March 15

Serunya Jadi Dosen Tamu

Dulu sekali waktu saya kuliah S1, saya pernah diajar oleh beberapa dosen asing atau ‘native speaker’. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah ‘sepuh’. Kesan saya waktu itu ke mereka “WOW” Keren dan mantap kali ya jadi dosen asing itu.

Ga kebayang sama sekali setahun kemarin saya dapat kesempatan emas untuk menjadi seperti mereka, Yeyyy ternyata ga cuma bule aja yang bisa jadi Native Speaker! Ternyata orang Indonesia juga bisa! Yeahhh..hidup Indonesaahh…

Nah sekarang saya mau share pengalaman saya selama jadi native speaker di Guangxi University for Nationalities (GXUN) di Nanning, Guangxi, China. Kebanyakan sih pengalaman enak daripada ga enaknya, hehe, yuukks cekidot

Continue reading

April 28

INILAH 5 MENTAL YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN TERGUSUR DI NEGERI SENDIRI

Sebenarnya udah lama saya memendam rasa ingin mengeluarkan opini dan uneg-uneg terkait permasalahan ekspansi para mahasiswa China yang berbondong-bondong datang ke negeri kita untuk belajar bahasa Indonesia. Banyak sekali opini miring tentang hal ini, yang bilang mereka bakal mengancam keberadaan para sarjana lokal, ngurangin lapangan pekerjaan kitalah, dan yang paling ditakutkan adalah kedepan mereka bakal jadi bos-bos perusahaan multinasional China yang nantinya bakal membantu “mengolah’ atau bahasa sadisnya mengeksploitasi Sumber Daya Alam kita. Gajinya jangan ditanya bok, mungkin ga ada seupilnya gaji orang lokal.

Trus di mana posisi tenaga kerja kita??

Kalau sudah begini, siapa mau disalahkan? Pemerintah kita? Pemerintah China? Kebijakan MEA? Internasionalisasi? Atau salahnya Rangga? atau saya sebagai pengajarnya? Jiaahhh

Nah loh, daripada sibuk nyari kambing hitam, mari kita instropeksi dan berkaca. Sebenarnya apa sih yang bikin kita ga maju-maju dan semakin tertindas di negeri sendiri? Yuuuk cekidott….

1. MENTAL TEMPE

Continue reading

December 14

You Jump I Jump Moment di Telaga Warna, Dieng

Woooww stay calm bro

Ini cerita waktu kami ngetrip bareng di Dieng, Wonosobo bersama mahasiswa Darmasiswa 2013 (TiJe, Yashnar dan Shamila). Objek yang akan kami kunjungi rencananya yang disekitar Dieng saja, Kawah Sikidang, Candi Dieng, Telaga Warna dan Kalianget.

Sesampainya di kawasan Dieng, kami langsung menuju ke Kawah Sikidang dulu. yeppp cekidottt foto-fotonya yaaaa

ibu Ina, Dessy dan Shamila mila e e

Semuanya berjalan normal dan happy ya awalnya, semuanya jalan (literally jalan dengan normal) ga pethakilan, foto-foto dan seperti biasa ina nggombalin si Yashnar dengan rayuan maut supernya.

Mas Danang with Samila, ihirrr cuit2

Upsss, perkenalkan ini mas Tanang alias Rithik Rosan artis India yang sangaaattt populer di kalangan mahasiswa China. Ihirrrrr… semua mahasiswa memandang dia itu ganteng, berwibawa, baik hati dan tidak sombong *mendadakmual haha.

Its meeee with my sneakers

Tsaaaah, perkenalkan ini adalah ibu Indan alias intan yang punya kelainan, penyakit jiwa no 45 yaitu suka memfoto sikil dan sepatunya sendiri. Waras ga siih? Hahaha..

ANTI MAINSTREAM!

Bosan dengan pose kaku dan formal selama di kantor, inilah saatnya berekspresi! Bwahaaha..bermacam pose pun tercipta, pose jungkir balik, kaki di kepala, kepala di kaki, panjat pohon, lontjat-lontjat, pokoknya pose ajaib semua, ckckk kagak pada inget umur kalau udah kayak gini.

Mulaiiii action!

Nahhh, sewaktu menginjak ke obyek wisata berikutnya yaitu Telaga Warna, para personel geng rempong mulai menunjukkan keliaran dan keganasannya. Liat aja nih mas Danang, seneng banget kayaknya bisa bebas lepas jadinya kayak gini nih. 🙂

Theeenn, ga cuma mas Danang, Ina dan Tije mulai ikut-ikutan unjuk gigi. Sekali liat pohon langsung deh beraksi, yang mana aksi konyol mereka berujung kepada sebuah tragedi. Ouch!

DSC_0263

Ini adalah pohon pertama yang kami lewatin di Telaga Warna, langsuuung jadi sasaran aksi para personel geng rempong. Sampai-sampai si Uways takjub bin ajaib melihat tingkah para om dan tantenya ini. *Om-om tante-tante pada ngapain sik? sambil geleng-geleng kepala.

Sampailah kami di pohon kedua, dimana kelakuan geng rempong semakin menjadi

Kelakuaaan oh kelakuan ckckck

Andai pohon ini punya mulut dan bersuara pasti dia udah bilang ” woyyy, inget umur lu pade!”

You Jump I Jump Tijeee !!

Entah apa yang ada dalam pikiran di Tije dan Markina ini, mau bunuh diri apah?? Emang situ udah pada kawin? Istighfarr cuuy!

Allahu Akbarr..!!

Tijeeeee, you jump I jump! Jangan tinggalin akuuuhhh ” Teriak si Ina Markina

Inaaa, Are U OK??

Sraaaaaakkk….Bughhhh!

Loncat indah yang berakhir tragis! Beberapa detik setelah kakinya mendarat dengan posisi jongkok, tetiba ina tergelincir dan jatuh dengan posisi terduduk. Ini adalah penampakan beberapa menit setelah terjatuh. Kami semua masih belum ngeh dengan kondisi ina yang ternyata parah. Dia sama sekali tidak bergerak!

Daaan parahnya mas Danang masih bercanda, dia malah menghitung mundur layaknya petinju yang lagi KO.

“Satu … dua … tiga … empat … Ayo Na bangun!” Ujar mas Danang. Eh ini hitungannya sudah sampai sepuluh lebih kok ga ada reaksi? Malah jauh lebih parah, Ina terlihat sesak napas beberapa saat dan matanya masih terpejam.

Waduh gaswat darurat nih! Langsung kami manggil petugas SOS di kawasan telaga warna dan bermaksud membawa ina dengan tandu ke mobil. Tak berapa lama datanglah dua orang petugas keamanan dengan tergopoh-gopoh.

“Ada apa ini, mbak?” Tanya mereka dengan cemas

Setelah diterangkan dengan singkat oleh mas Danang, masnya langsung berinisiatif menanyakan siapa yang membawa botol air minum. Akhirnya kukeluarin botol tuppy yellow kesayanganku, kupikir mau diminumin ke ina ya, oke deh sok aja. Eeee tiba-tiba masnya mengambil bongkahan lumut dan kayu yang ada di pohon naas itu, terlihat mulutnya komat-kamit dan tak berapa lama dia meludah  di botolku. Cuih..cuh!

Ebuseeetttt!

”Ini mbak, tolong diminumin ke mbaknya!” desak si mas penjaga, mau ga mau percaya ga percaya ya sudah saya minumin aja itu air bercampur ludah ke markina.

Akhir yang naas

Tapii tetep aja air ludah sakti si mas-mas ga ngaruh apa-apa ke markina *yaIYALAH!

Soo, kita buru-buru bawa ina ke UGD di RSU Wonosobo. Alhamdulillah setelah dicek di UGD dokternya bilang ga serius, cuma butuh istirahat total, untuk perawatan bisa dilakukan di Jogja. Hadehh…syukurlah, sampai di Jogja langsung menuju ke Panti Rapih untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Katanya sih tulangnya nggeser dikiiit, bisa sembuh tapi harus istirahat dan minum obat. Meskipun bisa sembuh saat ini tapi ada kemungkinan nanti waktu tua bisa kumat kalau kecapekan atau angkat beban yang berat.

Usut punya usut..

Sepanjang jalan kami pun membahas tentang kejadian tadi, kok bisa ya kepleset. Kesimpulan kami ada beberapa hal, pertama sepatu Ina licin jadi ga bisa nahan beban tubuhnya, kedua karena lantainya lumutan dan bekas hujan jadi emang licin makanya kepleset, ketiga DIKERJAIN si PENUNGGU POHON! Wiiiii hororrr! Ternyata pas diinget-inget waktu itu sedang berkumandang adzan dzhur tapi kita malah ga tetap asyik foto-foto dan pethakilan. Yah, mungkin kami juga yang salah, Ya Allah ampuni dosa-dosa kami ya Allah!

*Moral of the story: Kalau ada adzan, dengerin dulu mbak/mas!

Tiga bulan kemudian….

Si Wonder Woman

Ga Nyangka ni bocah kagak ada kapoknya, habis cedera kemarin ga bikin nyalinya ciut, malah NAMBAH! Yap, setelah sembuh dia langsung uji nyali lompat bebas lagi! No words lagi dah buat sahabat saya ini…

DAEBAAAAKK!

Ditunggu petualangan selanjutnyaa ya naa:) 🙂

Continue reading

September 28

Nanning, Wo Huilai le!

Yuhuuuu Nanning, I’m coming back!

Ga kerasa udah 4 tahun lebih saya ninggalin kampus Minda (kependekan dari Minzu Daxue). Gileee banyak perubahan men! Asrama mahasiswa asing yang saya tinggali dulu masih ada, cuma asrama cowok di belakang saya udah hancurrr rata dengan tanah. Pasar, kantin guru dan kantin mahasiswa di 8 po juga udah dihancurin, plus kedai-kedai yang jualan roti dan pulsa. Meiyou le! Rumah sakit horor di dekat danau asmara juga udah lenyap, kabarnya terbakar karena ada konslet listrik, jadi dihancurin sekalian.

What’s New?

Continue reading

August 11

Sisi lain dari Sisi

Well, sebenarnya, sejujurnya saya maluuu banget lo ngajar Bahasa Indonesia untuk orang asing! Kenapa? Pertama, kecintaan saya terhadap bahasa Indonesia masih kalah sama orang asing. Kedua, karya-karya atau tulisan murid-murid justru lebih bagus dari saya atau orang Indonesia kebanyakan.

Ga Percaya? Cekidot dehh, ini salah satu tulisan terbaik murid saya  yang bernama QIN XI, nama Indonesianya adalah SISI.

Kenalan dulu yah ama murid saya yang cantik dan pintar berbahasa Indonesia inih

Continue reading

June 9

Aku Bangga Mengajar Bahasa Indonesia

Keluarga saya ada tiga orang.

AYAM, Ibu dan Saya

 

Makanan kesukaan saya ada banyak, ada bakso goreng, bebek goreng, PAHA AYAH GORENG, dan mie ayam.

 

LOL! Upss…

Suasana kelas yang tadinya sunyi senyap mendadak riuh rendah mendengar penjelasan saya mengapa kalimat yang dipresentasikan salah seorang mahasiswa tadi sangat LUCU di telinga orang Indonesia. Yah, memang wajar seorang pemelajar melakukan kesalahan berbahasa baik dalam pelafalan, pembentukan kata, penyusunan kalimat maupun aspek berbahasa yang lain.

Continue reading

December 24

Levitasi Hore di Sam Poo Kong

Hachimmmm… *sambil pegang kemoceng

Ampuuun ini blog sudah berapa abad kagak diupdate yak, debunya udah 5cm tebelnya. Buat excuse apa lagi inih? Malas?hmmm mungkin, sibuk? hmmm iya juga, or sibuk sama medsos lain? eaaaa ini bener banget. Asli enggak tau kenapa kalau lagi bosan ama fesbuk larinya pasti ngeblog lagih, eee ini udah ada pacar lain yang lebih ngehits yaitu IG alias instagram! Pantesan blognya dikacangin, hihi jangan sampe deh saingan sama Kaesang si misterkacang yang nasibnya selalu dikacangin. Huahahaa pisss bro!

Untuk pemanasan, baiklah saya akan bercerita tentang levitasi lagi (lagiih?). Iyaa soalnya semenjak hobi levitasiku dipublish di media masa (cieeh maksudnya medsos) via bbm, fb, dan IG membuat banyak orang penasaran dan pastinya suka juga! Oh God mungkin ini bakat terpendamku jadi artis levitasi 😛

Gimanaa caranyaaa foto kayak gituu mbaaa? Kok bisa siiih?

Yaah lagi-lagi jawabannya adalah jam terbang, practice makes perfect! Ya ga? Jangan harap sekali dua kali lompat, foto levitasi akan langsung jadi. Bisa ajaa siih itu kalau jam terbangnya udah tinggi banget. Kalau amatiran kayak gueh? Minimal 10-15 kali baru dapat. Hahhaa kalau gini ga cuma modelnya yang capek, fotografernya juga udah malas fotoinnya. Wkkk

Baiklaaah, sebelum saya sajikan  hasil kerja keras saya loncat-loncat di Sam Poo Kong, terlebih dahulu saya akan bercerita tentang laksamana Cheng Ho. Oo siapa dia?

LAKSAMANA CHENG HO

Siapa kenal laksamana Cheng Ho atau Zheng He dalam bahasa Mandarin? Seorang pelaut dan penjelajah tangguh dari negeri Tiongkok.Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah. Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah). source : http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/09/biografi-laksamana-cheng-ho.html

SAM POO KONG

Sam Poo Kong sendiri merupakan tempat ibadah sekaligus petilasan laksamana Cheng Ho yang kabarnya dulu pernah singgah disana. Saya juga sempat bingung, menurut sejarah si laksamana Cheng Ho ini beragama islam tapi kenapa tempat petilasannya jadi klenteng sekarang yak? Ya sudahlah, saya tidak ambil pusing toh kita ambil sejarahnya dan nilai-nilai toleransinya.

Selain sebagai tempat peribadatan, saat ini Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi salah satu wisata religi yang diunggulkan di Semarang. Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong terbagi menjadi dua bagian, yaitu plaza utama dan bangunan klenteng. Pengunjung yang tidak memiliki kepentingan hanya boleh masuk ke plaza utama, tempat di mana berdiri patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 m. Patung berbahan dasar perunggu yang dibuat di Cina ini merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah selatan terdapat gerbang raksasa berwarna merah menyala yang membuat kita serasa berada di Negeri Cina. Di balik pagar besi terdapat bangunan klenteng yang hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang hendak berdoa atau ingin membaca peruntungan yang dikenal dengan istilah ciamsi. (source http://semarang.yogyes.com/id/see-and-do/religious-sight/sam-poo-kong/

CAMERA, ACTION!

Olraiittzzz now lets check my outdoor photo-shot! Daan tentu saja bukan intan kalau fotonya ga total! Bawahaaa, sehari sebelumnya saya sudah menyiapkan kostum yang pas untuk foto-foto hari ini. Ada topi ala-ala putri huanzu, lengkap dengan topi yang untuk cowok, baju China lengkap, plus sepatunya. All in red!

Ni Hao! *pose normal dulu

Sebenarnya udah dua kali saya menginjakkan kaki di Sam Poo Kong ini, duluuu banget cuma ada klenteng utama dan gedung batu belum ada patung Cheng Ho dan plaza utama. Sekarang buat pengunjung yang mau memasuki klenteng dan gedung batu harus bayar lagi Rp 20.000 dan Rp 30.000 untuk orang asing. Karena bawa rombongan banyak, kami pun hanya foto-foto di plaza utama saja, bokek cuy kalau harus bayar lagi. Oya tadi tiket masuknya cuma Rp 3.000/ orang loh!

Di Balik Layar Levi Photo-shot!

Credit to Mas Danang! Sebenarnya aku sama hani lagi foto-foto pake hape, tapi apesss foto levitasiku pake hape ga ada satupun yang jadi. Arghhhh sakitnya tu disini *nunjuk dengkul. Tapi beruntung banget ternyata dari belakang mas danang moto-motoin aksi kita yang gagal diabadikan oleh hape ajaib lenovo. Oh tolong abaikan perutku! Baru sadar aku lupa tahan napas pas lagi action, wkkk 🙂

Jurus Panda Menjulang Angkasa, Hyattt!

Sebenarnya sang mahaguru levitasiku yaitu Hani, sudah menyarankan untuk action pake jurus kungfu. Lahhh tapi aku ga gitu paham jurusnya, hihi akhirnya keluarlah tendangan karateku yang sudah tidak simetris lagi.

STAY LEVI STAY HAPPY!

Sumpah deh, aku usulin nih fotografi levitasi jadi salah satu tugas wajib waktu pelajaran sejarah. Jadi nanti waktu nerangin tempat-tempat bersejarah, gurunya bisa nyuruh murid-murid berlevitasi ria di lokasi tentu saja setelah belajar sejarahnya di kelas yaa. Jadi pelajaran sejarah akan jauuuh lebih berkesan dengan tugas : Membuat foto levitasi di tempat bersejarah! Nyiahahaaa…*pinjem ketawanya bik ina

The Floating Huanzu Gege

Thanks to mas Danang lagih! Berkat beliaulah foto ini ada, di hapeku semuanya pose geje pasti pada ngakak kalau liat. Ah aku belum memiliki keberanian untuk ditertawakan khalayak umum 😛

Aksi Hani sang Guru Spiritual Levitasi

Haniii kok bisa siiih lompatnya tinggi banget? Kok aku ga bisa yaaa *lihattimbangan, yah maklum faktor U dan BB juga ngaruh dalam tinggi rendahnya loncatan levitasi, aku cuma bisa gigit jari ngeliat aksi Hani.

Duo Master Levitasi

Putus asa dengan single photo-shot yang kagak jadi-jadi, akhirnya kami memutuskan untuk duet maut! Thanks hani my levimate, and mas danang yang setia memotret dibawah teriknya matahari. Eaaaaa 🙂

Gei Woooo

Fiuuuhh keringat-keringat sebesar biji jagung sudah mulai menampakkan wujudnya, tak apa ini pertanda levitasi adalah gaya hidup yang sehat! Coba inget-inget dalam sehari kita sering keringetan ga? Nah tu, kalau jarang berarti gerak dan olahraganya kurang. *jiahhh sok banget gue

Just Gimme Hani!

Ceritanya lagi perebutan tahta antara dua bersaudara di kerajaan Champa. Oh lihatlah betapa serakahnya sang kakak mencoba merebut singgasana dari putra mahkota.

Sidekick!

And here it is, our final shot!

Duo atlet wushu wanna be!

And the last but not least, foto dulu bareng rombongan murid-murid Darmasiswa dan teman kantorku. All together!

All together *eh dimana ibu Dessy

I’ll see ya on our next trip!

*Please let me know if you like my levi photo-shot by leaving a comment.

Thank you 🙂 Terimakasih 🙂

February 5

Tato dan Aksara Jawa

Suatu hari, salah satu mahasiswa saya dari Polandia namanya  Krystina datang ke kantor dan serta merta bertanya, “Ibu Intan, bolehkah mengajari saya menulis aksara Jawa?’ pintanya sopan.

Permintaannya membuat saya bengong  dalam beberapa detik. Pertama, kaget dan shock, kok ya ada orang asing mau-maunya belajar budaya kita apalagi nulis aksara Jawa, kan susah banget gitu. Trus, saya merasa malu dong  sudah bertahun-tahun tidak pernah menggunakan aksara jawa, boro-boro hapal, baca aja susahnya minta ampun. Duh!

Tapi saya ga mau dong kehilangan wibawa sebagai orang Jawa, masak ga bisa nulis aksara jawa. Hihi, akhirnya setelah tanya pakdhe google, saya mulai ngapalin lagi aksara-aksara dan juga sandangannya.

Aksara Jawa Continue reading