August 11

Sisi lain dari Sisi

Well, sebenarnya, sejujurnya saya maluuu banget lo ngajar Bahasa Indonesia untuk orang asing! Kenapa? Pertama, kecintaan saya terhadap bahasa Indonesia masih kalah sama orang asing. Kedua, karya-karya atau tulisan murid-murid justru lebih bagus dari saya atau orang Indonesia kebanyakan.

Ga Percaya? Cekidot dehh, ini salah satu tulisan terbaik murid saya  yang bernama QIN XI, nama Indonesianya adalah SISI.

Kenalan dulu yah ama murid saya yang cantik dan pintar berbahasa Indonesia inih

Continue reading

June 2

My Graduation Outdoor Photoshoot

Momen wisuda memang kudu diabadikan ya kawans!

Tapi gimana perasaanmu kalau semua keluarga kagak ada yang mau diajak foto studio? Alasannya ada aja, ribet lah, capek lah, sayang uang lah…haduuuhh rempong jaya deh kalau begindang. Baiklah karena tak ada yang mau menemaniku mengabadikan momen istimewa ini, maka ku sudah membulatkan tekad untuk membuat langkah yang spektakuler! Pokoknya tak ada yang bisa menghalangikuu! Huauhahahaha

Pucuk dicinta, Ulam pun tiba. Gayung bersambut nih, pas mau foto dan bingung nyari yang motoin siapa, teringatlah daku pada seseorang kawan lama. Kebetulan hobi fotografi juga, hasil jepretannya oke punya bok! Coba aja kepoin IGnya @djowidyadjojo beuuuhh dijamin mata ga berkedip ngeliatin foto-foto pemandangannya yang indah. Dannn the most important thing, dia mau looh fotoin akuh! *Peyukeratwidya

Okehh langsung ajahh cekidot hasilnya yahh!

Kampus Biru bukan tujuan, melainkan batu loncatan.

Continue reading

May 31

Congraduation, Intan ssi!

Akhirnyaaa selesai juga studiku di kampus biru, meskipun tergolong ‘sedikit’ lama dan terlambat dibanding teman-teman seangkatanku tapi aku patut mengapresiasi diriku sendiri yang bisa menyelesaikan studiku setelah menempuh 5 semester (well, formally its 6 semester). Yeayyy selamat yah!

Hard work, discipline and focus!

Idealnya sih seperti itu kalau mau sukses, tapi ada kalanya (eh banyak juga sih) saat-saat aku tenggelam dalam kemalasan (*ngedrakor aslinya) berhari-hari hidup ibarat zombie mantengin Jung Yonghwa atau Lee Jong Suk di serial drama mereka. Asliiii aku kena jerat cinta yang penuh tipu muslihat si drakor, yang pada mulanya selalu diperbincangkan oleh Mb Erry. Wkkk sorry mbaa ga maksud blame on you. But I think drakor cuma jadi one of many alasan aja untuk keterlambatan studiku. Alasan lain yaa malas, ga focus dan tidak disiplin! Bayangin yah, habis ngantor harusnya aku bisa mampir ke perpus untuk baca-baca, atau kalau ga habis ngantor tidur siang bentar trus urusin rumah, masak and beberes, tidur bentar habis tu malam harinya bisa belajar mpe pagi.

Tapiii…tapii…

Continue reading

May 15

FQA Beasiswa Pendidikan Pascasarja Dalam Negeri (BPP-DN)

Well, akhir-akhir ini banyak sekali sms masuk ke saya yang menanyakan tentang prosedur pendaftaran BPP-DN (dulunya beasiswa Unggulan or BU cuy). Baiklah untuk memberikan informasi yang lebih luas jangkauannya, akan saya buatkan postingan Question and Answer di blog saya inih. Semoga bermanfaat bagi teman-teman or adek-adek semua yang ingin melanjutkan studi menggunakan skema beasiswa ini.

1. Q : Siapa saja yang bisa mendaftar beasiswa ini?Saya kan bukan dosen, bisa ga ya?

A : Bisa. Sasaran BPP-DN ini ada empat yaitu 1) calon dosen, umur maksimal 26 tahun, 2)Dosen yang sudah memiliki NIDN, 3) Tenaga Kependidikan, pegawai tetap  di PTN atau PNS Ditjen Perguruan Tinggi, 4) Warga Negara Asing.

2. Q : Prosedurnya gimana untuk pendaftarannya?ribet ga?

A : Sama sekali tidak ribet.

Pertama-tama, daftar onlen di laman beasiswa.dikti.go.id/dn. Kedua, daftar program S2/S3 ke PPs (Perguruan tinggi penyelenggara) yang dituju baik secara online atau konvensional. Kalau di UGM bisa buka laman um.ugm.ac.id. Ketiga, mengikuti tes seleksi masuk di PPs tujuan. Kalau di UGM tesnya adalah tes bahasa Inggris Accept dan tes Psikologi yaitu tes TPA.

3. Q: Adakah  batas Usia untuk program ini?

A : Untuk calon dosen, usia maksimal adalah 26 tahun untuk program S2 dan 28 tahun untuk S3. Dosen, adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk program S3 terhitung pada 1 September setiap tahun berjalan. Untuk tenaga kependidikan, usia maksimal adalah 40 tahun (S2) dan 42 tahun (S3)

4. Q : Apakah harus mencari surat rekomendasi dari Kopertis untuk pelamar calon dosen?

A  : Tidak, surat keterangan dari Kopertis hanya disyaratkan bagi para dosen yang sudah mengajar di lingkungan Kopertis tersebut.

5. Q : Surat Perjanjian Kerja/Rekomendasi dari Universitaswajib ga sih?

A : Kalau ada, lebih bagus. Kalau tidak, ya tidak apa-apa. Karena nanti akan menandatangani surat kontrak untuk kita ditempatkan di seluruh Indonesia. Jadi tidak usah bingung ketika belum tahu mau mengabdi dimana.

Hmmm mungkin sekian dulu sesi tanya jawabnya, kalau teman-teman masih ada yang ditanyakan lagi please feel free to ask or give comment ya. Untuk keterangan lebih lanjut bisa dilihat di PEDOMAN_BPP-DN_Rev.

Selamat mencoba dan sukses yaaaa!!