.entry-content p { text-align: justify; }
November 11

Status Baru Cihui

Ehem!

Menyandang dan mempunyai status baru memang selalu menyenangkan ya!

Masih ingat dalam memoriku waktu dulu menyandang status sebagai mahasiswa baru, beeeuuh berasa orang paling keren sedunia. Tadinya pergi sekolah ke SMA Senin sampai Kamis pakai seragam putih abu-abu, Jumat dan Sabtu pakai seragam pramuka, itupun sepatunya juga harus hitam tidak boleh warna lain. Keren banget jadinya pas jadi mahasiswa kita dibolehin pakai baju bebas, jeans, kemeja, kaos, sepatu warna warni mau warna pink, oranye or warna nano-nano ga ada yang jewer kuping kita lagi. Yeeeyyy!!

Setelah hampir 6 tahunan menyandang status mahasiswa (bosen juga ya kalau lama-lama, wkkk), akhirnya status berikutnya kusandang; pegawai kantoran. Yah meski ini bukan cita-cita my long life ambition tapi its okelah daripada ga ada kerjaan aku terima ajalah, jadi salah satu staff di kantor yang baru didirikan di kampusku. Semangat empat lima waktu itu belanja baju kantor, sepatu hiheel, dan tas-tas buat ngantor. Excited!

Nah, sekarang aku punya status baru juga nih (selain ibu rumah tangga tentunya ya!). Terererengggg inilah dia status baruku—>>MBAK KOS<<<

Kok bisa?

Jadi begini ceritanya, pertengahan Agustus kemarin rumah kami kedatangan anggota keluarga baru dari negeri seberang. Negerinya si imut koala dan kanguru, lucu banget orangnya dan masih muda. Kebetulan di rumah (rumah mertua, red) baru saja dibangun kamar tambahan yang memang untuk dikontrakkan, jadi rumah kami ditunjuk sebagai homestay untuknya. Tampangnya aja ya yang bule, giliran dia ngomong eeee ternyata medhok banget bahasa Jawanya! Sampai mbah-mbah dan ibu-ibu tetangga pada heran semua.

“Lho Londo kok iso boso Jowo?” tanya si mbah tetangga.

“Kulo Mboten saged kok mbah”, jawabnya sopan

“Lha kui iso??” si mbah penasaran plus terkagum-kagum

“Saestu mbah kulo mboten saged!” ujarnya dengan rendah diri

Gubrak!!!Tak butuh waktu lama buat mas Nick yang sopan dan rendah hati untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, ga cuma mbah-mbah dan ibu-ibu yang kesengsem sama mas bule ini, bapak-bapak pun langsung menawarinya untuk gabung dan ikutan ronda. Hebat banget kan?

So far, sampai bulan november ini ga ada masalah ya. Kedatangan dia seperti membawa serpihan yang terlepas di keluarga kami, jadi datang-datang langsung bisa klop ke semua anggota keluarga. Biasanya kami makan malam sendiri-sendiri, sekarang setelah ada dia kami semua (aku, suami dan adik-adik ipar) selalu berkumpul untuk makan malam. Ternyata memang bagus ya, meja makan bisa jadi sarana diskusi, curhat dan saling bertukar pikiran sambil menyantap hidangan makan malam.

Hmmm sekarang aku baru mengerti, its the food that makes a family!

Semoga aku bisa jadi mbak kos yang baik dan ga nyebelin. Wish me luck ya teman-temaann!



Copyright 2018. All rights reserved.

Posted November 11, 2013 by intan rawit in category "Just Something Personal", "Mom's diary", "Perjalananku

21 COMMENTS :

  1. By Bibi titi Teliti on

    Intaaaaaan…
    eciyeeee…sekarang udah jadi mbak kos nih yeeeee 🙂

    Mudah2an sang mas bule betah nge kos di tempatmu yah Intaaaan 🙂

    eh, orang Aussie kah? untunglah dia fasih ngomong Jawa, soalnya B Inggris nya Aussie ituh terkadang suka belebeb dan bikin kita bingung…hihihi…

    Reply
  2. By intan rawit (Post author) on

    @Idah Ceris : I would mba, hehehe

    @mustofa : Judulnya cetar ya,

    @Lydia: Thanks mbaa

    @Mugniar : Bahasa Jawa mba, hihi

    @Mb erry : Iya mba, fasiih beuud aku aja kalah bahasa Kromo Inggilnya. Maaf mb kemarin ga sempet ke acara BN, ada pengajian untuk mbahku di Wonosobo. lain kali wis pasti ketemu, hehe

    @Mb Anna : Baik Mbaaa…apa kabar mba?Ga jadi ketemu y kmrn, ihiks

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      amiiiin, terimakasih doanya @seputar harga bener bangettt siapapun bisa belajar itu intinya 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *