.entry-content p { text-align: justify; }
February 5

Tato dan Aksara Jawa

Menarik? silahkan berbagi..

Suatu hari, salah satu mahasiswa saya dari Polandia namanya  Krystina datang ke kantor dan serta merta bertanya, “Ibu Intan, bolehkah mengajari saya menulis aksara Jawa?’ pintanya sopan.

Permintaannya membuat saya bengong  dalam beberapa detik. Pertama, kaget dan shock, kok ya ada orang asing mau-maunya belajar budaya kita apalagi nulis aksara Jawa, kan susah banget gitu. Trus, saya merasa malu dong  sudah bertahun-tahun tidak pernah menggunakan aksara jawa, boro-boro hapal, baca aja susahnya minta ampun. Duh!

Tapi saya ga mau dong kehilangan wibawa sebagai orang Jawa, masak ga bisa nulis aksara jawa. Hihi, akhirnya setelah tanya pakdhe google, saya mulai ngapalin lagi aksara-aksara dan juga sandangannya.

Aksara JawaHayoo yang ngaku orang Jawa  masih pada hapal ga nih aksara-aksaranya, hihi..saya sih masih suka  kebalik-balik  hurufnya.

Kembali lagi ke si Krystina tadi, usut punya usut alasan dia belajar menulis aksara jawa karena dia pengen bikin tato.  Hah?  ga salah tuh? Iya, dia pengen banget mengabadikan aksara jawa  di salah satu bagian  tubuhnya. Itung-itung sebagai oleh-oleh dari Indonesia.Pengen tau tulisannya apa?

SABAR

tato apa kadal beneran ni ya?hehe


Belajar dan menetap di Indonesia selama kurang lebih satu semester, ternyata Krystina sudah bisa memahami salah satu budaya orang Indonesia khususnya Yogyakarta. Dimana masyarakatnya bisa hidup santai, awet muda *kayak yang nulis seperti tak ada beban berat dalam hidup. Mungkin kesabaran merupakan salah satu kuncinya.

Menurut Krystina, tingkat stress di negara asalnya cukup tinggi. Dan dia ga mau dong ikut-ikutan stress kayak orang lain. Jadi nanti kalau suatu waktu ada masalah dalam pekerjaan, rumah tangga atau menghadapi anak-anak yang super nakal maka yang dia lakukan adalah menarik napas dalam-dalam sambil memandangi tato aksara jawa bertuliskan kata  ‘SABAR” tersebut.

Just say sabaaaaarrrr and smile 🙂 amarah dan stress pun akan hilang lenyap. Wushhh!

Alasan kenapa tatonya harus dalam bahasa Jawa juga cukup simpel, karena Krystina tidak mau orang lain tahu makna dari tatonya, cukup dia seorang saja! Haha…bagus!

sumber foto 1&2 dari sini




Posted February 5, 2012 by intan rawit in category "BIPA", "Just Something Personal

7 COMMENTS :

  1. By Imelda on

    dan pasang tatoonya di bagian tubuh yang tidak bisa diliat orang yang tidak berkepentingan! hihihi
    aku bukan orang Jawa tapi selalu senang melihat masih ada orang Jawa yang menghargai budayanya. Salut!

    EM

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      haha…yang bisa lihat cuma diri sendiri dan suami dong mb. hehe
      Ya mb, kalau ga ada generasi muda yang peduli sama budayanya bisa-bisa punah deh ini bahasa, hiks..harusnya saya ikut kursus bahasa jawa kalau mau serius melestarikan bahasa ini, lha bahasa jawa saya ga beres soalnya.hehe

      Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      mbaaaaaaa..
      aku dah belajar bahasa korea lho! walau cuma beberapa kali dan sekarang mandeg lagi..haha
      Yang ngajarin aku cewe korea asli cakeeep banget, hihi

      Reply
  2. By marsudiyanto on

    Saya juga mulai nulis Jawa lagi Mbak, biar nggak lupa.
    Kalau lama nggak berlatih, lama2 bisa hilang.
    Beberapa pasangan huruf Jawa juga saya ada yg lupa, naruhnya diatas apa dibawah.
    Hebat itu orang asing yg bikin tatto huruf Jawa, lebih kagum lagi karena tulisannya yg mengandung nasehat
    Salam!

    Reply
  3. By Tebak Ini Siapa on

    Sabar…
    Aku masih apal aksara Jawa utamanya. Tapi kalau aksara murdha, angka, pasangan, dah banyak yang lupa 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *