June 21

Made in Jogja, Built in China

Well, actually this is the story about my second pregnancy. Yeahh seriously?

Loh kok bisa? kan lagi tugas di China setahun? Trus, siapa yang menghamili? Wkakakk…ya suamiku lah yaww masak suami orang, hihi. Serius? Iyaaa, ceritanya panjang deh jadi di awal semester ganjil kemarin saya ambil cuti untuk mengantar Uways pulang ke Jogja dan nemenin dia opname sampai sembuh total. Setidaknya ada waktu dua bulan  yang mungkin dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Bapaknya Uways. LOL

Masa-masa Uways sakit sewaktu opname di China dan lanjut opname di panti rapih selama hampir lebih dari dua bulan benar-benar ujian terberat dalam hidup saya. Rasanya ingin ambil alih semua penyakit Uways, ga tega liat badannya yang tinggal tulang, wajahnya tirus dan dengar tangis kesakitannya tiap kali diambil darah atau ganti jarum infus.  Bahkan dia sampai ganti jarum infus sebanyak 3 kali soalnya maksimal pemasangan infus cuma sampai 7 hari. Ya Allah, rasa-rasanya mau give up, down banget lah, saya merasa ini semua salah saya. Kenapa juga harus bawa dia jauh-jauh, coba kalau ga ikut pasti dia ga bakal menderita kayak begini. I feel sad, down, depressed, pokoknya tiap malam pasti saya menangis sedih menyesali kebodohan diri sendiri. Kalau saja saya bisa mengulang waktu….

Ternyata Tuhan sudah merencanakan sesuatu yang indah, setelah semua cobaan yang kami alami. Setuju banget dengan quote di atas kalau the most  beautiful rainbow and sunshine comes after the worst storm! Allah memberikan hadiah yang sangat manis untuk saya, Alhamdulillah.

My first trisemester (Week 1-12)

Continue reading