.entry-content p { text-align: justify; }
July 28

Cinta yang tulus itu…

Menarik? silahkan berbagi..

爱在身边

男孩儿又跟母亲吵了起来。她生气地跑出家门。

男孩儿一个人在街上走啊走啊,不知道过了多长时间,天黑了,路上的人也越来越少了。

路边有一个小吃摊儿,锅里的面条冒着香喷喷的热气。这时,男孩儿突然觉得肚子饿了。他的步子慢了下来。

小摊儿的主人是一位老人,问他是不是想吃碗面,她不好意思地说自己身上一分钱也没有。‘没关系,我请你吃’老人一边说,一边做。很快,一碗热呼呼的面条人摆在了她的面前。男孩儿感激他端起碗,刚吃一口,眼泪就掉了下来。老人问他怎么了。‘没事,我只是很感激。’他擦了擦眼泪,‘你不认识我,却对我这么好,可是我妈妈。。。’男孩儿说不去了。

老人安静地说:‘孩子,我只给你做了一碗面条,你就这么感激我,可你妈妈给你做了十几年的饭,你怎么不感激她呢?’听了这话,男孩儿不哭了。她放下碗,急忙往家跑去。

当他跑到家门口附近时,一眼看到妈妈正站在路边四处张望,寒风吹乱了她的头发。。。

男孩儿的眼泪忍不住又掉了下来。。。

作者:晓雅

Cinta yang tulus

Seorang anak laki-laki bertengkar mulut dengan ibunya. Dia pun marah lalu berlalu meninggalkan rumah.

Anak laki-laki itu seorang diri terus berjalan di tepi jalan, tak tahu berapa lama sudah dia berjalan, langit mulai gelap, orang-orang yang ada di jalan juga perlahan-lahan semakin sedikit.

Di pinggir jalan terdapatlah sebuah kios makan kecil, tercium bau harum dari mie di dalam wajan yang sedang dimasak. Waktu itulah, si anak laki-laki merasa cacing-cacing di dalam perutnya meronta-ronta kelaparan. Langkahnya pun perlahan-lahan melambat.

Empunya kios kecil itu  seorang kakek yang sudah tua, bertanya kepadanya apakah dia mau makan semangkok mie?Tapi dengan malu-malu si anak berkata bahwa dia tak membawa uang sepeserpun untuk membayar mie. ‘tidak apa-apa, aku traktir kamu makan’. Kakek tua itu sambil memasak juga berbicara. Cepat sekali, semangkuk mie dengan aromanya yang sedap langsung disajikan ke hadapan si anak laki-laki. Sang anak pun sangat berterimakasih dan sopan mengambil mangkuk mie itu, baru saja makan sesuap, air matanya tak terasa jatuh bercucuran. Kakek tua pun bertanya kenapa, ‘tidak apa-apa, saya hanya merasa sangat terharu dengan kebaikan kakek.’ Dia pun mengusap air matanya, ‘anda tidak kenal aku, tapi bisa baik sekali dengan aku, tapi mamaku… ‘ si anak laki-lakipun tak mampu meneruskan kata-katanya.

Sang kakek tua dengan bijaksananya berkata : “Nak, Kakek hanya memasakkan semangkuk mie untukmu, kamu langsung merasa terharu dan sangat berterimakasih padaku, tapi mamamu sudah berpuluh tahun memberimu makan, memasakkan makanan untukmu, kenapa kamu tidak merasa berterima kasih kepada dia?’ Mendengar kata-kata sang kakek, si anakpun tiba-tiba berhenti menangis. Mangkuk mie yang belum selesai disantapnya pun diletakkan di meja, lalu dia secepat kilat berlari kembali ke rumahnya.

Saat si anak laki-laki sampai di dekat rumahnya, tampaklah olehnya mama sedang berdiri di jalan dekat rumah kebingungan mencari-cari anak kesayangannya, angin musim gugur yang kering tampak mengacak-acak rambutnya yang indah.

Melihat pemandangan itu, tak terasa air mata sang anak jatuh bercucuran…

Pengarang : xiao ya



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted July 28, 2012 by intan rawit in category "Basic Chinese", "Chinese Culture

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *