.entry-content p { text-align: justify; }
February 6

Ketika jutaan nyawa melayang sia-sia

Ga terasa 4 bulan lagi saya akan menjadi seorang ibu..

4 bulan lagi?waaa….antara excited, takut dan ngeri juga. Gimana nanti pas persalinannya..gimana nanti pas menyusui, memandikan bayinya, menggendong, duh takut salah gerak malah kecetit nanti adek bayinya.aduuuhh..gimana nanti kalau saya salah kasih makan, gimana…gimana….aaahh..belum2 dah stress duluan.

Hmm daripada stress mikir yang nggak-nggak, mending nulis postingan aja deh, ya ga? supaya pikiran tetap positif dan ga stress.

Waktu masih di China saya sempet berapa kali ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. Pertama masuk, heran banget kok rumah sakitnya ga bau obat kayak di indonesia yah..hehe ga penting banget sih. Coba kalo di rumah sakit disini bau obatnya menyengat banget, sampai pulang pun ย ‘bau rumah sakit’ nya ga ilang2 juga. Boro2 deh makan, ngemil aja pasti ga bakalan doyan kalo tempatnya dirumah sakit..Hehe..tapii pas disana kok kesannya biasa aja yah, bersih dan nyaman bahkan saya sampai bawa kue telur dan susu untuk sarapan dirumah sakit sana..

Eh tapi ya saya menemukan beberapa kejanggalan. Pas saya perhatikan sekeliling, kok pasien di klinik kandungan kok kebanyakan ABG , masih bau-bau kencur gt. Kok ya dah pada mau punya anak yah. Ternyata eh ternyata, pas saya nanya temen yang anterin saya katanya mereka itu datang kesini bukan untuk konsultasi kehamilan tapi untuk aborsi. Whaattss???A.b.o.r.s.i? di rumah sakit?? ga salah nih?

Baru tau kalo aborsi itu legal disini. Naudzubillahimindzalik..ngerii book..kejem bener yah.. ๐Ÿ™ Dan bener aja pas giliran saya masuk. Pertanyaan pertama dari dokternya adalah “Anda mau aborsi atau diteruskan kehamilannya?”

……………………….

Sempet bengong karena shock selama berapa detik..

Ah?maaf dok?

Anda mau aborsi? atau mau diteruskan hamilnya? silahkan pikir baik-baik dulu

Belum pulih benar dari shock saya langsung aja jawab ‘ Saya NGGAK mau ABORSI!” ih amit2 terbersit dalam pikiran aja ga pernah. Eeeh dokternya jg masih ngeyel nawarin aborsi (liat tampang imut2 saya yang kyak marmut kali ya..dikira ABG lom nikah, sorry yee..) dia bilang saya boleh pikirkan baik-baik dulu dan bisa kembali keesokan harinya.

Whats? ni dokter apa tukang jagal sih? ampun deh

Temen saya bilang untuk melakukan aborsi disini sangatlah mudah dan murah plus ga sakit katanya. Tinggal bayar 500 yuan, tidur trus bangun2 bayinya dah ilang deh. Ckck..ga kayak cerita-cerita orang di Indonesia yang katanya aborsi itu sakit bahkan sakitnya melebihi orang melahirkan. Bahkan aborsi ini juga merupakan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan jumlah penduduk. Jadi setiap KK akan dipantau terus, ga boleh punya anak lebih dari satu. Dan kalo misalnya masih pengen punya anak juga, bisa mengajukan permohonan dan membayar denda sebesar 10jt rupiah kira-kira. Tapi kalo buat PNS gak bisa, langsung dipecat dan diberhentikan dia kalo punya anak lebih dari satu.

Kasihan yah..denger-denger pernah juga ada ibu hamil yang saking ga mau diaborsi dia rela pindah-pindah kota untuk menghindari sensus hamil tersebut.

Parahnya lagi, ada kebijakan aborsi paksa yang dilakukan pemerintah China. Contohnya adalah pasangan xiao dan luo, xiao yang sudah mengandung 8 bulan anaknya dipaksa oleh pemerintah lokal untuk menggugurkan kandungannya. G aberperikemanusiaan banget! ibu xiao ini diseret dari rumahnya oleh petugas dan sempat ditahan disebuah ruangan selama 40 jam. Tidak hanya itu, dia juga menerima perlakuan kekerasan seperti dipukul, ditendang bagian kaki dan pahanya sampai memar-memar. Sampai akhirnya dia dibawa ke rumah sakit dan disuntikkan dengan obat yang dapat membunuh bayinya. Ini mah namanya eksekusi or pembunuhan terencana kali ya! kejaammmm….

Namun pasangan miskin dari provinsi Fujian, China ini tidak dapat berbuat apa-apa untuk menuntut pemerintah. Polisi dan pengadilan tidak mau melayani tuntutannya. Menurut hukum disana, apabila ada ‘pelanggar kebijakan satu-anak’ย secara rutin dihukum dengan denda, dan dalam beberapa kasus, dikenakan sterilisasi paksa, aborsi paksa, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan,” tambah Komisi. Sampai saat ini, terdapat 13 juta kasus aborsi di China yang terjadi per tahunnya. Pembunuhan massal 13 juta nyawa manusia….

Memang sih tujuannya untuk mengendalikan populasi, tapi dalam pelaksanaannya menurut saya sudah melampaui batas dan melanggar hak-hak asasi seorang manusia. Iya ga?

Alhamdulillah kita hidup di Indonesia, negeri yang damai dan aman sentosa. Walaupun bangsa kita sedang ruwet dirundung berbagai masalah, setidaknya tidak ada kebijakan iblis yang diterapkan dinegara ini. Kita wajib bersyukur atas anugerah ini.

foto dari sini



Copyright 2018. All rights reserved.

Posted February 6, 2011 by intan rawit in category "Just Something Personal

12 COMMENTS :

  1. By ruli on

    halo intan,

    saya pernah tanya mhs2 dari quang xi saat ujian speaking pas UTS. topiknya ttg aborsi di china. mrk gak tau banyak loh soal kekerasan yg terjadi yg di lakukan oleh badan keluarga berencana saat penerapan kebijakan itu.
    pdhl saya berharap banyak mereka bisa memberi informasi yg memadai. hehehe….. ^_^

    Reply
  2. By intan rawit (Post author) on

    bisa jadi mereka kurang tau beneran mbak..atau memang karena mereka g mau kasih tau kali ya…
    yang mbk tanya itu murid2 yang sekarang itu yah mbak?
    googling aja mbak..haha…yang pasangan tadi jg aku dpt dari googling, kasihan yah

    Reply
  3. By zee on

    Kecemasan yang dirimu rasakan itu dirasakan kok oleh semua calon ibu.
    Parno. Aku juga dulu begitu, maklumlah baru pertama kali hamil toh, jadi pikirannya aneh2. Kira2 gimana nanti ya, cara ngeden itu gimana, trs babynya mau ga tar keluar. Trs lengkapkah semua perkakasnya… ๐Ÿ˜€

    Tp setelah keluar, yg terucap hanya syukur. Alhamdulillah, akhirnya si dia keluar juga. Yg ditunggu2 berbulan2, akhirnya keluar.

    Eniwei, mungkin di CHina legal ya. Karena sekalian mengurangi kepadatan penduduk. Entahlah, padahal kalo gak salah China juga ketat soal perselingkuhan suami istri, tapi soal begini bisa longgar…. Aneh jg.

    Reply
  4. By Tuti Nonka on

    Wah … kebijakan pemerintah China mengendalikan jumlah penduduk dengan aborsi paksa itu betul-betul mengerikan! Saya baru sekarang membaca cerita seperti ini …
    Padahal banyak juga pasangan yang tidak punya anak, dan mati-matian berusaha agar bisa memperolehnya … ๐Ÿ™

    Reply
  5. By intan rawit (Post author) on

    @mba zee : iya yah mbak, ribuan ibu di dunia ini juga bisa kok melahirkan dan menjadi ibu yang baik, kalo mereka bisa kenapa kita nggak, ya kan..semoga babyq nanti seimut vay yah..hihi…
    Hmm btw kalo masalah perselingkuhan kurang tau juga, nanti aku teliti, halah..hehe..

    @bu tutiNonka: iya bu, mengerikan..pasti sedih sekali ya pasangan yang disuruh aborsi paksa tersebut, ga kebayang deh frustasinya gimana..

    Reply
  6. By niQue on

    Saya adalah salah satu dari sekian banyak perempuan yang sedang berusaha untuk hamil, sediiiiiih rasanya baca berita tentang aborsi ini ๐Ÿ™ hiks ….tega sekali ya huhuhu

    Reply
  7. By intan rawit (Post author) on

    @niQue : Iya mbak, kejam sekali rasanya yah… ๐Ÿ™

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

    Reply
  8. By Irawan on

    Kebetulan RS yang saya kunjungi nyaman, ga berbau obat, malah bau makanan…. atau memang ada makanan yang nempel di hidung saya ya?

    Reply
  9. By Alam on

    tenang saja (kayak pernah hamil aja ya aku :mrgreen: pake nasehatin sgala)
    busyet… gile tuh ngendaliin populasi pake cara begituan.. bukan manusia tuh..

    Reply
  10. By bintangtimur on

    Prihatin dengan aborsi yang dilakukan dengan sengaja karena telah berbuat ‘terlalu jauh’ dengan pasangan ๐Ÿ™
    Tapi mungkin karena penduduk China udah banyak banget, jadilah aborsi itu termasuk perbuatan yang ‘dilegalkan’. Ah, serem amat ya!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *