sudah ada dari jaman dinasti  Sui (581-618) dan Tang (618-907) loh! Taman ini benar-benar mencapai puncak kejayaannya pada masa dinasti Ming ((1368-1644) tetapi mulai diabaikan dan tak terurus keberadaannya pada masa dinasti Qing. Setelah tahun 1968, akhirnya area ini dibangun dan dipercantik kembali oleh pemerintah lokal yang membangun sekitar 23 obyek wisata baru di area ini.

Continue reading

December 24

Levitasi Hore di Sam Poo Kong

Hachimmmm… *sambil pegang kemoceng

Ampuuun ini blog sudah berapa abad kagak diupdate yak, debunya udah 5cm tebelnya. Buat excuse apa lagi inih? Malas?hmmm mungkin, sibuk? hmmm iya juga, or sibuk sama medsos lain? eaaaa ini bener banget. Asli enggak tau kenapa kalau lagi bosan ama fesbuk larinya pasti ngeblog lagih, eee ini udah ada pacar lain yang lebih ngehits yaitu IG alias instagram! Pantesan blognya dikacangin, hihi jangan sampe deh saingan sama Kaesang si misterkacang yang nasibnya selalu dikacangin. Huahahaa pisss bro!

Untuk pemanasan, baiklah saya akan bercerita tentang levitasi lagi (lagiih?). Iyaa soalnya semenjak hobi levitasiku dipublish di media masa (cieeh maksudnya medsos) via bbm, fb, dan IG membuat banyak orang penasaran dan pastinya suka juga! Oh God mungkin ini bakat terpendamku jadi artis levitasi 😛

Gimanaa caranyaaa foto kayak gituu mbaaa? Kok bisa siiih?

Yaah lagi-lagi jawabannya adalah jam terbang, practice makes perfect! Ya ga? Jangan harap sekali dua kali lompat, foto levitasi akan langsung jadi. Bisa ajaa siih itu kalau jam terbangnya udah tinggi banget. Kalau amatiran kayak gueh? Minimal 10-15 kali baru dapat. Hahhaa kalau gini ga cuma modelnya yang capek, fotografernya juga udah malas fotoinnya. Wkkk

Baiklaaah, sebelum saya sajikan  hasil kerja keras saya loncat-loncat di Sam Poo Kong, terlebih dahulu saya akan bercerita tentang laksamana Cheng Ho. Oo siapa dia?

LAKSAMANA CHENG HO

Siapa kenal laksamana Cheng Ho atau Zheng He dalam bahasa Mandarin? Seorang pelaut dan penjelajah tangguh dari negeri Tiongkok.Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah. Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah). source : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/09/biografi-laksamana-cheng-ho.html

SAM POO KONG

Sam Poo Kong sendiri merupakan tempat ibadah sekaligus petilasan laksamana Cheng Ho yang kabarnya dulu pernah singgah disana. Saya juga sempat bingung, menurut sejarah si laksamana Cheng Ho ini beragama islam tapi kenapa tempat petilasannya jadi klenteng sekarang yak? Ya sudahlah, saya tidak ambil pusing toh kita ambil sejarahnya dan nilai-nilai toleransinya.

Selain sebagai tempat peribadatan, saat ini Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu wisata religi yang diunggulkan di Semarang. Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong terbagi menjadi dua bagian, yaitu plaza utama dan bangunan klenteng. Pengunjung yang tidak memiliki kepentingan hanya boleh masuk ke plaza utama, tempat di mana berdiri patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 m. Patung berbahan dasar perunggu yang dibuat di Cina ini merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah selatan terdapat gerbang raksasa berwarna merah menyala yang membuat kita serasa berada di Negeri Cina. Di balik pagar besi terdapat bangunan klenteng yang hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang hendak berdoa atau ingin membaca peruntungan yang dikenal dengan istilah ciamsi. (source http://semarang.yogyes.com/id/see-and-do/religious-sight/sam-poo-kong/

CAMERA, ACTION!

Olraiittzzz now lets check my outdoor photo-shot! Daan tentu saja bukan intan kalau fotonya ga total! Bawahaaa, sehari sebelumnya saya sudah menyiapkan kostum yang pas untuk foto-foto hari ini. Ada topi ala-ala putri huanzu, lengkap dengan topi yang untuk cowok, baju China lengkap, plus sepatunya. All in red!

Ni Hao! *pose normal dulu

Sebenarnya udah dua kali saya menginjakkan kaki di Sam Poo Kong ini, duluuu banget cuma ada klenteng utama dan gedung batu belum ada patung Cheng Ho dan plaza utama. Sekarang buat pengunjung yang mau memasuki klenteng dan gedung batu harus bayar lagi Rp 20.000 dan Rp 30.000 untuk orang asing. Karena bawa rombongan banyak, kami pun hanya foto-foto di plaza utama saja, bokek cuy kalau harus bayar lagi. Oya tadi tiket masuknya cuma Rp 3.000/ orang loh!

Di Balik Layar Levi Photo-shot!

Credit to Mas Danang! Sebenarnya aku sama hani lagi foto-foto pake hape, tapi apesss foto levitasiku pake hape ga ada satupun yang jadi. Arghhhh sakitnya tu disini *nunjuk dengkul. Tapi beruntung banget ternyata dari belakang mas danang moto-motoin aksi kita yang gagal diabadikan oleh hape ajaib lenovo. Oh tolong abaikan perutku! Baru sadar aku lupa tahan napas pas lagi action, wkkk 🙂

Jurus Panda Menjulang Angkasa, Hyattt!

Sebenarnya sang mahaguru levitasiku yaitu Hani, sudah menyarankan untuk action pake jurus kungfu. Lahhh tapi aku ga gitu paham jurusnya, hihi akhirnya keluarlah tendangan karateku yang sudah tidak simetris lagi.

STAY LEVI STAY HAPPY!

Sumpah deh, aku usulin nih fotografi levitasi jadi salah satu tugas wajib waktu pelajaran sejarah. Jadi nanti waktu nerangin tempat-tempat bersejarah, gurunya bisa nyuruh murid-murid berlevitasi ria di lokasi tentu saja setelah belajar sejarahnya di kelas yaa. Jadi pelajaran sejarah akan jauuuh lebih berkesan dengan tugas : Membuat foto levitasi di tempat bersejarah! Nyiahahaaa…*pinjem ketawanya bik ina

The Floating Huanzu Gege

Thanks to mas Danang lagih! Berkat beliaulah foto ini ada, di hapeku semuanya pose geje pasti pada ngakak kalau liat. Ah aku belum memiliki keberanian untuk ditertawakan khalayak umum 😛

Aksi Hani sang Guru Spiritual Levitasi

Haniii kok bisa siiih lompatnya tinggi banget? Kok aku ga bisa yaaa *lihattimbangan, yah maklum faktor U dan BB juga ngaruh dalam tinggi rendahnya loncatan levitasi, aku cuma bisa gigit jari ngeliat aksi Hani.

Duo Master Levitasi

Putus asa dengan single photo-shot yang kagak jadi-jadi, akhirnya kami memutuskan untuk duet maut! Thanks hani my levimate, and mas danang yang setia memotret dibawah teriknya matahari. Eaaaaa 🙂

Gei Woooo

Fiuuuhh keringat-keringat sebesar biji jagung sudah mulai menampakkan wujudnya, tak apa ini pertanda levitasi adalah gaya hidup yang sehat! Coba inget-inget dalam sehari kita sering keringetan ga? Nah tu, kalau jarang berarti gerak dan olahraganya kurang. *jiahhh sok banget gue

Just Gimme Hani!

Ceritanya lagi perebutan tahta antara dua bersaudara di kerajaan Champa. Oh lihatlah betapa serakahnya sang kakak mencoba merebut singgasana dari putra mahkota.

Sidekick!

And here it is, our final shot!

Duo atlet wushu wanna be!

And the last but not least, foto dulu bareng rombongan murid-murid Darmasiswa dan teman kantorku. All together!

All together *eh dimana ibu Dessy

I’ll see ya on our next trip!

*Please let me know if you like my levi photo-shot by leaving a comment.

Thank you 🙂 Terimakasih 🙂

July 4

Kursus Bahasa Mandarin di Yogyakarta

TUNTUTLAH ILMU WALAU SAMPAI KE NEGERI CHINA!

Menuntut ilmu ke negeri tirai bambu kini bukanlah mimpimu lagi! Kuasailah bahasanya maka kamu akan kuasai dunia! Dengan menguasai bahasa terbesar di dunia ini maka kamu akan punya nilai lebih dari yang lain. Bisa bahasa Inggris aja mah dah biasa, tapi bisa bahasa Mandarin juga? Itu baru Luar Biasa.

Terbentur masalah biaya yang mahal? Yidan Laoshi Course adalah solusi yang tepat untuk anda!

Dengan biaya terjangkau, anda sudah bisa les privat bahasa Mandarin dengan instruktur yang berpengalaman, materi ajar yang sangat atraktif dan uptodate, free session with Chinese Native Speaker, dan juga bisa belajar kebudayaan China seperti Chinese Drawing dan Chinese Kaligrafi dengan sumber buku dan referensi asli dibawa dari Daratan China dan penerbit yang terpercaya, Beijing Language and Culture University Press.

Pengalaman Instruktur

Pernah mengenyam pendidikan bahasa Mandarin di Guangxi University for Nasionalities selama 1.5 tahun. Nilai HSK (Chinese Proficiency Test) sudah menembus level 7.

Hanya dengan Rp 600.000,00/12meeting anda sudah bisa merasakan manisnya menuntut ilmu ke negeri Tirai Bambu ini. So? Tunggu apa lagi?

Call Yidan Laoshi di

email : intanrawit.sapanti@gmail.com

NB: Diskon bagi 5 pendaftar pertama! Makanya buruan daftar sebelum kehabisan!!’

NOTE : MAAF LAOSHI TAHUN INI MENGAJAR DI TIONGKOK YA, JADI BELUM BISA MENERIMA MURID DI PERGURUAN KARANG YIMYIM INI

December 6

Chinese Calligraphy中国书法

Cihuiiii….

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, dapat juga pelajaran menulis kaligrafi huruf mandarin. Dengan semangat menggebu-gebu berangkat ke kelas setengah jam sebelumnya (padahal biasanya deket-deket bel bunyi baru deh berangkat :P ). Berbekal sebuah kuas, kertas khusus latihan shufa, sebotol tinta dan sebuah ink slab(tempat tinta) saya pun siap mengikuti pelajaran shufa 书法 atau chinese calligraphy art kali ini.

Sambil menunggu guru dengan sok-sokan coba oles sana oles sini..srett..sreet..hasilnya??jangan tanya deh..haha..megang kuasnya aja salah. hihi

Akhirnya guru yang ditunggu-tunggu pun tiba, pertama-tama kami harus merendam kuas di dalam air untuk beberapa saat. Sambil menunggu, guru pun menerangkan sejarah shufa, jenis-jenis kaligrafi, gaya penulisan, dan terakhir memperlihatkan video tentang dasar-dasar penulisan.

Goes to the first important point..

1. How to hold the brush

Cara memegang kuas disini memegang peranan yang sangat penting untuk keindahan tulisan. Dan cara memegangnya pun tidak sama seperti kita memegang pensil atau bolpen.

Yep..jadi posisi jempol dan jari-jari kira-kira seperti ini. Sebenarnya masih ada gaya lainnya, tapi ntar dulu deh kalo dah ahli, sekarang baru pemula yang dasar dulu ajah..oke..lanjut..

2.  Berlatih 8 goresan dasar kaligrafi

Meskipun jumlah karakter hanzi totalnya lebih dari 50 ribu karakter, tetapi sebenarnya hanya tersusun dari 8 goresan dasar dibawah ini. Here we go..

dot ( ), dash (), perpendicular downstroke ( ), downstroke to the left, or left-falling stroke ( ), wavelike stroke, or right-falling stroke ( ), hook ( ), upstroke to the right ( ), and bend or twist ( ).

3. Tujuh tahap dalam penulisan karakter Hanzi

1. Three parts from upper to lower

2. Three parts from left to right3. Three parts, first in the middle, then from left to right4. Horizontal stroke(s) first, perpendicular stroke later

5. left-falling stroke first, right-falling stroke later

6. Outside strokes first, inside strokes later7.Most of outside strokes first, then inside stroke(s), finally bottom stroke

Udah dulu ah teorinya…sekarang praktek yuukk…:) pertama-tama tangan kita memang agak kaku karena ga terbiasa megang kuas, tapi lama kelamaan akan terbiasa dan bisa merasakan kapan goresan harus tebal atau tipis. Disinilah letak seninya..

Yuk berlatih, paling asyik sambil mendengarkan alunan musik instrumental seperti seruling, kecapi, atau musik-musik alam lainnya.

SELAMAT BERLATIH!

Sumber :

http://www.chinavoc.com/arts/calligraphy.htm

April 22

Dilema Songkran Festival

Selamat tahun baru!

Hah? dah pertengahan bulan April gini baru ucapin met taun baru? basii banget kali yee..tapi bener lho, hari ini tanggal 14 April adalah taun baru bagi orang-orang Thailand dan Laos. Kalo di China dikenal dengan nama 泼水节 (po shui jie) kalo nama aslinya sih Songkran Festival. Oke deh disini saya ga akan tulis tentang sejarahnya festival Songkran jaman bahola dulu, tapi cuma bahas tentang ritualnya yang aneh bin ajaib dan sekaligus kontra banget dengan kondisi di beberapa bagian China akhir-akhir ini. Continue reading