.entry-content p { text-align: justify; }
December 4

Chinese Duan Wu Jie端午节‚ 2010

Chinese Duan Wu Jie atau lebih dikenal dalam bahasa Indonesia adalah hari raya Pecun atau Dragon Boat Festival atau Double Fifth Festival dalam bahasa Inggris ini merupakan hari raya tradisional bangsa Tionghoa. Libur Nasional untuk hari raya duanwu tahun ini dijatuhkan mulai dari tanggal 14-16 Juli 2010.

Apa saja tradisi yang dilakukan dalam hari raya ini?

Pertama, memakan bacang (zongzi) semacam lemper dari beras ketan, didalamnya ada isi kacang merah, sayur dan berbagai macam variasi daging dan dibungkus dengan daun bambu atau teratai. Makan zongzi ini sangat baik lho untuk kesehatan, banyak gizi yang terkandung didalamnya. Daun teratai dan bambu yang digunakan untuk membungkus pun bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan tradisional. Misalnya untuk menguatkan lambung, menawarkan racun, membantu pencernaan dan lain-lain.

Kedua, masyarakat Tiongkok akan mengadakan perlombaan mendayung perahu naga. Jadi di setiap daerah akan mengadakan lomba besar-besaran yang harus diikuti setiap perwakilan desa.

Sejarah Hari Raya Duanwu

(mau mendongeng ni ceritanya) Alkisah, perayaan hari raya ini ditujukan untuk menghormati Qu Yuan, seorang menteri pada dinasti Chu. Beliau ini terkenal sangat jujur, rendah hati dan disegani oleh rakyatnya. Namun sayang, banyak pihak yang iri pada kedudukannya dan akhirnya dia dikhianati dan difitnah yang membuat Qu Yuan dihukum dalam pengasingan. Berada dalam pengasingan tak membuat dia lupa akan tanggung jawab pada kerajaan dan leluhurnya. Terlebih lagi saat mendengar berita bahwa ibukota dan klenteng-klenteng dihancur leburkan oleh orang2 dari kerajaan Chin, beliau merasa sangat sedih dan berduka. Dia pun memikirkan berbagai cara untuk menyelamatkan bangsanya. Tapi..apalah daya, tubuhnya kini telah renta dimakan rayap usia, tenaganya telah memudar seiring berjalannya waktu.

Endingnya, Qu Yuan yang telah lanjut usia memutuskan untuk menjadikan diri sebagai tugu peringatan bagi rakyatnya. Dia membawa perahu ke tengah laut dan mengikatkan tubuhnya dengan batu kemudian menceburkan diri ke laut.

Beberapa nelayan yang melihat peristiwa ini dengan tangkas bergegas menolong si tua Qu Yuan, namun aneh tubuhnya sama sekali tak ditemukan.

Dua tahun setelah peristiwa tersebut, Gi Hu seorang nelayan membawa tempurung bambu berisikan beras dan dituang ke dalam sungai untuk mengenang kembali dan menghormati Cu Yuan. Pada tahun-tahun berikutnya diadakan lomba perahu yang hiasi gambar naga yang mengingatkan usaha mencari jasad Cu Yuan.

Pesan moral yang ingin disampaikan dalam perayaan ini adalah keteladanan akan kejujuran dan dedikasi seseorang untuk rakyat dan bangsanya. At least untuk diri sendiri dulu lah ya..kalo misalnya belum bisa berbuat sesuatu yang besar. Mulailah dari diri sendiri.

For all of my Chinese friends..Zhu nimen duanwu jie kuai le! Thanks buat zongzi yang kalian kasih ke aku..enaaaakk..manis, ada gurihnya juga. Nyummy..

Sekali lagi, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Pecun bagi yang merayakan.. HAPPY DUAN WU JIE! DUAN WU JIE KUAI LE!

Sumber :

http://ngubek.com/artikel/baca/tradisi-pecun-yang-terlupakan

http://lifeisreallybeautiful.com/ethnic-festivals/duan-wu-jie-aka-dragon-boat-festival/



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted December 4, 2010 by intan rawit in category "Just Something Personal

3 COMMENTS :

  1. By intan rawit (Post author) on

    boleh saya kirim dari sini bu..haha..langsung berburu bacang deh bu irma..xixi..btw ni semua postingan dulu kok cm saya pindah dari blog lainnya. Kurang fokus kalo blognya banyak, ga bisa ngurusnya..hehe

    Reply
  2. By ismi on

    penasaran mbak rasanya kayak apa sih?>. itu bikinnya bisa nda sendiri? share resepnya yah…(~_*)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *