.entry-content p { text-align: justify; }
December 12

Keseruan di Perpusda Wonosobo yang Oke Punya!

Menarik? silahkan berbagi..
Berkunjung ke Perpusda Wonosobo

Mendung dan gerimis sudah sedari pagi mengguyur kota Carica, tapi tak mengurungkan niat si tiga bersaudara ini untuk jalan-jalan ke Perpustakaan Daerah Wonosobo atau biasa disebut PERPUSDA ini. Mamak Intan, bulek TikaΒ  beserta krucils si Uways naik angkot kuning atau hijet dari rumah menuju perpusda.

Lokasi perpusda sangat strategis, pas di jantung kota Wonosobo yang super dingin ini, persis di depan alun-alun kota jadi gampang banget diakses. Trip ini sejatinya untuk mengulang nostalgia saya dulu jaman SMP sampai SMA suka banget baca dan pinjam buku di sini. Koleksinya juga uptodate kala itu, langganan saya buku serial Goosebumps, Petualangan Lima Sekawan Enid Blyton, Metamorphose, Serial Lupus, sampai karya sastra karangan NH.Dini, HAMKA dll juga terpajang rapi di rak-rak perpus. Duluuu, bangunannya sederhana banget, cuma ada ruang baca utama. Sekarang? Gilaaaa keren bingitt bo! Yuk cekidot liputannya.

LORONG SEJARAH

Sebenarnya ini istilah saya sendiri sih, soalnya begitu masuk dan melewati aula depan, kita disuguhi bermacam dokumentasi dari jaman Belanda dan juga ada berbagai koleksi berharga mulai dari Al Quran dwi bahasa mulai dari Al Quran berbahasa mandarin, Rusia, Yugoslavia, Somalia, Spanyol, Portugis dan tentunya bahasa Inggris. Ada juga kitab kuning dan kitab-kitab lain yang umurnya sudah ratusan tahun. Subhanallah…

Menyusuri lorong ini, saya bisa flashback sejarah dan kejadian di masa lampau yang terjadi di kota kelahiran saya. Saya baru tau kalau pada tahun 1924, kota saya luluh lantak akibat bencana alam gempa bumi dan longsor yang mengerikan dan memakan korban lebih dari 1000 orang!Bangunan-bangunan kokoh di kota semuanya hancur, pemukiman penduduk juga banyak yang roboh. Oh My Goodness…ga bisa bayangin situasi kala itu.

U know what…saya baru tau kalau Hotel Kresna (dulunya hotel Dieng) udah eksis dari tahun 1914. Ckckck…

SEJARAH KABUPATEN WONOSOBO

Berdasarkan cerita rakyat, pada sekitar awal abad 17 tersebutlah tiga orang pengelana masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di daerah Wonosobo. Selanjutnya Kyai Kolodete berada di daratan tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar kota Wonosobo. Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa Wonosobo yang dikenal sebagai Ki Singowedono yang telah mendapat hadiah satu tempat di Selomerto dari Keraton Mataram serta diangkat menjadi penguasa daerah. Namanya pun berganti menjadi Tumenggung Jogonegoro. Pada masa tersebut, pusat kekuasaan dipindahkan ke Selomerto. Setelah meninggal dunia, Tumenggung Jogonegoro dimakamkan di desa Pakuncen.

Tumenggung Jogonegoro

Sampai saat ini makamnya masih dikunjungi para peziarah lho! Karena beliau dikenal sebagai tokoh yang sakti hingga banyak masyarakat Wonosobo masih mengkeramatkan beliau. Pada Hari Kamis Wage, Jumat Kliwon, Senin Wage dan Selasa Kliwon masih banyak orang yang berziarah dengan maksud dan tujuan masing-masing.

AKSARA JAWA : PUISI KESEDIHAN AJI SAKA

Puisi Kesedihan Aji Saka

Aku baru tau kalau Aksara Jawa ternyata adalah puisi kesedihan dari Aji Saka!

Jadi ceritanya gini, dipercaya dulu bangsa yang menghuni pulau Jawa adalah para denawa (raksasa) yang gemar memangsa manusia. Pada waktu itu telah ada Kerajaan yang berdiri dengan nama Kerajaan Medang Kamulang yang dipimpin oleh raja raksasa bernama Prabu Dewata Cengkar.

Nah, suatu ketika datanglah seorang pemuda bernama Aji Saka dari golongan manusia yang bermaksud menghentikan kekejaman Prabu Dewata Cengkar. Sebelum berangkat ke Pulau Jawa (konon dia berasal dari daerah Majeti) ia menitipkan pusaka kepada abdi kepercayaannya, Sembodo . Tidak boleh ada yang menyentuh pusakanya itu selain Aji Saka sendiri. Setelah itu, berangkatlah Aji Saka beserta abdinya yang lain, Dora, pergi menuju pulau Jawa.

Singkat cerita, sesampainya di pulau Jawa, Aji Saka langsung menyambangi tempat ibu kota kerajaan Medang Kamulan. Ia kemudian menantiang Dewata Cengkar untuk bertarung. Aji Saka pun berhasil mendorong Dewata Cengkar ke laut selatan. Tetapi sesungguhnya dia belum mati, hanya berubah menjadi buaya putih.

Setelah menjadi raja, Aji Saka mengirim Dora untuk mengambil pusaka yang dititpkan kepada Sembodo. Aji Saka lupa bahwa dia pernah berpesan pada Sembodo untuk tidak memberikan pusaka itu pada siapa pun, kecuali dirinya. Nah, bisa ditebak ya..masing-masing abdi tersebut memegang teguh amanah dari tuannya, sehingga terjadilah pertarungan sengit karena Sembodo menolak untuk memberikan pusaka itu pada Dora. Pertarungan sengit itu berujung pada kematian kedua abdi kesayangan Aji Saka tersebut.

Tak lama Aji Saka pun mengetahui perihal tersebut, dia pun pulang ke bumi Majeti dan sangat terkejut mendengar kematian kedua abdinya tersebut. untuk mengenang kesetiaan mereka, maka terciptalah puisi yang jika dibaca menjadi aksara hanacaraka. Susunan Alfabet aksara jawa menjadi puisi yang diterjemahkan sebagai berikut :

Hana carakaΒ  : Ada dua utusan

Data sawalaΒ  ; yang saling berselisih

Padha Jayanya : (Mereka) sama jayanya (dalam perkelahian)

Maga bathanga : Inilah mayat (mereka)

IHIKS! Sedih cuy bacanya!

Baiklah, setelah puas menelusuri lorong sejarah. Saatnya memanjakan para krucils, yeahh sampailah kita ke ruangan yang dituju yaitu RUANG BACA ANAK

Wowww, coba jaman aku kecil udah ada perpus ginian yak! Tiap hari pasti main kesini. Koleksi bukunya lengkap bingits, ada bermacam ensiklopedia, majalah, buku cerita, buku dongeng, buku sains untuk anak, dsb.

Ga cuma itu, setelah puas membaca buku, anak-anak pastinya pengennya main ya. Taraaa…di ruang baca anak ini juga ada ruang bermainnya bok!

Sekali lagi ini gratis yaa bok! Mau mandi bola, naik mobil-mobilan, main rumah-rumahan, perosotan, dan masih banyak mainan lainnya, boleh! Asal habis itu dirapihkan lagi seperti semula lho yaa…

Denah Perpustakaan
Denah Perpustakaan

Ternyata masih banyak ruangan lain yang belum sempat saya jelajahi. Ada ruang Audio Visual, ruang koleksi keliling, ruang pembelajaran bahasa Asing, ruang serial, sampai ruang internet juga ada! Di lantai dua ada ruang fungsional ruang pembinaan, TU dan ruang rapat. Lain kali deh kesini lagi

Gimana gaes, keren kan perpusda Wonosobo? So buat yang tinggal di Wonosobo, sok atuh ditongkrongin perpusnya biar ga sepi. Bisa main, baca buku dan menambah wawasan. Ingat BUKU adalah JENDELA DUNIA. So buat yang mau keliling dunia tapi belum ada duit? Bisa keliling dunia dulu di perpustakaan. Hehe…

Yuk, jadi Sahabat Perpus!



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted December 12, 2015 by intan rawit in category "Just Something Personal

30 COMMENTS :

  1. By Bibi Titi Teliti on

    Intaaaaan…
    Asyik banget sih perpustakaan nya ramah anak gitu, ada taman bermain segala yaaah πŸ™‚

    Aniweeey, bacaan masa kecilmu samaan denganku rupanyaaa, suka baca seri Enid Bliton juga rupanya hehehe…selain lima sekawan, aku suka baca seri asrama nya mereka kayak Malory Towers, Si Kembar di St. Clare sama si Badung itu lhooo…duh, jadi perasaan pengen baca lagi hehehe…

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      iyaa mbaa..mudah2n bsk ada perpus yabg buka layanan salon dan menipedi, wjkk ben buibu podo betah d perpus

      jiahhh iyakah mb?ketauan dweh qt generasi tuwir iwir iwir wkkk..iya mb yg seri enid bliton dterbitkan lagi kmrn q liat d toko buku

      Reply
  2. By Ermi Kartika Dwi Wari on

    Sekedar informasi:

    Perpusda bisa juga loh untuk kunjyngan study wisata anak-anak paud! nanti kita diajak keliling perpustakaan, dan diajak nonton film jyga loh???

    Reply
  3. By febridwicahya on

    Waaaaaks πŸ˜€ perpustakaannya lengkap banget ya mbak kayaknya πŸ˜€ banyak sejarah, ada tempat main anaknya juga:)) kereeeen πŸ˜€

    Reply
  4. By intan rawit (Post author) on

    iyooaa feb…sekali merengkuh dua tiga pulau terlampaui lah hehe..mamaknya bisa baca anaknya bisa maen hahh

    Reply
  5. By Una on

    Daerah Majeti itu di mana ya? Perpusnya sudah baik tapi harusnya bisa lebih keren lagi wkwkwk.

    Reply
  6. By intan rawit (Post author) on

    Wadoh, dimana ya mungkin dekatnya Majalengka kali ya wkkk *ngarang. Iyoo mudah2an tiap tahun ada perbaikan fasilitas jadi makin kerenn

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      haloo mas Endang. salam kenal yaa, hehee iya nih kebetulan hobinya jalan-jalan. Okee meluncur ke tkp mas

      Reply
  7. By aep on

    Knp y perpus itu jarang pengunjung, miris y banyak yg milih nongkrong d mall drpd perpus xixi

    Reply
  8. By Endang Ermanto on

    Wah gak nyangka mbak Intan suka seri enid Bilton juga, aku juga suka yang Malory Towers loh mbak πŸ˜€
    tapi gak semuanya aku ikutin sih, sekarang lebih tertarik ke teknik dan cara bersosial

    Reply
  9. By Adam Aghata on

    wah tempatnya keren banget yah…
    bisa buat tambah ilmu dan tempat bermain juga nih buat anak saya, sayng tempatnya jauh dari rumah, semoga di kota-kota lain segera menysul juga yang seperti ini

    Reply
  10. By traveliouz on

    Wow baru pertama kali saya lihat Al-Qur’an yang bahasa Rusia, hurufnya entah huruf apa ga bisa dimengerti, tapi keren juga. Dan baru tahu juga saya ada perpustakaan yang ada kolam bolanya.

    Reply
  11. By Tempat Liburan Anak on

    Perpusnya lengkap sekali ya. Kalo sekarang ini apakah perpus masih banyak peminatnya ya mbak? Seinget saya dulu (sudah lama sekali hehehe) perpus di kota saya sudah sangat sedikit lagi pengunjungnya. Mungkin sekarang sudah lebih sepi lagi karena semua informasi sudah dengan mudah bisa didapatkan di google

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *