.entry-content p { text-align: justify; }
June 3

Sahabat…Ingatlah hari ini

Kamu sangat berarti

Istimewa di hati

Selamanya rasa ini

Jika tua nanti

Kita tlah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini……….
(Project Pop)

Apa sih di dunia ini yang lebih berharga dari persahabatan dan pertemanan? Uang, harta, kedudukan, ketenaran? Ah, rasanya sederet gemerlapnya perhiasan dunia tersebut tak akan ada artinya. Dunia ini serasa hampa dan kosong tanpa kehadiran mereka.

Lalu, Apa makna sahabat bagi teman-teman semuanya? Seberapa berharganya keberadaan mereka?

Pengennya sih saya jawab amat sangat berharga! Tapi kok semakin berumur jadi merasa teman dan sahabat itu seperti iklan yang mampir lewat saja di episode kehidupan kita, datang dan pergi, sempat mengisi beberapa lembaran hidup kita. Setelah itu..wussss…menghilang begitu saja. Lalu kita pun terus berjalan melanjutkan hidup kita, mungkin di tengah jalan nanti kita akan dipertemukan dengan sahabat dan teman baru, tapi sama saja akhirnya. Terputus oleh kontrak. Dan lanjut urus kehidupan masing-masing.

Walaupun pasti ada beberapa yang tetep nyantol sampai tua nanti. Tapi adakah persahabatan yang awet dan kekal seperti itu? Ga yakin deh..paling tidak harapannya seperti yang dinyanyiin project pop aja tadi aja, ga muluk-muluk.

Jika tua nanti dan tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini..

Well, sebenarnya tulisan ini pengen saya dedikasikan kepada teman-teman muslim Xinjiang. Yang telah menemani saya dalam waktu kurang lebih satu tahun di kampus ini. Walaupun hanya sekilas lalu, layaknya iklan dalam sebuah sinetron. Tapi mereka tetap meninggalkan coretan yang bermakna di lembaran hidup saya.

Dendangan lagu khas xinjiang atau lagu india, dentingan piano, petikan gitar tradisional atau sekedar tabuhan kendang selalu menghiasi hari-hari saya selama disini. Ataupun sekedar pergi ke pasar untuk bantuin menyembelih ayam. Semuanya sangat berkesan!


Tanggal 7 Mei 2010 merupakan pesta wisuda mereka. Jadi kalau di sini setiap fakultas yang akan wisuda harus membuat sebuah malam pertunjukan seni. Dan khusus untuk mereka, karena kebetulan belajar seni musik dan tarian tradisional, malam itu adalah konser tunggal kelas mereka. Ada pertunjukan tari khas etnis xinjiang, alat musik khas dan juga lagu-lagu daerah mereka. Seru abis deh, ada juga guru mereka yang ikut turun ke stage menari bersama mereka. Jadi intinya pertunjukan ini ditujukan kepada para guru, orang tua, dan sahabat-sahabat sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghormatan terakhir setelah 4 tahun lamanya menuntut ilmu.

Sekilas info aja, xinjiang merupakan salah satu propinsi di Republik Rakyat Tiongkok yang memiliki otonomi khusus. Hampir semua penduduknya(etnis uighur) beragama muslim, tapi sungguh sangat disayangkan. Saudara-saudara kita disana tidak bisa bebas menjalankan kewajiban beribadah dengan bebas. Bagi para wanita dilarang memakai jilbab, sholat Jumat yang dikawal para polisi (tak jarang pula sering dibubarkan jika khotbahnya dirasa terlalu membahayakan), akses pendidikan tentang islam yang terbatas. Apalagi setelah konflik uighur kemaren, semua website diblok di propinsi ini. Jadi mereka tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar sama sekali.

Tapi tetap salut dengan mereka, dengan segala keterbatasan yang dimiliki masih terus berusaha menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai seorang muslim yang taat.

Selamat jalan dan berkarya teman-temanku! Teruskan perjuangan kalian, jangan pernah patah semangat! Sukses dan semoga kita bisa dipertemukan lagi dalam keadaan yang lebih baik…amien..




Copyright 2019. All rights reserved.

Posted June 3, 2010 by intan rawit in category "Just Something Personal

27 COMMENTS :

  1. By delia on

    Lia juga pernah baca kisah mereka..
    dalam kaum minoritas solidaritas mereka justru lebih kuat…

    semoga persahabatan tetap terjalin ya ^_^

    Reply
  2. By Dewa Bantal on

    Ya semoga temanmu itu sukses juga selepas dari kuliahnya 🙂 — masalah Agama, biasanya semakin tertekan, mereka semakin berkembang. Selalu ada harapan disetiap penderitaan, ya gak? ^^

    Reply
  3. By Den Hanafi on

    Akhirnya mbak intan update juga. 😀

    membaca postingan ini, saya sempat mengucapkan alhamdulilah. sayah bersyukur tinggal di negeri yang memiliki kebebasan beragama seperti di Indonesia, coba bayangkan kalau jum’atn saja harus dikawal polisi. emangnya kita koruptor apa???

    Reply
  4. By agoenk70 on

    wuah baru sempat mampir kesini lagi neh hihi..
    memang teman sangat berarti. tapi kasihan juga yah jadi serasa terpenjara dan tertekan gitu mereka.

    Reply
  5. By aguskusuma on

    buat saya sahabat sgt penting,
    merekalah yg memberi selimut ketika saya kedinginan
    mereka pula yg memberi senyum disaat bibir kita terkatup rapat2

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

    Reply
  6. By arman on

    iya lah… mana bisa ya kita sebagai makhluk sosial hidup tanpa teman… 🙂

    tapi emang gak gampang mencari teman sejati. yang selalu ada kapanpun dan walaupun kita tinggal dimanapun (maksudnya berjauhan gitu). kadang emang teman datang dan pergi seiring berjalan waktu. karena ya mungkin ada yang udah berbeda interest, atau karena jarak juga…

    tapi gimanapun tetep kita perlu punya teman ya…. 🙂

    Reply
  7. By Wempi on

    Kebetulan wempi blon terlalu terobsesi menjadi sahabat maupun mencari sahabat 😆

    Reply
  8. By Ndah on

    Thx intan dah ngunjungin blog saya, slam kenal juga, wah jago bhs cina donk yah??!! konon katanya bhs cina, salah satu bhsa y susah dipelajari yah??….izin tuker link boleh ga??

    Reply
  9. By arif on

    wow, kmu beruntung sekali, punya banyak teman. berbahagialah dan syukuri itu :), suatu saat ada kalanya kita akan menghadapi sesuatu tanpa siapapun 🙂

    Reply
  10. By intan rawit (Post author) on

    @abrus : busyettt..diborong semua deh komengnya ma kang abrus..hehe..wah seru donk, ga usah jauh-jauh bisa lihat tarian tradisional mereka

    @ari : Iya mbak, juga membuat hidup jadi lebih berasa ya! macam gado-gado..

    @lia : Iya kasian kalo jadi kaum minoritas gitu, semuanya diatur ma kaum mayoritas.

    @Dewa Bantal : Iya, ada yang kepengen ke Indonesia juga tuh, haha..biar bisa bebas

    @Deden : Yipii…iya den, alhamdulillah banget negri kita demokratis ya..jadi pengen cepet2 pulaaaaaanggg

    @ agung : ya nih dah lama ga ketemu yaaa… doakan aja ya moga keadaan mereka bisa jauh lebih baik dari sekarang

    @agus : wah puitis bener om…hehe

    @idebagus : ya moga persahabatan kita juga makin erat yaa

    @arman : yup betul..ga bisa dibayangin kek mana rasanya lo ga ada temen..kasian bener deh..

    Reply
  11. By intan rawit (Post author) on

    @wempi : Wah..hebat wempi..mpe sekarang lom pernah punya sahabat?

    @Ndah : sama-sama ndah, ah ndak juga masih susahan bahasa jawa menurutku,, hehe..oke boleh2 aja ndah..lam kenal yah!

    @arif : yup..ada saatnya cuma kita berdiri sendiri.

    Reply
  12. By Deka on

    Sahabat make me to be important people. I will never forget about that. [halah sok pake bahasa linggis]. btw dimana sich link postingan yang ada bening-bening dari china. heheheh

    Reply
  13. By intan rawit (Post author) on

    @deka; Wah maunya yang bening-bening ya dari China…kalo air bening gimana deka? hehehe..btw menurutku masih bening-bening yang di Indonesia kok..

    Reply
  14. By BlogCamp on

    Link artike Bercengkrama dengan Pohon kayaknya putus tuh nduk. Tidak bisa di klik sehigga saya tak bisa melihat gambarnya. Coba cek yaa. Nanti saya kemabli lagi
    salam hangat dari BlogCamp

    Reply
  15. By vedic astrology on

    I’m happy when reading through your site with up-to-date information! thanks alot and hope that you’ll publish more site that are based on this website.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *