.entry-content p { text-align: justify; }
December 5

Alhamdulillah, Uways Sembuh :)

Menarik? silahkan berbagi..
Yeahh, stay strong, Mak!

Aku kudu kuat! Yeah you should, Mak!

Selama empat tahun terakhir ini, mungkin inilah sakit terparah yang diderita Uways. Oh, mungkin mau mundak akalnya, mau tambah pinter, begitu orang Jawa bilang kalau ada anak lagi sakit. Jadi ingat dulu seminggu pernah panas tinggi ga turun-turun, udah cek darah berkali-kali ga ada kenapa-kenapa, eee taunya pas sembuh bisa jalan sendiri. Trus pas kapan itu diare mpe berhari-hari mpe kurus banget, tau-tau pas sembuh bisa ngomong. Yah, mungkin ini ga ada fakta ilmiah yah tapi ya sudahlah saya percaya saja buat ngayem-ayemi hati ini.

Lanjut cerita Hospital Hopping-nya Uways..

Setelah 4 hari dirawat di RSIA Nanning, Uways harus dirawat lagi di RS Panti Rapih, Jogja. Saking lamanya Uways dirawat di Panti Rapih (14 hari), semua suster manggil dia PAK LURAH! Hahaha, pasien sekamar sampai ganti 6 kali Uways masih saja belum pulang.

Rabu 28 Oktober 2015

Sebelum ke Panti Rapih, pagi-pagi kita ke klinik di Jalan Magelang dulu untuk minta surat rujukan dari dokter klinik. Setelah antri sebentar, konsul sama dokter, langsung dapat surat rujukan BPJS , minta cap dari petugas dan kita langsung cus ke Panti Rapih. Sampai sana ga bisa langsung periksa, tapi kita harus antri untuk pelayanan BPJS. Antrinya lama banget cyn, maklum berangkatnya udah siangan jam 8an, sampai panti rapih udah jam 9 lebih. Mana printernya rusak menjelang jam 11. Harusnya tunggu proses BPJS selesai baru bisa periksa, tapi berhubung anaknya dah lemes akhirnya nekat aja langsung naik ke lantai 3 untuk periksa ke dokter. Sesampainya di ruang dokter 302, susternya menyambut dengan sangat ramah dan bilang gpp periksa dulu BPJSnya bisa menyusul.

Adalah dokter Kartono, dokter senior yang menerima Uways waktu itu. Cerita lagi ke beliau tentang kronologis sewaktu di China, divonis kena Kawasaki Diseases. Dokter Kartono pun manggut-manggut dan tanya ada ruam-ruam di badan ga, bibirnya kemarin merah-merah ga, kalau enggak ya berarti bukan Kawasaki. Tapi tetap harus periksa darah dulu. Oke, langsung mondok biar bisa langsung dikasih treatment ya., ujar Dokter Kartono. Nanti saya panggilkan dokter Normanto spesialis jantung untuk konsultasi jantungnya juga ya, kata dokter Kartono.

Setelah itu kami langsung ke lantai 1 ke ruang persiapan opname. Masih antri karena pasien yang mau opname juga banyak. Bapake Uways juga masih ngurus-ngurus form BPJS untuk cari kamar. Sekitar jam 2.30 kami baru dapat kamar dan langsung diantar ke Carolus 216B di lantai dua. Langsung Uways diinfus dan diambil darah untuk dicek. Nangis kejer si Uways, haduh kasiannya kemarin tangan kanan yang diinfus sekarang tangan kiri. Suster bilang ini jarum infusnya maksimal 7 hari habis itu harus diganti lagi sama jarum yang baru.

Hasil tes lab pertama

Keesokan harinya, hasil tes darah sudah keluar dan sewaktu visit dokter Kartono njelasin kalau angka ASTOnya tinggi itu menandakan ada infeksi bakteri streptococcus, trus angka CRV juga tinggi yang menandakan adanya kerusakan jaringan dalam tubuh, leukosit sama trombosit juga tinggi. Kalau jantungnya bagaimana dok? kira-kira bisa dites kapan? Tanyaku ga sabar. Ya nanti tunggu kelenjar limfa yang bengkak normal dulu baru bisa cek. Dokter Kartono sampai bilang ya nanti konsul aja sama dokter Normanto ya. Untuk sementara diagnosanya adalah ISPA, Limfadenitis dan Streptococcus. Duh, banyak amat ya!

Masih panik dan belum bisa tenang, secara di China hasil tes echo Uways menunjukkan adanya pelebaran pembuluh koroner yang sudah melebihi batas normal anak-anak. Normalnya 3mm, tapi Uways sudah 4,6mm. Dr. Normanto juga bilang ga bisa diapa-apain lagi kalau memang ada pelebaran, ga ada obat untuk mengembalikan lagi ke ukuran normal. Yang bisa dilakukan cuma ngasih aspirin untuk membantu darahnya supaya ga ada pembekuan darah di jantungnya Uways. Ya Allah….bisa berakhir duniaku kalau Uways benar-benar ada kelainan jantung. Ampuni dosa-dosaku Ya Allah! Sempat nyesel dan nyesek rasanya ga bisa jadi ibu yang baik. Hiks!

Hari-hari pun berlalu…

Setelah dua hari, treatment antibiotik Uways pun dimulai, dokter bilang minimal 10 hari nanti dicek lagi darahnya. Kalau CRV  dan leukositnya menurun nanti boleh pulang.

Di samping kamar ada playland! Bikin ga boring deh 🙂

Alhamdulillah, pelayanan Panti Rapih untuk peserta BPJS macam kami ni sangaaat buagusss, suster dan dokter sangat ramah, kamar dan lingkungan RS yang super bersih, dan makanan sehat yang lezat. Ga ada dibeda-bedakan ya dengan pasien non BPJS.

Semoga ini kali pertama dan terakhir ya Ways

Kalau mau coba bandingkan dengan yang di China, aduuh jauuh banget! Ni lorong sebersih ini pasti udah penuh dengan ranjang pasien. Mungkin karena penduduknya yang super banyak kali ya makanya RS selalu penuh, *berbaiksangka.

ASRI banget ya

Walau udah banyak hari dihabiskan disini, tapi ga pernah bikin bosan dan mati gaya. Tiap sore bisa jalan-jalan ke taman, hirup udara segar, dengar merdunya kicauan burung dan foto-foto! Hahaha *pentinggaes

Liatin ikan-ikan di kolam

Ga usah takut kelaparan atau susah beli peralatan sehari-hari. Di lantai dasar ada CFC, Vivo Bakery, Vivo Resto dan mini market yang lengkap. Untuk muslim, ada mushola atau ruang doa yang bersih dan tenang di lantai dasar.

Ouyeaahh Selfiee timee!

Emang bener, dibalik sebuah selfie terkandung banyak cerita, banyak luka dan derita yang ditanggung oleh pelaku selfie. So, jangan judge kami selfie lover sok-sok mau pamer, gaya or apalah, kami cuma mau menghibur diri dan mengusir kepenatan hati. Thats it!

Ini yang ngajak selfie si Uways loh! Haha

Long story short…

Akhirnya setelah 14 hari dirawat, dokter menyatakan Uways boleh rawat jalan dan 5 hari lagi kontrol cek darah. Alhamdulillah, terima kasih banyak dok! Terima kasih Panti Rapih! Berikutnya, hasil kontrol masih menunjukkan angka kerusakan jaringan dan leukosit masih tinggi. Uways juga masih suka panas dan batuk-batuk, benjolan di lehernya juga sempat membesar dikit. Dokter Kartono pun ngasih antibotik dan beberapa obat baru. Kita diminta kontrol lagi 10 hari ke depan. Alhamdulillah, setelah minum antibiotik baru ini Uways udah stabil suhu badannya, benjolannya juga lama-lama mengecil, dan HILANG! Puji syukur ya Allah…

The Echo test

Setelah sembuh benjolan di lehernya, kamipun kontrol lagi ke dokter Normanto. Seperti biasa, mekanisme kontrol sama seperti waktu opname. Bapake Uways harus datang pagi-pagi buat antri layanan BPJS. Untung dapat jatah periksa sore habis maghrib jadi ga buru-buru. Sorenya kami ke Panti Rapih dan langsung dites Ekokardiografi (USG Jantung) oleh dr. Normanto sendiri. Ya Allah..mulutku ga berhenti komat-kamit berdoa, tangan sudah kaku dan keringat dingin. Give me strenght, Ya Allah!

Satu jam pun berlalu dan kami dipanggil masuk untuk dijelaskan hasil tesnya. Dokter bilang ukuran pembuluh koronernya normal, tidak ada pelebaran, ukurannya masih 2mm. ALHAMDULILLAH….SUJUD SYUKUR PADAMU YA ALLAH….!! Nikmat mana lagi yang kau dustakan? Di titik ini, aku benar-benar tersadar, kebahagiaan tak terkira seorang ibu tak lain tak bukan adalah kesehatan anaknya!

Bye-bye Panti Rapih, suster-suster dan dokter yang baik hati, terima kasih sudah merawat anakku dengan baik 🙂 Hanya Tuhan yang mampu membalas jasa baik kalian semua. Amin..



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted December 5, 2015 by intan rawit in category "Baby Uways", "Just Something Personal", "Kesehatan", "Mom's diary

10 COMMENTS :

  1. By Una on

    Alhamdulillah Mbakkkkkk… btw aku masih penasaran kok itu yang di Cina bisa bilang jadi 4,6 sedangkan di Jogja ternyata normal…

    Reply
  2. By Ida on

    Gejalanya seperti apa ya mbak kawasaki?
    Echo di panti rapih brpa mbak?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *