.entry-content p { text-align: justify; }
October 7

RUMPUN BAHASA INDO-EROPA

 BAB 51 RUMPUN INDO-EROPA

Siapa sajakah penutur Indo-Eropa?

 Bukti-bukti arkeologis menunjukkan keberadaan populasi seminomaden yang hidup di padang rumput daerah selatan Rusia sekitar 4000 tahun sebelum Masehi. Orang-orang dalam populasi tersebut biasa disebut sebagai ‘Kurgan’. Nenek moyang dari Kurgan ini tidak diketahui, meskipun terdapat beberapa kesamaan diantara Proto-Indo_Europian dan keluarga bahasa Uralis.

Terdengar seperti apakah Proto-Indo-Europian?

 Tidak adanya bukti atau rekaman tertulis pada masa tersebut, diduga bahwa Kurgan masih buta huruf dan belum mengenal aksara tidak seperti masyarakat di Mesir dan Mesopotamia pada masa yang sama.

Sistem tersebut telah disusun dengan plosif, yang dikategorikan kedalam tiga seri; tak bersuara, bersuara dan sedikit beraspirasi suaranya. Empat tempat artkulasi utama yang digunakan yaitu : labial, dental, palatal atau velar dan labio-velar.

 Sistem tersebut dapat diringkas melalui bagan dibawah ini :

Labial

Dental

Palatal/Alveolar

Labio-velar

Plosives

– Voiceless

– Voiced

– Voiced Aspiratif

P

b

bh

T

d

dh

K

g

gh

Kw

gw

gwh

Fricatives

S (z)

Nasals

m

n

Continuants

l

r

Semi-consonants

w

j

Teori Laryngeal

 Di akhir abad ke 19, ahli linguistik/ linguis tersohor dari Swiss Ferdinand de Saussure memperkenalkan teori baru dalam pembentukan Proto-Indo-Europian. Saussure tidak menyarankan detail phonology untuk bunyi-bunyian tersebut, yang kemudian disebut sebagai ‘laryngeal’. Sebuah istilah yang diambil dari studi bahasa Semitic, dimana konsonan di daerah larynx diketahui muncul. Konsonanl laryngeal tidak muncul dalam bahasa Indo-Eropa apapun yang ada pada masa itu. Namun berdasarkan penelitian dari bahasa-bahasa sebelumnya tentang keberadaan bunyi-bunyi tersebut telah menyebabkan perubahan dalam vokal yang berdekatan merubah panjang dan kualitas vokalnya.

POHON RUMPUN PROTO INDO-EROPA

Rumpun Indo-Eropa

  1. ALBANIAN

  2. ANATOLIAN

  3. ARMENIAN

  4. BALTO-SLAVIC

  5. GERMANIC

  6. GREEK

  7. INDO-IRANIAN

  8. ITALIC

  9. TOCHARIAN

    Sumber : The Cambridge Encyclopedia of Language by David Crystal



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted October 7, 2012 by intan rawit in category "I'm a Linguist", "Jaman Mahasiswa", "Perjalananku

3 COMMENTS :

  1. By bein sport on

    Saussure tidak menyarankan detail phonology untuk bunyi-bunyian tersebut, yang kemudian disebut sebagai ‘laryngeal’. Sebuah istilah live streaming yang diambil dari studi bahasa Semitic, dimana konsonan di daerah larynx diketahui muncul. Konsonanl laryngeal tidak muncul dalam bahasa Indo-Eropa apapun yang ada pada masa itu.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *