June 25

Kerawang-Bekasi

Kami yang terbaring antara Kerawang dan Bekasi tidak bisa berteriak

Merdeka dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kamu maju dan berdegap kami?

Kami bicara padamu dalam kering di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang-kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

tapi kerja belum selesai belum apa-apa

kami sudah beri kami punya jiwa

kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa

kami cuma tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan

atau tidak untuk apa-apa

kami tidak tahu. Kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah yang sekarang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi jika dada rasa hampa

dan jam dinding yang berdetak

kenang-kenanglah kami

terus-teruskanlah jiwa kami

kami sekarang mayat beri kami arti

berjagalah terus di garis batas kenyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang diliputi debu

beribu kami berbaring antara Kerawang Bekasi

Chairil Anwar

Puisi Antara Kerawang Bekasi di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Jogja

Continue reading