.entry-content p { text-align: justify; }
June 9

Aku Bangga Mengajar Bahasa Indonesia

Keluarga saya ada tiga orang.

AYAM, Ibu dan Saya

 

Makanan kesukaan saya ada banyak, ada bakso goreng, bebek goreng, PAHA AYAH GORENG, dan mie ayam.

 

LOL! Upss…

Suasana kelas yang tadinya sunyi senyap mendadak riuh rendah mendengar penjelasan saya mengapa kalimat yang dipresentasikan salah seorang mahasiswa tadi sangat LUCU di telinga orang Indonesia. Yah, memang wajar seorang pemelajar melakukan kesalahan berbahasa baik dalam pelafalan, pembentukan kata, penyusunan kalimat maupun aspek berbahasa yang lain.

Sebenarnya ga boleh ketawa sih kalau ada kesalahan dari murid, harusnya ditahan dan berlagak sok cool menjelaskan kesalahan dan pembenarannya, baru boleh ketawa bareng-bareng. Thats how things works! Haha

Selain harus pinter-pinter nahan ketawa, jadi pengajar atau guru di kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)  juga harus bisa berperan menjadi seorang teman, sahabat, agen pariwisata, tempat konsultasi, tempat curhat dll.

Jadilah Guru di Kelas, dan Sahabat di luar kelas

Prinsipnya jadi guru apapun itu harus tegas, bukan galak atau killer ya ntar pada kabur semua muridnya. Idealnya bisa tetep friendly dengan murid, tapi tetap bisa tegas juga. Biasanya sih kalau udah dekat, aku akan menunjukkan sisi gelap ku ke mereka, wkkk. Intinya kita ga perlu jadi orang lain untuk bisa membuat mereka terkesan. Misalnya biasanya humoris mendadak terpaksa jadi serius dan galak, hmm menurutku sih kita tetap bisa tegas ke mereka tapi tanpa meninggalkan sifat asli kita.

Me and My Girls:)
Me and My Girls:)

 

Jadilah Duta Wisata Indonesia

Inilah tugas mulia yang diemban oleh seorang guru BIPA, jreng-jreng! Iyezz kita kudu ngenalin budaya dan aset pariwisata Indonesia. Nah, ini susahnya. Gimana kalau mau ngenalin eksotisnya pulau Karimunjawa, magisnya gunung Bromo, kalau kita sendiri belum pernah kesana? Ya bisa-bisa aja sih pakai info dari mbah gugle, tapi rasanya kok kurang greget gimanaa gitu ya. Hehe..stttt yang nulis ini juga belum pernah ke Bromo loh. Wkkk.. Dulu pernah di skak mat sama pertanyaan murid “Ibu, kenapa orang Indonesia tidak suka jalan-jalan di negeri sendiri?Padahal banyak tempat indah disini” Duenggg…bingung dah aku jawabnya. Iya juga sih, kita kan mikirnya pasti gampang lah, entar-entar aja, atau mungkin ga menyisihkan budget untuk jalan-jalan karena masih banyak keperluan lain.

Sambisari visit
Sambisari visit
Kunjungan ke Museum gula Gondang Winangoen, Klaten
Kunjungan ke Museum gula Gondang Winangoen, Klaten

Ga usah dipaksain juga kalau memang kita belum sempat dan mampu pergi jalan jauh, yaa kenalina aja potensi-potensi wisata di dalam kota. Alhamdulillah Yogyakarta selain kota pendidikan juga sebagai kota budaya punya banyaakkkk bangettt surga yang tersembunyi alias hidden paradise baik itu wisata alam, budaya maupun sejarah. Banyak banget candi-candi Hindu maupun Budha yang belum sempat aku explore, seperti candi Plaosan, candi Sewu, candi abang, pantai-pantai, goa, air terjun di Gunungkidul juga belum semua selesai aku jelajahi. Yupp, intinya biar ga bosan, kelasnya sekali-kali kita ganti dengan jalan-jalan yak! Tapi teteup yah harus ada tugas laporan yang dikumpul. Hahaha!

Buat Kelas menjadi Menyenangkan

Sebenarnya, untuk menjadi guru BIPA yang baik dan profesional harus sudah mengikuti dan mengantongi sertifikat dari program pelatihan Guru BIPA tentang metodologi pembelajaran. Tahun kemarin ada diadakan di Bandung, tapi berhubung jauh dan lama (sekitar 3-4 hari) jadinya aku ga bisa ikutan, kasihan Uways ma bapaknya kalau ditinggal. Hihi…Eee sayang sungguh sayang bulan April kemarin ada lagi di Jogja, kok ya ngepasin waktu wisuda. Jadiii, ya belum rejeki kali yaa…mudah-mudahan kalau ada lagi bisa ikutan.

Intinya kalau ngajarin bahasa Indonesia untuk penutur asing ga boleh kaku, kudu maen metode. Misalnya ngajarin tata bahasa ya ga boleh saklek, harus ada permainan atau metode yang menyenangkan supaya murid-murid bisa mudah menerima. Pokoknya guru harus kreatif nyiapin kelasnya ya! *saya juga masih harus banyak belajar, hihi

Belajar Geografi Indonesia
Belajar Geografi Indonesia

DISCLAIMER!

Beneran deh Don’t do this at home yahh, kemarin waktu lagi demen-demennya levitasi, aku minta mereka untuk bikin foto levitasi. Dann tau sendiri lah yaa untuk dapat hasil yang oke, pasti ga cukup sekali dua kali lompat. Wkk lompat teruss sampai dapat! “Buu, sudah belum bu? Saya sudah capek?” kata tika dan Yeni, yang mau-maunya mengamini requestku bikin levitasi. Hihihi.

Levitasi Tika
Levitasi Tika
IMG_20141018_100835
The Flying Klenting Biru
Gadis Pelangi
Gadis Pelangi
Bukannya belajar malah lontjat-lontjat wkk
Bukannya belajar malah lontjat-lontjat wkk

Jauh-jauh hari udah kupesenin sih buat bawa selendang sama payung, maksudnya biar ga kepanasan gitu eee malah jadi properti foto. Hahaa, lucu dan menyenangkan pasti yaa! Oya pernah dengar, ada rekan guru BIPA di Bandung yang bikin mata kuliah khusus fotografi dan khusus lagi fotografi levitasi. Wkkk dimana mahasiswa diminta untuk memfoto dan juga difoto pakai gaya levitasi. Kreatip kan yes!

So proud having you girls in my class, terima kasih semuanya dan mohon maaf kalau saya ada banyak kesalahan. Semoga ilmunya bermanfaat dan sampai jumpa di lain waktu yaaaa Yeni, Tika, Asiia, Nastia, Geeta dan Toey.

Sampai Jumpa!
Sampai Jumpa!

 

 



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted June 9, 2015 by intan rawit in category "BIPA", "gokil2", "Jalan Jalan", "Just Something Personal", "Levitasi", "Photo Gallery

58 COMMENTS :

Leave a Reply to Ata Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *