Tato dan Aksara Jawa

Posted: February 5th, 2012 | Author: | Filed under: BIPA, Just Something Personal | 6 Comments »

Suatu hari, salah satu mahasiswa saya dari Polandia namanya  Krystina datang ke kantor dan serta merta bertanya, “Ibu Intan, bolehkah mengajari saya menulis aksara Jawa?’ pintanya sopan.

Permintaannya membuat saya bengong  dalam beberapa detik. Pertama, kaget dan shock, kok ya ada orang asing mau-maunya belajar budaya kita apalagi nulis aksara Jawa, kan susah banget gitu. Trus, saya merasa malu dong  sudah bertahun-tahun tidak pernah menggunakan aksara jawa, boro-boro hapal, baca aja susahnya minta ampun. Duh!

Tapi saya ga mau dong kehilangan wibawa sebagai orang Jawa, masak ga bisa nulis aksara jawa. Hihi, akhirnya setelah tanya pakdhe google, saya mulai ngapalin lagi aksara-aksara dan juga sandangannya.

Aksara JawaHayoo yang ngaku orang Jawa  masih pada hapal ga nih aksara-aksaranya, hihi..saya sih masih suka  kebalik-balik  hurufnya.

Kembali lagi ke si Krystina tadi, usut punya usut alasan dia belajar menulis aksara jawa karena dia pengen bikin tato.  Hah?  ga salah tuh? Iya, dia pengen banget mengabadikan aksara jawa  di salah satu bagian  tubuhnya. Itung-itung sebagai oleh-oleh dari Indonesia.Pengen tau tulisannya apa?

SABAR

tato apa kadal beneran ni ya?hehe


Belajar dan menetap di Indonesia selama kurang lebih satu semester, ternyata Krystina sudah bisa memahami salah satu budaya orang Indonesia khususnya Yogyakarta. Dimana masyarakatnya bisa hidup santai, awet muda *kayak yang nulis seperti tak ada beban berat dalam hidup. Mungkin kesabaran merupakan salah satu kuncinya.

Menurut Krystina, tingkat stress di negara asalnya cukup tinggi. Dan dia ga mau dong ikut-ikutan stress kayak orang lain. Jadi nanti kalau suatu waktu ada masalah dalam pekerjaan, rumah tangga atau menghadapi anak-anak yang super nakal maka yang dia lakukan adalah menarik napas dalam-dalam sambil memandangi tato aksara jawa bertuliskan kata  ’SABAR” tersebut.

Just say sabaaaaarrrr and smile :) amarah dan stress pun akan hilang lenyap. Wushhh!

Alasan kenapa tatonya harus dalam bahasa Jawa juga cukup simpel, karena Krystina tidak mau orang lain tahu makna dari tatonya, cukup dia seorang saja! Haha…bagus!

sumber foto 1&2 dari sini


6 Comments on “Tato dan Aksara Jawa”

  1. 1 Imelda said at 10:21 pm on February 6th, 2012:

    dan pasang tatoonya di bagian tubuh yang tidak bisa diliat orang yang tidak berkepentingan! hihihi
    aku bukan orang Jawa tapi selalu senang melihat masih ada orang Jawa yang menghargai budayanya. Salut!

    EM

  2. 2 Bibi Titi Teliti said at 7:31 pm on February 8th, 2012:

    Intaaaaaan….
    pusing banget siiiiih?

    ehm…belajar hurup korea aja deh….hihihi…
    *tak punya jiwa nasionalis*

  3. 3 intan rawit said at 7:48 am on February 12th, 2012:

    haha…yang bisa lihat cuma diri sendiri dan suami dong mb. hehe
    Ya mb, kalau ga ada generasi muda yang peduli sama budayanya bisa-bisa punah deh ini bahasa, hiks..harusnya saya ikut kursus bahasa jawa kalau mau serius melestarikan bahasa ini, lha bahasa jawa saya ga beres soalnya.hehe

  4. 4 intan rawit said at 7:50 am on February 12th, 2012:

    mbaaaaaaa..
    aku dah belajar bahasa korea lho! walau cuma beberapa kali dan sekarang mandeg lagi..haha
    Yang ngajarin aku cewe korea asli cakeeep banget, hihi

  5. 5 marsudiyanto said at 1:37 am on February 14th, 2012:

    Saya juga mulai nulis Jawa lagi Mbak, biar nggak lupa.
    Kalau lama nggak berlatih, lama2 bisa hilang.
    Beberapa pasangan huruf Jawa juga saya ada yg lupa, naruhnya diatas apa dibawah.
    Hebat itu orang asing yg bikin tatto huruf Jawa, lebih kagum lagi karena tulisannya yg mengandung nasehat
    Salam!

  6. 6 Tebak Ini Siapa said at 5:44 am on May 31st, 2012:

    Sabar…
    Aku masih apal aksara Jawa utamanya. Tapi kalau aksara murdha, angka, pasangan, dah banyak yang lupa big grin


Leave a Reply

  • Current day month ye@r *


    + three = 7