.entry-content p { text-align: justify; }
August 16

Ya! Gadis cantik dan cerdas itu bernama Najia :)

Menarik? silahkan berbagi..
Gadis Cantik yang tekun dan bersemangat!

Profil Najia

Berbalut busana setelan kebaya dan batik Indonesia, aura kecantikan dan kecerdasan Najia pun menyeruak anggun. Siapa menduga gadis ini bukan gadis peribumi melainkan  gadis dari negeri Tirai Bambu, negeri seribu panda. Bahasa Nusantara kita telah lebih dari 10 tahun sudah dipelajarinya dengan tekun. Tak ayal, bahasa Indonesianya sudah sangat bagus dan mendekati orang asli. Ketekunan dan kerajinannya semasa kuliah di Jurusan bahasa Indonesia, Fakultas Bahasa Asing, GXUN, China kini sudah mulai menampakkan hasilnya. Najia kini menjadi seorang ibu dosen bahasa Indonesia di salah satu universitas ternama di kota Tianjin. Dan kabarnya tahun ini akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang master di salah satu universitas terbaik di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada. Selamat datang kembali di Jogja ya!

Yuk kita mengenal lebih jauh Najia lewat tulisan karya-karyanya.

Perempatan Di Pusat Kota
Najia

Musim gugur, mendung, hari selasa.
Setiap pagi dia malalui perempatan ini, di seberang jalan adalah segedung plaza yang paling ramai di kota ini; kalau belok ke kiri lalu berjalan kaki terus, kira-kira sepuluh menit bisa melihat sebuah sungai yang jernih sekali dan kedua sisinya sering ada orang yang memancing; kalau belok ke kanan, beberapa kelompok murid yang memakai seragam biru melari menuju ke pintu utama sekolah; Lulus jalan belakangnya bisa pulang ke rumah. Tetapi sekarang dia tidak ingin pulang, lebih tepatnya, setelah dia keluar supermarket ini dan melihat gadis itu, dia jadi bingung—— ikutnya dan bersalam atau kembali segera.
Angin berhembus lembut, gadis itu berdiri di sebelah kiri lampu lalu lintas. Matanya kerlap-kerlip seperti mata rusa kecil, senyumannya menunjukkan dia suka usapan angin sepoi-sepoi ini. Dia menginjak beberapa daun gugur ketika menuju ke jalan seberang, berbunyi merdu. Sebenarnya dia juga menyadari pandangannya, tapi pura-pura tenangnya.
Dia kira adegan ini penuh berarti baginya, jadi tidak dapat menahan diri dan berteriak:
“Hi! Sedang apa?”——prolog yang dungu!
“Cuci mata aja, gimana kamu?”——Jangan gugup dong! Dia hanya bersalam saja.
Sesudah gadis itu menoleh, cowok ini menjadi kaku. Manis, kesan itu singgah di dalam otaknya , tidak bisa melenyapkan.Diam,itu yang dilakukannya. Gadis itu pun menatapnya dengan mata yang besar dan jernih.Untuk memecah keheningan, dia mengeluarkan sebuah ice kream coklat dari tas plastik kemudian menyerahkannya kepada gadis itu.

“Oh!terima kasih ya, sudah musim gugur masih suka makan ice cream nih?”
“Tidak, hanya beli buat adik saya.” ——Apakah dia kira saya seperti anak.
“Begitu… sudah menyelesaikan PR? Banyak sekali! Oh, saya suka serela ini!”
“Udah…e… guru kok tahu. Kebanyakan gadis suka yang manis.”
“Ya… Udaranya sejuk, saya suka musim gugur.”
“Sama-sama. E…jadi, saya pulang dulu.”
“OK, bye!”
“Bye, selamat jalan.”
“Tolol! Kok tidak ngomong lebih lama!” Kiranya. Tetapi bayangan gadis itu berangsur menjauh seperti kupu-kupu. Sedangkan dia masih berdiri di perempatan itu sambil melihatnya dengan tersenyum.
Ketika dia belok ke belakang, gaids itu mendadak menoleh, matanya kerlap-kerlip seperti mata rusa karenanya.
Semua ini dia tidak tahu.

                KISAH TENTANG APEL

(Najia)

(2011-11-30 22:49:05)转载

  Coco adalah seorang anak lelaki yang cerdas tapi nakal. Orang tuanya sangat mencintainya, mereka selalu memenuhi kemauan Coco semampu mungkin. Bagi mereka Coco merupakan sentral kehidupannya, lama kelamaan, Coco menjadi sombong dan selfish.

