June 13

Belajar dan Berbagi

三人行,必有我师

(san ren hang, bi you wo shi)

Ungkapan diatas adalah salah satu ajaran  sang Guru Agung dari China, Kongzi atau Confusius. Artinya adalah “dari 3 orang di sekitar kita, pasti ada satu orang yang menjadi guru kita”. Jadi makna sesungguhnya dari ajaran ini adalah kita harus mau membuka diri, rendah hati untuk menimba ilmu dan belajar dari orang lain, tak peduli status sosial ataupun backgroundnya.

Kita juga tak boleh merasa ‘cukup’ dan merasa ‘bisa’ dalam belajar, karena itu akan membuat kita sombong dan berhenti menimba ilmu. Terus merasa diri sendiri bodoh dan merasa belum bisa malah akan lebih memacu kita dalam mencari ilmu. Belajar, belajar dan belajarlah sepanjang hayat kita. Long life education.

Ngomongin soal guru, jadi kangen nih sama laoshi-laoshi saya selama belajar bahasa Mandarin. Kagum sekali atas dedikasi mereka menjadi guru, selalu mengedepankan murid-muridnya, disiplin, dan tak hanya memberikan ilmu sebatas pelajaran belaka, tapi juga ilmu tentang kehidupan.

Walaupun bulan Mei baru saja lewat, tapi tak ada salahnya kita mengingat lagi bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantoro. Ajaran-ajarannya yang terkenal yaitu Ing Ngarso Sun Tulodo,Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Merupakan sebuah landasan dan sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik ataupun seorang pemimpin.

Tak hanya mampu memberikan suri tauladan bagi anak didiknya, seorang guru juga harus bisa menggugah semangat dan memberikan motivasi, dan juga memberikan semangat dan dorongan moral dari belakang.

Laoshi-laoshi saya, dari ki-ka : Bai Laoshi, Li Laoshi, Cui Laoshi. Cantik-cantik yaah?hihi..

guru saya paling galak nih..hehe…xiong laoshi 🙂

With Tang Laoshi and Classmatesme with Tang laoshi(pake dress biru, tengah) and my classmates.

Guru saya tak hanya yang berada di kelas aja, masih banyak di luar sana para guru yang tlah sudi membagi ilmunya kepada saya. Thanks buat mas manda (My hubby) yang dah ngajarin saya naek motor, Pratiwi Amelia yang dah berbagi ilmu masaknya sama saya (akhirnya bisa bikin ayam goreng dan masak ikan!), teman-teman dan juga sahabat blogger yang dah share ilmu dan pengalaman mereka  yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Terimakasih atas ilmunya ya!Bener-bener bermanfaat dalam kehidupan saya 🙂

Jadi ingat kata-kata super pak Mario Teguh

Ilmu itu tidak lebih penting memilikinya daripadanya menggunakannya. Penggunaan ilmulah yang memuliakan kita. Bukan banyak-banyakan ilmu, tetapi banyak-banyakan menggunakan ilmu.

Mari terus belajar dan berbagi!

June 8

Membasmi si Kutu, yucks!

Hatchyyyyyyyyyyyyyyyyymmm…..

Wiiih, dah lama banget ga nengok ni rumah, dah hampir sebulan lebih kayaknya. Gile, debunya bo! Langsung bikin bersin deh.

Kotor?ga sah ditanya deh, liat tuh di langit-langit, sarang laba-labanya dah banyak banget!hiii..kayak rumah hantu tak berpenghuni aja. Apalagi liat lantainya, idihh jorok abis!

Kemane aje cyn…?

Jujur, alasan sebenar-benarnya hibernasi dari dunia blog adalah rasa malas yang menghinggap dan juga  ketidakadaan waktu dan tenaga karena disibukkan oleh urusan penting negara (baca: urusan dapur & rumah tangga, red) hehe.  Maklumlah saya kan baru aja memulai karir sebagai ibu rumah tangga, dan itu dari nol! Maksudnya saya ga ada sama sekali keahlian memasak, menata rumah dan juga bersih-bersih. Ga ada keahlian or ga ada niat ya?hehehe…

Dan sekarang ga ada alasan lagi buat saya untuk terus berleha-leha. Saya harus mulai belajar dan juga bekerja sebagai seorang calon ibu. Ga mau dong, rumah saya juga ikut2an berdebu kayak sarang hantu, suami dan anak saya kurus kering karena ga doyan makan. Jadinya ya beberapa waktu lalu saya fokus belajar, praktek masak, bersih-bersih rumah, dan belajar memanage keuangan keluarga.

Fiuuh…

Sebenarnya, ada sebuah peristiwa memalukan yang benar-benar membuat saya terpacu untuk lebih rajin bersih-bersih rumah. Ga tau deh, apakah di rumah teman-teman blogger pernah mengalami hal yang serupa apa ga.

RUMAH SAYA BERKUTU!

Hah?Nyang bener aja lo ntan, kayak rambut aja, kok kutuan. Hihi, jadi ingat dulu waktu kecil, rambut saya juga kutuan, dan tiap pulang sekolah pasti jadi target  berburu bulek-bulek (bibi-bibi) saya. Biasanya tiap saya pulang, mereka udah siap dengan peralatan tempur mereka (tutup panci) dan dengan tanpa ampun memburu kutu dan anak cucunya setelah itu dibantai diatas tutup panci. Mereka pun akan puas ketika kutu dan anak2nya mengeluarkan bunyi ketika digites (digencet pakai kuku)  “klethass!” hiii..

Hayooo ngaku siapa yang dulu juga pernah kutuan?xixixi..kalo di Jawa kegiatan ini dinamakan “Petan” atau berburu kutu rambut. Eits, jangan ngece dulu, rasanya nikmat banget looh. Pas kulit kepala lagi gatel-gatelnya, langsung deh para pemburu kutu dengan ganasnya akan mencari di setiap sudut kepala dan menarik-narik batang rambut kita untuk mengambil kutu-kutunya. Wiiih..mancaaapp… *jadipengenkutuanlagi, wwkkk..

Masih belum lupa dong sama bentuknya makhluk imut ini, cekidot

Tapi, kemarin ini rumah saya bukannya diserang kutu rambut. Tapi kutu loncat sodara-sodara! Itu lho, kutu yang bentuknya keciiil banget yang  suka gigit tapi  kalau mau kita gites malah lompat dengan kecepatan cahaya. Susah diburunya!

Menurut wikipedia, kutu loncat merupakan serangga kecil anggota Psylldae, hidup dengan memakan cairan tumbuhan. Tapi kok doyan juga ya sama darah manusia? Pokoknya habis kena gigit kutu ini, rasanya guatellll banget! suami dan adik ipar saya kena scabies, kulitnya jadi kemerahan dan meninggalkan bekas akibat gigitan kutu loncat tadi.

Ni dia penampakannnya

Parahnya, tempat yang paling banyak kutunya adalah kamar tidur! OMG..kebayang kan, lagi ngantuk-ngantuknya pengen tidur, ee tiba-tiba mak clekittttt…aww..kena gigit kutu. Kami pun jadi sibuk berburu kutu, pernah disemprot tapi ga gitu mempan, digites ga mati-mati, akhirnya suami mengeluarkan senjata ampuh, jreng2..setrika panas! Wuahaaha..jadilah dia tukang jagal kutu bersenjatakan setrika, setiap liat makhluk item kecil di kasur langsung aja hap! Disikat dan disetrika sampai gepeng tu kutu.

Tapi cara itu tidak bisa membasmi kutu dan kroni-kroninya. Kami harus mencari sumber dan sarang kutunya dulu. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami, kami pun mendapat beberapa kemungkinan sumber kutu. Pertama, rumah kami yang jorok. Kedua, rumput-rumput dan ilalang di belakang rumah yang belum sempat dipotong.

Aku akui sih, emang lantai rumahku jarang dipel, paling seminggu sekali. Dan tiap hari hanya aku sapu aja. Hohoho, ketauan deh malesnya. Nah berhubung kita dah ada proker pembasmian kutu, langkah pertama yang dilakukan tentu saja bersih-bersih rumah setiap hari. Nyapu, ngepel. beres-beres gudang. Bahkan ada yang menyarankan, ngepelnya harusnya pakai campuran detergen, bayclin, minyak tanah dan wipol.

Langkah kedua, menyiangi rumput di belakang dan di depan rumah.

Langkah ketiga, mencuci semua baju dan sprei dengan air panas.

Langkah keempat, basmi kutu dengan setrikaan.

Dan, tarraaaaaaaaaa….setelah 2 minggu berperang dengan si kutu loncat yang super njengkelin ini, akhirnya si kutu mengibarkan bendera putih dan mundur teratur dari arena peperangan. Huahaha…akhirnya rumah kami jadi kinclong, bersih, wangi dan tentunya bebas kutu! *Banggamodeon.

Yah begitulah teman-teman kesibukan saya akhir-akhir ini, 🙂 dan sekarang saya udah kangennnnnnnn berat sama dunia blogging, dan teman-teman blogger semuanya! Semoga semuanya dalam keadaan sehat, dan tidak kurang suatu apa. Amiin….

Saatnya bersilaturahmi lagi dengan blogwalking..

Upss…bersih-bersih rumah yang satu ini dulu deh sebelum bertandang ke rumah orang. Hahha..

Say goodbye sama kutu dulu aaah…

Bye3 kutuuuu…hahhaa

foto dari sini,sini, dan sini