December 10

Jurus Jitu Belajar Bahasa Indonesia

Dulu, pernah baca suatu referensi. Katanya bahasa Indonesia memiliki tingkat kesulitan yang paling rendah daripada bahasa-bahasa lain di dunia. Di sana juga dijelaskan bahwa mempelajari bahasa kita hanya diperlukan waktu 3 bulan saja.

3 bulan??

Ckck…kok segampang itu ya bahasa kita. Kita belajar bahasa Inggris dari jaman esempe mpe kuliah juga kagak beres-beres. Masak sih orang asing segitu mudahnya belajar bahasa kita??

Anda percaya ga?

Dulu sih saya percaya-percaya aja, secara gitu kalo dibandingin ma bahasa Arab, bahasa Mandarin, Jepang atau Thailand kalo kita ga tau abjad-abjadnya ya ga bakal bisa baca, apalagi ngerti maknanya. Tapi kalau bahasa Indonesia ma bahasa Inggris, siapapun bisa baca meskipun ga ngerti arti dan maknanya.

Tetapi…

Sekarang kita  patut berbangga dan berbesar hati, ternyata teori di atas itu SALAH BESAR! (belomngadainrisetmendalamsih) tapi asumsi saya, bahasa Indonesia ga segampang yang dikira loh!

Bagi pelajar asing yang belajar Bahasa kita, terutama yang dalam bahasa ibunya nggak ada huruf apikoalveolar getar yaitu ‘r’ merupakan kesulitan terbesar. Orang China, orang Inggris, Amerika, semuanya akan merasa kesulitan karena bahasa Inggris dan mandarin ga ada ‘r’ yang getarannya sedahsyat huruf r kita. (kecuali bahasa Prancis, spanyol dan arab kayaknya). Bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berlatih huruf satu ini agar bisa melafalkannya sempurna. Ya bayangin aja dah biasanya tu lidah ga pernah getar-getar sekarang harus maksain dia bisa bergetar dan bergoyang…hihi… rrrrrrrrr….mantap oy…:)

Dari segi fonetik, tidak hanya huruf  ‘r’ saja yang menjadi kesulitan bagi pelajar China. Kesulitan lainnya adalah melafalkan huruf bilabial yaitu P dan B. Ada juga huruf apikoalveolar yaitu D dan T.  Mereka akan melafalkannya terbalik-balik. Misal kata ‘bapak’ mereka akan membacanya ‘papak, pabak, tidak ada tekanan dalam huruf b’. Karena dalam bahasa mandarin, huruf b diucapkan ringan seperti huruf P kita. Dan untuk huruf D, contoh kata ‘DUDUK‘ rata-rata dibaca ‘nduduk‘ atau tutuk.

Ini merupakan kesulitan fonologi yang terbesar bagi pelajar China, meskipun mereka sudah bertahun-tahun belajar bahasa Indonesia.

Bertahun-tahun sodara-sodara!!

So siapa bilang bahasa kita gampangan gitu??ughh…ga terima pokoknya!!

Tapi tetep sih sebagai guru yang baik saya harus membantu mereka untuk bisa melafalkan huruf-huruf tersebut dengan baik dan sempurna.

Ini dia beberapa jurus saya..

Pelafalan R dan L

ROTI MARI TERUS TERANG TERUS

Pelafalan B dan P

BAPAK BUDI BERSEPEDA DI PINGIR PANTAI BERSAMA BIBI BUDI

Pelafalan D dan T

DITA DAN TEDI DATANG KE RUMAH BAPAK DENTA UNTUK MINTA TANDA TANGAN.

^_^

Gimana menurut teman-teman? Agak wagu gimana gitu yaa??hehe..

Kalo teman-teman ada ide lain silahkan dishare, saya akan  sangat welcome…hehe…

*bantuin yaaa…xiexie!Terima kasih banyaaakk….