  Kalau Coco mendapat suatu yang bagus, dia tidak mau menjatah kepada orang lain, bahkan orang tuanya. Dia kira orang tuanya harus membuat apa pun untuknya, tetapi dia tidak perlu membalas.
Orang tuanya memandikannya waktu dia berumur 1 tahun.

  Orang tuanya membeli baju yang baru kepadanya waktu dia berumur 7 tahun.
Orang tuanya mangantarkannya pergi ke kursus waktu dia berumur 15 tahun.
Orang tuanya membayar semua ongkos wisataannya waktu dia berumur 18 tahun…

  Waktu Coco menjadi dewasa, dia sudah bisa mencari uang dan membuat banyak hal untuk dia sendiri. Tetapi dia selalu lupa orang tuanya, dia tidak menghiraukan kemauan mereka karena memperhatikan urusan dia sendiri.

  Bagaimana akhirnya?

  Ada orang yang seperti coco di sekitar anda? Waktu dia tidak mampu membuat apa pun. Orang tuanya selalu di sebelahnya  dan membantu dia .

Tetapi dia hanya tahu menikmati hasil orang tuanya.

Waktu dia sudah mempunuai kemampuan untuk mendapat sesuatu.

Dia tidak membalas orang tuanya

Waktu orang tuanya sudah meninggal, dia baru menyedari kesalahan sendiri. Tetapi sudah terlambat.
Waktu ada apel di dalam tanganmu, silakan segera membagikannya dan menikmatinya dengan orang lain. Jangan menunggu sampai apel itu busuk.

 PERKAWINAN CHINA KUNO
( NAJIA)

Tidak mudah bagi saya untuk menggambarkan perkawinan di China, karena adanya bermacam-macam bangsa. Maklumlah, lain bangsa lain adat istiadat. Tetapi kebanyakan adat perkawinan berkembang secara turun-temurun. Mari kita lihat perkawinan China kuno.

Kata “perkawinan” dinamakan “hun yin” dalam bahasa China . “hun” berarti “senja”, sedangkan “yin” berarti “sebab”. Bingung ya? Sebenarnya maksud “hun yin” mudah sekali:.Artinya, pernikahannya mulai pada senja, pernikahannya bisa jadi sebab cinta.
Saya akan menceriterakan tentang perkawinan bangsa Han karena bangsa Han merupakan bangsa yang terbesar di China. Mereka merupakan 90% dari seluruh populasi. Meskipun perkawinan banyak sekali dipengaruhi oleh kedudukan keluargan di dalam masyarakat pada zaman dahulu, umumnya proses perkawinan hampir belum berubah, yaitu: TIGA SURAT, ENAM UPACARA.

PEMINANGAN
Kita tahu masalah perkawinan bukanlah masalah pribadi antara sorang laki-laki dengan seorang perempuan. Itu merupakan masalah yang menyangkut keluarga batih serta keluarga luas. Jadi proses meminang sangat penting bagi kedua keluarga. Biasanya, pada zaman kuno, meminang itu sering dilakukan oleh seorang perempuan tempat dinamakan mak comblang pada pihak lelaki (atau pihak perempuan). Artinya kedua pemuda mungkin tidak pernah bertemu. Semua informasi tentang lelaki itu diperkenalkan oleh mak comblangnya. Tentu saja pihak perempuan juga bisa mengenal lelaki itu dari sumber lain. Kalau orang tua pihak perempuan setuju, gadis itu tidak bisa menolaknya.

TANYA NAMA
Pada zaman kuno, orang China percaya agar tanggal lahir dan nama seseorang dapat menggambarkan nasib. Ketika meminang, pihak lelaki biasanya menanyakan tentang nama dan tanggal lahir perempuan itu, kalau kedua tanggal lahirnya sesuai, artinya perkawinan ini akan sangat beruntung.

 PERTUNANGAN
Sesudah peminangan terjadi, pihak lelaki akan memberi uang dan barang-barang seperti minuman keras dan daging kepada pihak perempuan. Ini bukan mas kawin, hanya bukti peminangan ini sudah jadi. Saat itu, surat pertama— surat pernunjukan–harus diantarkan kepada pihak perempuan secara formal. Pertunangan ini sering dilakukan ketika 1 bulan sebelum pernikahan.

MAS KAWIN
Limabelas hari sebelum upacara pernikahan, pihak laki-laki perlu menyiapkan mas kawin untuk gadis. Mas kawin berupa uang, pakaian, ternak. Kemudian pihak perempuan memilih hari yang baik untuk menerima mas kawin tersebut. Pada saat yang sama, surat kedua—daftar hadiah—akan diantarkan kepada pihak perempuan.

  Setelah menerima mas kawin, pihak perempuan harus mengantarkan mahar kepada pihak laki-laki, misalnya: gula (berarti hidup baru akan bahagia), dompet (berarti akan menjadi kaya), jas (berarti keluarganya akan sejehtera), sepatu (berarti selama bersatu) dan lain-lain.

 MEMUTUSKAN TANGGAL PERNIKAHAN
Sejak zaman kuno orang China memperhatikan tanggal yang menguntungkan. Kami kira tanggal yang baik berarti mulai yang baik. Cara untuk memilih tanggal bagus kompleks yang terutama bergantung pada kalender lunar. Dengan cara itu kami tahu hari tertentu cocok untuk pernikahan, hari lain cocok untuk bertamasya dan sebagainya. Baik rakyat jelata maupun bangsawan terbiasa hidup atau bekerja mengikuti kalender lunar pada zaman dahulu. Jadi tanggal pernikahan tidak boleh ditentuskan sesuka hati, dan harus ditentukan oleh seorang peramalan (orang yang meramalan nasib). Tanggal itu juga usah disepatkan oleh kedua keluarga.

UPACARA PERNIKAHAN
Upacara perkawinan kuno cukup kompleks, tapi setiap proses tersebut penuh arti. Pihak perempuan akan mengajak orang tua laki-laki untuk mengatur tempat tidur, agar hidupnya bahagia. Lalu orang tua perempuan yang hidupnya bahagia juga diajak untuk merapikan tempat tidur. Warna selimut, kelambu, bantal dan sebagainya harus merah dan jingga, yang berarti lenggeng. Kacang akan diletakkan di atas ranjang untuk memberkati kedua mempelai agar mendapat anak yang berkualitas baik. Sesudah ranjang diletakkan di tempat yang pas, tidak boleh dipindah oleh siapa pun sampai digunakan kedua mempelai.
Kedua orang tua tersebut juga akan merias kedua mempelai sambil memberi restu kepadanya. Pada malam sebelum upacara pernikahan, kedua mempelai harus tinggal di rumah masing-masing, dan duduk di sekitar jendela yang menghadap bulan sambil mendengar orang tua berdoa, supaya mereka bisa hidup bahagia bersama pasangan selama-lamanya.
Menjemput mempelai perempuan adalah upacara yang paling meriah dalam pernikahan. Mempelai laki-laki harus lulus beberapa ujian. Dia akan diminta untuk bernyanyi, melari, menari, untuk diperiksa apakah bandannya kuat atau tidak . Teman-teman perempuan juga minta uang kepada mempelai laki-laki. Bila uangnya tidak cukup, pintu utama pihak perempuan tidak dibuka. Setelah memasuki rumah pihak perempuan, mereka disuguhi jajanan yang enak, dan mempelai perempukan akan mengikuti ayahnya keluar. Lalu kedua mempelai sungkem kepada orang tua, serta berziarah ke leluhur.

  Ketika meninggalkan rumah, mempelai perempuan tidak boleh berjalan kaki, dan harus dipanggul oleh kakak atau adik laki-lakinya. Sementara saudarinya akan mengenakan merah untuknya sampai dia memasuki tandu. Tiba di rumah pihak laki-laki, mereka sungkem lagi.
Pada malam hari, saudara-saudari dan teman kedua mempelai akan bermain-main di kamar barunya. Kian ramai suasananya, kian bahagia kehidupannya.Sesudah istirahat satu malam, kedua pasangan harus kembali ke rumah pihak perempuan dan tinggal suatu hari.
Sekian saja, ceritera saya hari ini tentang upacara pernikahan China yang masih seperti pernikahan kuno, tapi lebih bebas. Saya kira pernikahan berarti mulai yang baru, arti ini tidak berubah oleh waktu. Saya sudah menyaksikan pernikahan Jeng Reni, semua orang di jalan Malioboro berdoa untuk kedua mempelai dengan sesungguh-sungguh. Saya haru sekali, jadi saya mengenal: pernikahan sangat suci bagi setiap orang, itu tidak hanya berarti cinta di antara kedua mempelai, tetapi juga berarti kehidupan yang baru. Bagi orang, bangsa, negara, dunia,itu juga sama.



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted August 16, 2015 by intan rawit in category "BIPA", "Darmasiswa", "friendship", "Just Something Personal", "My students

10 COMMENTS :

  1. By Mas Robets on

    wih cantik betul si mba najia, aura chinanya menghilang mungkin sudah ketularan sama aura orang indonesia jadi produk lokal….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *