.entry-content p { text-align: justify; }
March 15

Serunya Jadi Dosen Tamu

Menarik? silahkan berbagi..

Dulu sekali waktu saya kuliah S1, saya pernah diajar oleh beberapa dosen asing atau ‘native speaker’. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah ‘sepuh’. Kesan saya waktu itu ke mereka “WOW” Keren dan mantap kali ya jadi dosen asing itu.

Ga kebayang sama sekali setahun kemarin saya dapat kesempatan emas untuk menjadi seperti mereka, Yeyyy ternyata ga cuma bule aja yang bisa jadi Native Speaker! Ternyata orang Indonesia juga bisa! Yeahhh..hidup Indonesaahh…

Nah sekarang saya mau share pengalaman saya selama jadi native speaker di Guangxi University for Nationalities (GXUN) di Nanning, Guangxi, China. Kebanyakan sih pengalaman enak daripada ga enaknya, hehe, yuukks cekidot

Fasilitas

Waktu sebelum datang, saya ga punya ekspektasi apapun tentang tempat tinggal nanti disana bagaimana, dapat fasilitas apa, listrik dan airnya dikasih gratis ga, rumahnya bagus ga, dll. Sempat khawatir juga karena sampai hari keberangkatan saya belum dapat info yang pasti tentang akomodasi saya, yang jelas saya akan diberikan fasilitas akomodasi selama setahun dan gratis! Itu aja sih yang bikin saya ayem.

Nah, pas datang and liat gedungnya dari luar sempat bikin keder juga. Busetttt ini kok kayak apartemen di film-film vampir Cina jaman dulu yak! Wahaha, lebay banget mah saya. Dan ternyata ketakutan saya tidak beralasan, pas dibuka pintunya dan taraaaa…

Welcome home!

Bagus banget rumahnya, ada dua kamar, satu kamar mandi, kamar tamu, dapur dan juga tempat jemuran. Dan voilaa…semua perabotannya baru cing! Dari kulkas, mesin penghangat air, mesin cuci, kompor, lemari, meja dan kasur, semua masih ada segel barunya. Woooow…daebak! Saya jadi merasa spesial *Uhuk! Terpenting adalah saya mendapat jatah listrik, air dan internet gratis *Internetnya super duper kuenceng rek. Alhamdulillah, semuanya diluar ekspektasi saya kecuali satu hal; kasur.

Iyaaa KASUR alias alas tidur. Dilihat sepintas memang mirip springbed yah, tapiii waktu ditidurin alahmaak kerasnya bukan main kayak tidur diatas kayu yang dialasin kasur tipiiiis mungkin cuma 3-5 cm. Yah mau gimana kan adatnya orang China emang ga suka kasur yang empuk, sukanya yang keras *terbuat dari serbuk kayu dipadatkan karena katanya bagus untuk kesehatan. Okehh finee…hahaha

Oya jangan harap di hotel berbintang 3 juga kasurnya udah empuk yah, pernah pas ada acara dan nginep di hotel saya udah hepi berat dong yah bisa ketemu kasur empuk. Lepas sepatu taro barang-barang langsuuungg menerjang kasurnya kirain bisa menul-menul eeee tau-tauΒ  makglodak! Onde mandee untung ga patah ni punggung, wkkk pas saya cek kasurnya ee jebule sama aja beda casing doang.

maafkeun fotonya burem, ini fotonya pakai hape lama yang kameranya kurang yahud. Wkkk tuh liat kan kasurnya kayak springbed yah, padahal itu dari serbuk kayu yang dipadatkan. Atosnya bukan main!Huh! *maap berantakan bahahah

Pelayanan

Untuk pelayanan lumayan bagus yah, semuanya diurusin dari visa sebelum kedatangan sampai untuk mengurus residence permitt. Mas yang di International Officenya ternyata ganteng, EHM! Padahal udah email-emailan bertahun-tahun sama dia lho, tak pikir udah bapak-bapak gituuu eee jebule kayak oppa-oppa korea bok! Masih muda kinyis-kinyis, manis, senyumnya cool bangett apalagi pas musim dingin pakai coat gituh…aaaak bikin klepek-klepek pokoknya. Saya kasih bocoran inisialnya pake D yak, itu nama internasionalnya dia sih. Hahaha, yang pernah ke GXUN pasti kenal πŸ™‚

Pengalaman Mengajar

Ini nih yang bikin kangen, suasana kelasnya khas banget. Iyaa masih pake papan tulis dan kapur. Papan tulisnya berwarna ijo dan instagrammable banget cuy! Sukaaak, kangen nulis pakai kapur lagi. Biarin lah orang bilang udah ketinggalan jaman yang penting asik dan unik! Selain itu ada podium untuk laoshi-nya, ada satu set komputer lengkap bersama audio-nya. So, kita ga perlu bawa laptop berat-berat tiap hari, tinggal copy aja materinya ke komputer atau dikirim via email

Eaaaa…ini murid-murid saya waktu saya minta mengerjakan soal latihan. Tuh..asik kan pakai kapur?

Papan tulis yang instagramable

Kegiatan Belajar Mengajar

Di sini semuanya; dosen dan mahasiswanya diwajibkan datang on time, dan pulang sesuai jadwal. Ga main-main setiap awal kelas akan ada petugas dari dewan fakultas yang datang memeriksa. Saya pikir petugas berseragam ya atau ayi-ayi yang datang, ternyataaaa dugaan saya salah sodara-sodara jadi petugas yang mengecek kehadiran dosen dan mahasiswa adalah mahasiswa, semacam Students Employment kali ya disini. Jadi dia dari luar jendela akan menghitung jumlah mahasiswa dan mengecek dosennya sudah datang belum, bahkan seringkali akan memfoto kondisi kelas. Jadi ga ada tuh ceritanya dosen mbolos, telat, gabungin kelas atau curang misal cuma ngasih tugasΒ  trus tandatangan. Coba aja pasti ga sampai seminggu bakalan dipanggil dewan fakultas or wakil dekan! Bakalan ketauan soalnya, bahkan kemarin saya sempat bawa uways ke kelas juga ketauan. Padahal uwaysnya anteng di belakang ga ribut tapi tetap tidak diperbolehkan. Hehehe intinya saya dihitung melanggar peraturan juga dan pernah dipanggil wakil dekan. Hmm pengalaman yang kurang mengenakkan sebenarnya, haha tapi saya akui saya emang salah.

Oya di pergantian kuliah tiap satu jamnya akan ada istirahat 10 menit. Waktu ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk bersitirahat sejenak, menghirup udara keluar, atau sekedar ngobrol dengan teman dan dosen juga punya waktu untuk mengoreksi tugas mahasiswa.

Murid-muridnya kece abis!

kelas Yingyin 2014

Well, kemarin saya ditugasi untuk mengajar tiga kelas yang berbeda, yang dua kelas sama jurusannya yaitu jurusan bahasa Indonesia murni tapi berbeda angkatan, dan yang satu adalah kelas bahasa Indonesia untuk jurusan perdagangan internasional. Ada 6 mata kuliah yang saya ampu seperti; membaca, menulis, menyimak, berbicara, bahasa Indonesia untuk bisnis, sejarah dan budaya Indonesia totalnya adalah 16 sks untuk satu minggu. Hari bekerja hanya Senin sampai Jumat saja, itupun hari Kamis saya tidak ada jadwal, jadi lumayan bisa leyeh-leyeh mempersiapkan kuliah hari Jumat dan memikirkan rencana untuk weekend hari Sabtu dan Minggu. Hohoho!

kelas yingyin 2015

So far murid-murid di kelas Yingyin oke semua yaa, aktif, rajin dan menyenangkan. Kondisi kelas sangat kondusif karena semua murid memperhatikan dengan baik, tak malu untuk mengungkapkan pendapat dan ide-idenya. Sedangkan di kelas Guoyin agak sedikit pasif dan bahasa Indonesianya sangat terbatas ya karena kurang antusias. Gemes lah pokoknya kalau ngajar kelas ini, murid-murid sukanya mainan hape *main game online bok! , ngobrol sama temannya dan kalau ditanya ga NGERTI samsek! Hadeeeh, bablasss aja ga ada yang nyantol satu pun. Tobatt banget kalau ngajar kelas Guoyin inihh..

Pemandangannya aduhaaii indahnyaaa…

Danau asmara

Ini adalah salah satu spot yang terletak di tengah-tengah kampus GXUN, ada danau yang membelah jantung kampus menjadi dua bagian. Danau xiangsihu atau danau asmara namanya, jangan tanya berapa banyak orang yang pacaran di sini karena rimbun dan teduhnya. Wkaakak…eh seriuuus mereka kalau pacaran ganas euuy padahal di tempat terbuka gitu yak, orang lewat di depan mereka pun tetap ga bergeming gituu teteup aja *iiih geli bayanginnya hahaha

Walaupun banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya, tapi danau ini menjadi saksi bisu para pegiat ilmu dan mahasiswa yang tekun menimba ilmu lho! Coba datanglah pagi-pagi pada pukul 7 atau sore hari lewat pukul 4 atau lima sore, pasti banyak mahasiswa yang berlatih membaca keras-keras, berlatih bernyanyi, berlatih alat musik, atau sekedar membaca di pinggir-pinggir danau. Banyak meja dan kursi di sana jadi bisa digunakan untuk belajar dengan nyaman.

Mungkin sementara itu sih pengalaman seru saya selama menjadi dosen tamu di kampus GXUN atau biasa disebut kampus Minda di Nanning, Guangxi, China. Selain pengalaman berharga di atas, saya juga benar-benar belajar menjadi guru yang profesional namun tetap bisa dekat dengan para mahasiswa.

Semoga lain waktu bisa berkunjung lagi ke kampus hijau yang indah ini, terima kasih telah menerima dan menyambutku dengan baik. Sampai jumpa, ZAI JIAN!



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted March 15, 2017 by intan rawit in category "BIPA", "Just Something Personal", "Mom's diary", "Perjalananku

64 COMMENTS :

  1. By Infoana on

    jadi dosen emang keren, pengalaman pasti banyak tapi gak semua bisa.. ingin tapi ilmu belum cukup..:D

    Reply
  2. By bonia on

    wah seru.. walaupun nenek moyang saya dari china, namun saya tidak pernah menginjakan kakinya ke sana.. πŸ™‚

    selamat sukses ya…!!

    Reply
  3. By monda on

    kampusnya keren, ada danau cantiknya..
    ketat banget ya kuliah aja dipantau terus begitu, nggak cukup pakai absen aja ya

    Reply
  4. By Saat Santai on

    Ternyata disana sekolah masih pakai kapur yah. Jadi ikutan nostalgia waktu SD. Dan biasanya yang sering menjadi bahan kejahilan waktu sd itu penghapusnya. Biasanya dilap ke muka temen. hehehe

    Reply
  5. By Tekno on

    pengalaman yang cukup menarik sekali, semoga sukses selalu ya mbak intan. doakan kami juga agar bisa seperti mbak intan

    Reply
  6. By Sijai on

    wah ceritanya menginspirasi.
    betewe, ini penulisnya gaul dan kekinian banget. mantaapp!!

    Reply
  7. By Terserah Blog on

    Pasti menyenangkan sekali berkunjung ke negeri dengan kebudayaan yang berbeda dengan kita. Banyak pengalaman baru dan pengetahuan baru yang kita dapatkan.

    Salam

    Reply
  8. By alfal on

    kalo jadi dosen mah yang kebayang tugas numpuk yang banyak en materi yang nggak abis-abis -_-

    Reply
  9. By inspiring on

    Asyik nih, belajar sambil jalan-jalan. Saya dulu juga pernah, tapi ndak jauh-jauh dari tempat asal hehehe

    Reply
  10. By Mau Disini on

    Menyenangkan pasti ya mba intan bisa mengajar sekaligus jalan-jalan ke luar negeri. Sungguh pengalaman luar bias yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Sukses terus ya mba πŸ™‚

    Reply
  11. By Mukhofas Al -Fikri | BauBlogging on

    wah serunya bu..

    ingin rasanya dapat pengalaman kayak gitu itu.

    tpi saya kan bukan dosen bukan guru

    tanya : kalo andaikan saya jadi seorang ahli di bidang sejarah walau ga pernh jadi guru ataupun dosen apa bisa mendapat honoris causa?

    maaf bingung istilah begituan

    salam ya bu intan

    Mukhofas

    Reply
  12. By adi on

    pengen banget bisa jadi dosen tapi kok tahun2 ini sulit banget.
    jadi hilang semangat

    Reply
  13. By ferizamia on

    pengalamannya membuat saya terinspirasi, sangat bermanfaat.., selalu lah semangat dalam menjalani pekerjaannya, karena menjadi pengajar adalah pekerjaan yang mulia (haha malah jadi nasehat :D)

    Reply
  14. By martinsetiawan on

    pengalamannya keren banget. ngomong-ngomong, lihat pic danau asmara jadi ingat film ular putih. ups ketahuan umurnya berapa XD

    Reply
  15. By Arfin on

    Kok rasanya enak bener ke laur negeri dibayar,di fasilitasi

    bisa sambil liburan lagi,,walau tujuan utama bukan itu sh πŸ™‚

    Reply
  16. By Wadiyo on

    Inspiratif banget Mbak.

    dulu ingin jadi dosen, dan akhirnya gagal jadi dosen,
    sekarang cari yang lain πŸ™‚

    Reply
  17. By andrie kristianto on

    widih pengalaman yang luar biasa bisa jadi guru sekaligus bisa mengajar orang luar, kebanggaaan nih bisa disebarluaskan juga di indonesia hhe

    Reply
  18. By Porter Mazuret on

    that’s awesome…
    go to Indonesia once in Yogyakarta in 2015 join Learning Express Program in UMY. it’s very good program and hope can go to Indonesia again…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *