.entry-content p { text-align: justify; }
September 18

Home sweet home

songkhla view

Welcome Home!

Ga berasa di negeri orang. Suerr! Walau awalnya berasa asing dengan semua huruf honocoroko yang nangkring dengan indahnya di segala sudut kota dan tentu saja walau berusaha segala daya upaya untuk memecahkan sandi yang mana vokal mana konsonan pake teorinya pak Handano, teteeuupp aja yah hasilnya nihil! Ya wislah awak menyerah, tapi teteup ya eikeh bisa jingkrak-jingkrak kegirangan coz ngerti artinya huruf-huruf hanzi yang ternyata sebagian besar ditaro di bawah tulisan thailand. Hmm I love chinese!

Itu baru dari tulisannya ya, ee ternyata setelah cakap-cakap sikit sama penduduk lokal. Masyaallah! They speak Malay! Omaigoat, jadi nyambunglah ya kalau kita ngomong bahasa Indo. Wis ga sah capek-capek ngomong bahasa Inggeris lah ya, pantesan bahasa Indonesia isu-isunya mau dijadikan bahasa ASEAN, kalau dihitung-hitung jumlah penuturnya memang banyak dan bisa dipakai dibanyak tempat. Atau karena ni daerah perbatasan yah masih dekat sama Malaysia juga jadi banyak orang keturunan Melayu gitu. Overall kita seneng banget lah ya coz bahasa ga jadi kendala di daerah ini.

The Food

Nah yang keren lagi adalah mayoritas penduduk disini adalah muslim! So, ga sah bingung cari makanan lazis lezatos disini ya. Secara kalau di Bangkok sama aja kita cuma bisa ngiler-ngiler nahan lapar coz susahnya yari makanan halal. Alhamdulillah…pokoknya kalau lihat akak penjualnya pakai jilbab or peci ya berarti okelah itu halal.

thai dishes...arroy mak mak

Ngomongin soal makanan ni yang bikin ngiler lagi, tom yam kungnya gilaaaaa enaaak bangetttt. Rasanya beda sama yang di Jogja, lebih nendang asemnya dan dahsyatt bumbu kuahnya. Dipadu sama dadar telor yang empuk dan daging sapi merah yang cetarr pedesnya, trus ditutup dengan desert rujak atau semacam karedok dari sayuran bisa sukses bikin lidah kita bergoyang. Pokoke arroy makmak lah! (enak bangetttt) hehe

Atmosfer kotanya mirippp banget sama Jogja, orangnya ramah, kotanya kecil, hawanya sejuk dan ga terlalu panas dan banyak motor tentu saja. Oya ada juga satu jalan yang biasanya kalau malam dibuat pasar malam untuk jualan makanan, baju, sovenir, macam-macam deh. Tempatnya didekat Lee Garden Plaza, dekat hotel tempat kami menginap juga, hotel Centara. Harganya yaaa standar daerah wisata lah ya, untuk harga cemilan sosis dan tempura mulai dari 20 bath. Durian dan mangga plus nasi ketan 60 bath. Sempat beli duriannya aja 100 bath, gilaaaaa rasanya kayak durian montong. Enak gila deh pokoknya. Tapi saya akui kalau untuk harga sovenir misal gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, dll murah banget lah. Belanja sampe mabok disinilah tempatnya. Ditawar dikit bolehlah tapi biasanya harganya udah standar.

Watch Out!

sssttt...the ladyboy!

Meskipun Hatyai terletak di Thailand Selatan yang mayoritas penduduknya muslim, teteuup yang namanya ladyboy or bakal calon ladyboy dapat dengan mudah kita temukan. Sepertinya sudah lumrah dan umum di masyarakat sana, bahkan waktu kami berkunjung ke konsulat Songkhla kami pun diceritakan banyak hal mengenai ladyboy ini oleh bapak Heru. “Hati-hati jangan asal colek kalau disini!”

The Hangout place

Objek wisata disini juga lumayan banyak, ada Hatyai cable car, floating market, declining budha, sama pantai shamila yang terkenal. Sayang disayang kemarin ga sempet ke Hatyai cable car sama floating market karena padatnya kegiatan disana, ihiks! Tapi tak apalah saya udah bersyukur banget diajakin muter-muter sama mas Yasuli, mba Qori alumni kami dan juga beberapa mahasiswa UAD asal thai daaan ada juga alumni UAD orang Indonesia yang sedang mengajar bahasa Inggris disana.

the sleeping budha
amitofu
mermaid on Shamila Beach
di dalam masjid besar Songkhla

Yup, intinya kota ini recommended banget lah ya untuk tujuan wisata. Selain bisa ditempuh dengan ngebis dari KL, obyek wisatanya banyak yang oke punya, makanannya enak banget alias arroy makmak, tempat shopping yang asik dan murah, dan terakhir banyak saudara kita disana, muslim danΒ  keturunan Melayu.

Well, see you very soon Hatyai! Kap khun kha!



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted September 18, 2013 by intan rawit in category "Jalan Jalan", "Just Something Personal", "Perjalananku", "Photo Gallery", "Thailand

14 COMMENTS :

  1. By bintangtimur on

    Intaaaan…
    Sekarang ada di Thailand?
    Aduh, Intan…ringan banget langkahnya buat ada di negeri orang…selamat ya, buat apapun itu, dan titip salam juga buat mango sticky rice…hehe, itu camilan favorit saya soalnya…
    πŸ˜€

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      @bintangtimur : Udah pulang kok mb irma, cuma seminggu aja kemarin disana kebetulana da tugas hihi sekalian nebeng jalan2. Boleh mbaa mango sticky ricenya kukirimin po?hehe..enak banget emang mb

      Reply
  2. By Evi on

    Mbak Intan, aku minta dibawain tom yang gungnya. Ngiler banget membaca deskripsinya πŸ™‚

    Reply
  3. By abrus on

    Assalamua’laikum … salam kenal kembali ya … πŸ™‚
    Alamakk itu ‘sajen … nikmat banget ya πŸ˜›

    Reply
  4. By tutinonka on

    Saya baru saja dari bangkok, awal September kemarin. tapi cuma muter-muter Bangkok doang, maklum acara utamanya adalah studi banding ke Universitas Chulalongkorn dan Tammasat. Meskipun begitu, senang sekali bisa mengunjungi Bangkok. Melihat Grand Palace … aduh, indah dan megah sekali. Nonton opera Siam Niramit, yang luar biasa menawan …

    Pengen kembali mengunjungi Thailand, banyak banget obyek yang kemarin belum sempat dijelajah … Semoga ada kesempatan, kesehatan, dan tentunya : tiket … hehehe πŸ˜€

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *