.entry-content p { text-align: justify; }
February 7

Kenapa ga boleh makan babi?

Ya iyalah, masak nelen babi segitu gedhenya emang ular piton yang sekali telen anak kerbau aja bisa masuk. hehe..oke2 ga penting banget. Maksud saya tentu saja daging babi. Okelah kalau begitu langsung aja,  postingan kali ini ga bakal jauh-jauh dari curcol  saya, hehe.

Well, tentu semua orang sudah taulah kalo umat muslim diharamkan untuk makan daging babi, sudah jelas-jelas dijelaskan di Al-Quran. Alasan utamanya dari segi kesehatan, dan beberapa alasan moril lain. Sebagai muslim yang baik tentu saja saya harus mematuhi aturan tersebut, gimanapun keadaannya. Untunglah saya lahir di Indonesia, dimana semua orang punya agama jadi bisa saling menghormati perbedaan prinsip antar agama.

Nah, sekarang lain lagi ceritanya. Saya yang lagi terdampar di negeri orang yang sebagian besar penduduknya tak beragama, tak percaya sama Tuhan. Benar-benar menganggap saya seperti Alien yang datang dari planet lain. Pertama, karena saya pake jilbab dan baju panjang-panjang (g peduli musim panas or musim dingin). Kedua, saya tidak makan daging babi. Ketiga, saya g minum bir or wine apapun berbau alkohol.

Nah karena hal tersebut, saya sering dipojokkan oleh beberapa teman baik yang asli orang China ataupun yang dari negara lain. Banyak sekali yang baru kenal tiba-tiba udah menyudutkan saya dengan tanya macam-macam. Misalnya : Kok kamu harus nutupin rambut segala? Untuk apa? Kenapa cowok ga boleh lihat? G adil dunk. Belum lagi pas musim panas kemaren, hampiiiirr semua orang memandang saya aneh, panas-panas gini kok pake bajunya panjang2, pake kerudung lagi. Setiap orang pasti tanya : Kamu g kepanasan yah pake pakaian seperti itu? secara orang-orang pake baju2 pendek dan tipis semua.

Saya pun berusaha menjawab pertanyaan2 tersebut dengan sabar dan penjelasan yang sedetail-detailnya. Tapi kok ya tetep aja ga ngerti-ngerti yah, tetep berpendapat kalo kepercayaan saya ini aneh dan tidak masuk akal.

Loh, kok g nyambung ma judulnyah? hehe..maap maap

Oke jadi langsung ke inti permasalahan. Kemarin saya makan bersama bareng teman, dan tentu saja saya dah wanti-wanti jangan sampai ada daging babi or minyak babi. Tentu saja dia terheran-heran, trus tanya saya.

Loh? kamu ga makan daging babi? kenapa? enak sekali loh, paling enak dari daging-daging lain” ujar teman saya.

Wah maaf,  agama saya melarang saya makan daging babi dan minum alkhohol. Jadi ga boleh makan.” tegas saya.

Kamu ga kepengen? Wah sayang sekali, tapi kenapa kok sampai dilarang begitu? ‘ tanyanya penuh rasa ingin tau.

Ya intinya tidak baik untuk kesehatan. Maaf saya ga kepengen” tegas saya sekali lagi

Ehh,,tapi ga berhenti sampai disitu saja pertanyaan dia. Mbok ya hormati saya kek. Malah  masih terus memojokkan saya.

Tidak baik untuk kesehatan? Saya ga percaya, buktinya di China semua orang makan daging babi, tapi kami masih sehat-sehat saja sampai tua. Apa buktinya?”

Dhueeeeenggg!!!!!!!

Nah, kalo udah gini saya yang mentok mau kasih jawaban apa ke teman tersebut.  Sebenarnya saya masih ada jawaban lain sih, yang perbandingan perilaku ayam jantan dan babi jantan. Tapi susaaaaah ngomongnya pake bahasa mandarin. Maklum masih belepotan.

Pertanyaan saya di postingan ini, Bagaimana strategi anda atau mungkin ada analogi simpel untuk jawab pertanyaan2 tersebut  jika berada di posisi saya? Kasih saya saran dan masukan yah. Karena saya yakin besok2 masih banyak yang bakalan nanya pertanyaan yang sama.

nb: maaf kalo postingan ini agak2 berbau agama2 dikit, bukan niat hati untuk menyinggung prinsip agama lain, tapi semata-mata cuma curcol saya). Saya tetep menghargai perbedaan kok.

Wallahua’lam



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted February 7, 2010 by intan rawit in category "Just Something Personal

122 COMMENTS :

  1. By Den Hanafi on

    Jawab az : Babi adalah hewan paling jorok yang hidup di muka bumi. Ia hidup dan tumbuh di tempat kotor, tahi(maaf), dan lumpur. Inilah hewan pemakan kotoran terbaik yang pernah diciptakan. Di daerah pedesaan yang tidak memiliki toilet, penduduk biasanya suka membuang hajat (buang air besar) di tempat terbuka. Seringkali kotoran tersebut kemudian dibersihkan oleh babi.

    Mungkin ada yang mengatakan bahwa di Negara-negara maju seperti Australia, babi dikembangkan dalam kondisi yang bersih dan higienis. Dalam kondisi yang bersih seperti ini sekalipun, babi-babi ditempatkan dalam satu kandang. Tidak peduli sekeras apapun usaha manusia menjaga babi-babi itu tetap bersih, mereka akan tetap berperilaku jorok. Babi-babi itu akan makan dan menikmati kotoran mereka sendiri atau kotoran teman-teman sekandangnya.

    Islam mengajarkan kita untuk selalu bersih. apakah kita mau tubuh kita dikotori oleh hal2 seperti itu terlepas itu sehat atau tidak. trus banyak penelitian yang mengatakan, kalau memang babi itu sarang penyakit.

    Sumber : http://belajarislam.com/wawasan/sains/642-fakta-mengapa-daging-babi-diharamkan

    Reply
  2. By anna on

    kebetulan saya juga berjilbab.
    agak susah juga menjawab pertanyaan dari mereka yang jauh dari konsep agama kita. maksudnya, biarpun beda agama, tapi kalo dekat atau sering bersentuhan dengan konsep agama islam, pasti tidak akan ada pertanyaan simple seperti itu.

    mungkin jawabnya adalah karena ini tuntunan dari agama.
    agama adalah sesuatu yang kita percaya.

    sama halnya dengan hal-hal yang mereka percaya *tapi nggak masuk akal buat kita*

    Reply
  3. By intan rawit (Post author) on

    @den hanafi : Thanks yah infonya, (buka-buka kamus mandarin dulu buat terjemahinnya, hehe).
    @anna : iya mbak, mentok-mentok ya saya bilangnya ini sudah jadi kepercayaan saya jadi tidak bisa diganggu gugat oleh alasan apapun. Diem deh. Hehe..tapi tetep harus kasih jawaban yang memuaskan kepada mereka yang belum tau agama mba, biar ga salah persepsi tentang agama kita.

    Reply
  4. By manda on

    Pertama dijelaskan dl bahwa itu adalah perintah Allah, dan sebagai bukti ketaatan sebagai muslim adalah mengikuti perintahNya. Taat karena seluruh jiwa raga dan harta adalah milik Allah, kita adalah hamba rendah dihadapan Allah.
    Tujuan utamanya untuk mencari pahala kelak di hari perhitungan, Bukan lagi karena sebab didunia(karena lebih sehat, lebih bersih, dan sebagainya). Prinsip ini yg pertama wajib dipegang oleh seorang muslim, membuktikan ketaqwaan kita terhadap perintah Allah.

    Selanjutnya itu kita yakin bahwa segala sesuatu yg telah diperintahkan Allah kepada hamba pasti memiliki hikmah. baik yg telah terbukti ataupun belum. Dalam kasus babi ini Alhamdulillah sudah ada hikmah dari sisi kesehatannya. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yg terbaik untuk hamba2Nya.

    Jadi meskipun sekarang perkembangan teknologi ternak babi sudah maju, babinya sudah bersih, bebas penyakit, sehat, gemuk, gak cacingan, dan sebagainya… tidak bisa menjadi halal karena sebab penyakit/keburukannya sudah dihilangkan. tetap saja haram, karena kembali keprinsip yg pertama tadi.. demikian, Insya Allah bisa menjadi pegangan yg kuat, wallahu’alam.

    Reply
  5. By nakjaDimande on

    hehhhe, tapi intan ngga patah semangat kaan.
    menjadi minoritas itu memang butuh kekuatan, dan hanya orang pilihan yang bisa melewatinya tanpa tergoyahkan Iman-nya.

    Reply
  6. By Desri Susilawani on

    kalo alasannya kotor dan jorok, mereka bisa berkilah bahwa babi yang mereka dapatkan berasal dari peternakan yang super duper higienis.
    kalo alasannya mengandung penyakit, mereka bisa membuktikan bahwa penyakit yang dikandung oleh daging babi sudah dapat diminimalisir sehingga buktinya mereka tetap sehat wal afiat meskipun mengonsumsinya.
    Tapi semua itu tidak dapat menggugurkan haramnya daging babi. karena pada dasarnya babi diharamkan karena zatnya, bukan karena sebabnya….
    nah itulah yang saya tau dari Ust. Abu Syabila

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      @desri: benar mbak, say ayakin apa yang dilarang Allah ada sesuatu yang tidak baik bagi umatnya.
      @sauskecap : hahaha,,ide bagus mbak! btw kemaren sempet heboh di kampus gara2 flu babi, satu asrama diisolasi selama beberapa minggu, ada yang kena beberapa orang tapi jadinya semua orang ga boleh keluar.
      @sakurata : ya betul mas! kita tantang mereka untuk membuktikan, tapi pasti pada ogah, soalnya harganya paling murah disini dan rasanya enak (katanya sih..hehe)
      @Yunus : Bener itu pak.

      Reply
  7. By sakurata on

    Mbak,
    Kalo menurut Saya alasan apapun yang akan kita pakai kenapa daging babi itu haram akan selalu bisa dipatahkan dengan logika. Misal, babi tidak baik kesehatan, maka ada ada alasan, kan bisa dimasak agar 100% steril, misal kita pakai alasan babi jorok.. ikan lele yang maaf, dipelihara di jamban massal kan juga jorok…dst..dst.. Mengenai babi kemungkinan menyebabkan orang bisa “hilang rasa cemburunya” ketika dibandingkan dengan ayam memang pendekatan baru yang cukup menjelaskan..namun pasti susah bercerita memakai bahasa Alien…beda babi jantan dan ayam jantan menyikapi “saingannya” dalam satu kandang 🙂

    Menurut Saya… kalo ditanya kenapa daging babi itu haram, jawabnya simple.. Ya karena di Kitab Suci Kami disebutkan babi itu haram, titik ! terus kalo dilanjutkan alasannya kenapa…jawab aja bahwa itulah tantangan untuk ilmu pengetahuan manusia kenapa sampai Tuhan mengharamkan daging babi, dan jawabannya akan sangat banyak.. tergantung discipline ilmu mana yang dipakai untuk melakukan riset/penelitian.

    Reply
  8. By Yunus Chalim on

    setau saya babi itu hidupnya ditempat yang kotor, dan tentunya banyak bakteri yang menjangkit ditubuh si babi, Islam menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan, kalau kita makan babi = sakit = Allah tidak berkenan = tidak boleh makan babi

    Reply
  9. By Okkots on

    Semua yang diharamkan pasti ada sebabnya…. iya kan? Inilah mungkin salah satu jawaban mengapa babi diharamkan

    Reply
  10. By Erry Andriyati on

    wah ribet kali orang itu nanya nya yaa???
    bilang aja ga suka atau alergi biar cepet….hihihi

    btw, dirimu lagi di China kah???
    whuaaa….salam buat tao ming shi yaaaa:)

    Reply
  11. By alfon on

    memang sulit menjawabnya .. tapi setiap agama punya peraturan dan adab masing-masing yang tidak perlu di perdebatkan..

    jadi hal tersebut menurut saya tidak usah ditanggapi cukup jawab saja semua orang islam tidak makan babi itu peraturannya kalo gak terima coba jadi orang islam dulu nanti ngerti sendirikok Piss

    Reply
  12. By Guru Go!Blog on

    Pertamax : Nyang tegar (istiqomah) ya mbak, karena di lingkungan nyang super Yahoo! 😆
    Keduax : Jelaskan aja apa adanya bahwa saya begini ini karena MENTAATI PERINTAH ALLOH dan ROSULNYA, misalkan dengan mengambil ‘Ali Imron ayat 31.

    Reply
  13. By arsumba on

    memang sulit menjelaskan sesuatu pada orang yang lain kepercayaan.. sebenarnya simpel aja jawabnya mbak..
    “lakum diinukum waliyadin…”
    sebijak apapun pnjelasan kita kalau mereka ttep ngotot toh sma saja.. yang penting sudah berusaha.. ya toh..

    Reply
  14. By noto on

    Wah, salut untuk Mbak Intan yang tetep menjaga kehormatan Islam, walaupun di tengah2 sarang penyamun hehehe….

    Wah kalau disuruh jawab pertanyaan Mbak Intan saya belum bisa jawab, Saya cenderung setuju dengan pendapat Mas Manda.

    Reply
  15. By didot on

    hehe.. kunjungan pertamax nih disini. maaf ya kalo rada panjang,abis topiknya sangat menarik sih,hehehehe:D

    gini pertama dari segi fikih dulu ya :
    kalo dari segi fikih ,agama itu dogma. jadi harus ditelan bulat2,terutama masalah perintah Allah yg ada di quran,tidak bisa dirasionalisasi akal manusia.
    misalnya babi katanya haram karena kotor ,nanti mereka akan jawab : kan sekarang teknik peternakan babi udah canggih,udah bersih,bahkan bisa dipastikan dengan penelitian lab kalo dagingnya itu sudah bersih.
    nah makanya jangan dirasionalisasi spt itu,nanti kita kerepotan sendiri jawabnya.
    hukumnya udah ada mau ada sebab atau tidak ada sebab,laen kalo misalnya hukum potong tangan karena mencuri,hukum berlaku APABILA ada sebab ,yaitu mencuri. jadi beda antara keduanya.

    nah sekarang dari segi ilmu modern : selain jawaban ayam dan babi itu (saya juga kebetulan udah baca) ,masih ada lagi teori babi itu matinya ditusuk dari belakang,jadi darahnya masih banyak dialiran darahnya,dan kita tau darah itu asam uratnya tinggi,jadi bahaya utk kesehatan manusia. (ini juga bisa jadi makanya binatang harus disembelih biar darahnya keluar)
    TAPI…. ini semua sekali lagi rasionalisasi. hukum di alquran jangan dirasionalisasi,itu saran saya,nanti kita terjebak dalam kesulitan yg lebih dalam (akibat teori kita sendiri)

    okeh,sekarang saya sendiri kalo berada di posisi kamu gimana?

    saya akan jawab,itu ada di alquran ,dan saya percaya hal itu. seperti anda percaya pada Tuhan kan? saya juga percaya,dan percaya itu masing2 ,jadi tidak perlu diperdebatkan. jadi benar kata beberapa rekan diatas,dikembaliin ke al quran dan lakum dinukum waliyadin aja istilahnya. gak usah terjebak dalam perdebatan utk masalah ini.

    toh kita gak jadi benar karena mereka salah kan? kita bisa benar tanpa mereka harus salah kok. benar ya benar,gak perlu nyalahin orang lain.

    banggalah jadi orang minoritas,setau saya hanya kelompok minoritas yg masuk surga,mayoritas masuk neraka atau disucikan dulu di neraka (bagi yg masih punya iman walau sebiji sawi)

    demikian penjelasan saya ,semoga anda tidak puas,karena saya jelas bukan pemuas!!

    wassalam

    -didot-

    Reply
  16. By Nur Ali Muchtar on

    wew, nice posting. pertamax, salam kenal. keduaxx, pake alasan perilaku itu (jelasin singkat aja atau cari buku yang ngejelasin tentang hal ini. susah ga?). ketigaxxx, cuma bisa mengingatkan, tetap bersabar dan istiqamah. hehe

    Reply
  17. By intan rawit (Post author) on

    @all, especially mas didot: thanks a lot yah udah kasih banyaaaaaakkkk masukan dan saran. Insyaallah pengetahuan saya jadi bertambah, dan tentu saja semakin memantapkan keyakinan saya. Bahwa saya ga sendiri, masih banyak teman-teman yang dukung saya. YUP saya suka sekali ma kalimat mas didot yang terakhir
    “toh kita gak jadi benar karena mereka salah kan? kita bisa benar tanpa mereka harus salah kok. benar ya benar,gak perlu nyalahin orang lain.”
    setuju banget! yang namanya keyakinan dan kepercayaan g perlu dirasionalisasi.
    Jadi kasian sama mereka yang ga punya kepercayaan…

    Reply
  18. By Oyen on

    kalo Oyen (kebetulan dulu juga pernah ke Cina), selalu bilang..

    I am a moslem, moslems believe in Allah, Whatever Allah said, we believe thats the best 4 us, no matter what, Allah create us, so Allah know everything bout us……..sami’na wa atho’na…we listen n we done it…

    trus diem de, gak tanya2 lage..he..he

    SEMANGAT !!! jo lali oleh2nya..he..

    Reply
  19. By aap on

    Saya pernah juga ditanyakan hal yang sama waktu magang di hph kebetulah didaerah kalteng..! walau disediakan menu lain tapi saya tahu masaknya pake tempat yang sama..akhirnya hanya bisa jawab pokoknya ngga boleh ajalah..he.he…! berkunjung kembali..!

    Reply
  20. By ceuceusovi on

    jujur…saya hanya bisa menjawab bahwa agama saya melarang saya untuk makan babi.. dan saya yakin ada penjelasan ilmiah mengapa islam melarangnya .. dan saya belum tahu itu ( selain alasan masalah kesehatan.. cacing pitanya itu).. teman blogger yang pengetahuannya lebih luas..pasti bisa berbagi tentang ini…

    Reply
  21. By sawali tuhusetya on

    wah, ttg babi, melihat bentuk dan moncongnya saja saya bisa klenger, mbak intan, hehe … apalagi menyantap dagingnya. meski demikian, sikap saya juga sama dg mbak intan. saya juga menghargai saudara2 kita yang tdk mengharamkannya.

    Reply
  22. By pakacil on

    whuihihihihi… ada² saja jawaban mba intan di awal tulisan ini.
    sepertinya sudah sangat banyak masukan yang disampaikan kawan² diatas.

    tapi paling tidak, mungkin mba intan bisa selalu sediakan makanan kecil sebagai tindakan jaga², jangan sampai nanti pas menunya terlarang untuk dimakan, mba intan cuma bisa nahan larap tanpa ada menu lain. 🙂

    *
    btw, saia hari ini dapat teks captcha lembahnista 🙁
    nasiiiib… nasiiib…. 😀

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      @aap wah di Kalteng juga ada ya pak, pasti pada terheran2 gitu kita kekeuh g mau makan ya pak.
      @ceu sovi : iya ceu, yang penting yakin aja deh kalo ada efek buruknya entah apa.
      @sawali : hahahaha….bener-bener pak, nggilani bener ya. Makanya dimasak seenak apapun tetep ga pengen.
      @pakacil : yang mana ya pak?hehe..iya sih, pernah saya cuma gigit jari dan nahan laper doank coz teman saya makan pizza pake daging babi dan minum bir! weleh..wahaha..maap pak. itu mah kreativitas dari adminnya. Hehehe

      Reply
  23. By zee on

    tadinya saya mau berkomentar bahwa babi memang jorok dan dari segi kesehatan bla bla bla, tapi di atas ternyata sudah banyak penjelasan ya mbak, terutama dari mas didot yg cukup panjang lebar menambah ilmu saya juga. jadi sedikit banyak saya jadi belajar jg dari postingan ini.

    Reply
  24. By jejak annas on

    coba mbak jawabnya, maaf hari ini saya lagi tidak makan babi. besok-besok, okelah he he buat membebaskan dari kejaran pertanyaan konyol ntu

    Reply
  25. By intan rawit (Post author) on

    @Pak HariMulya : hahaha,,,boleh juga tuh,,
    @Zee : Iya mbak, jadi nambah pengetahuan tentang perbabian dari mas didot, hehe
    @Annas : Wahaha,,besok2 kalo ditagih jawabnya juga sama yah,,jadi ingat iklan tukang bakso di gerobaknya : “Hari INI BAYAR, BESOK GRATIS” wahhaha..

    Reply
  26. By Astaga.com lifestyle on the net on

    usul jawaban :
    Tidak makan babi karena keimanan dan rasa kasih sayang saya pada Dzat yang paling aku sayangi yaitu Allah, sama saja dengan anda yang tidak akan pernah melakukan sesuatu apapun yang mana engkau dilarang melakukan oleh orang-orang yang engkau cintai tersebut karena engkau takut ditinggalkan atau dibencinya.

    Reply
  27. By achine on

    thanks bt comment disini…tanya mbah GOOGLE wae mbul mesti ngerti…..luweh ngerti dr pada dukun….wakakakka…..sebenarya masalah diharamkan makan babi itu dah TAUQIFI (dr dlu dan dari sononya)…begitu juga penghraman yang lain yang tertera di Al Quran..kadang pa yang ada di Al quran itu belum diketahun maksudnya. hal itu dsebab kan karena terbatasnya akal manusia…..kadang juga maksud dr teks al Quran akan diketahui pada waktu yng lama dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, perbedaaan tempat, waktu dan keadaan..(bingung ra?)misalnya:zakatnya orang indonesia dengan orang ARab kan beda..kalo indo zakat dengan beras, kalo arab dengan kurma..karena perbedaan tempat hukum itu bisa berubah..malah nglantur mbul….
    setauku…pengharman babi dr segi agama,
    ITU SEMUA SUDAH TAUQIFI….dan manusia diharapkan untuk mencari knp kok diharamkan…spt pengharaman minuman keras…awalnya islam itu cm kasih tau, kalo khamar (miras) itu banyak madharatnya dr pada manfaatya…blm dikasih hukum haram..trus islam bilang lagi kalo lagi mabuk gak boleh shalat….
    Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam,
    Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?
    Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.
    Mengetahui hal itu, mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?” Beliau menjawab, “Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia.”
    Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu darikeduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.

    Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
    Selanjutnya beliau berkata, “Saudara-saudara, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
    Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya.”
    Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya selama tiga hari,memberinya makan dan memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya.

    Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman,seorang Muslim Jerman, dalam bukunya:
    “Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman”, halaman 130-131:

    “Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim,dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”
    Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadt fi at Tafsir al Qur’an alKarim, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: “Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini,
    generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini.

    Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
    Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
    Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.

    Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia. Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi.
    Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
    Ia tidak akan berhenti makan,bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
    Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah,memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
    Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular- menyatakan: daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon.
    Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
    Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.
    Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi.

    Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap.
    Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi…..kurang puas?

    Reply
  28. By achine on

    tambah mneh…..
    slah satu penelitian orang barat mngatakan bahwa, struktur organ tubuh babi itu, sama seperti organ mnusia…masak manusia mau makan yang kaya manusia…..makanya kalo mau cangkok ginjal, ganti ja ma ginjalnya babi..wakakkaka
    selanjutnya, memnag bnr babi itu bisa membuat kulit gak sehat, bintik2 merah dan kerusakan kulit..baca komen ku yang pertama…wakakkaka

    Reply
  29. By intan rawit (Post author) on

    Gileeee..panjang benerrr mbul! bener-bener lengkap analisismu. Referensine akeh tenan! sip lah….
    kudu lebih berhati-hati nih dirikuw disini, ga sembarangan walau cuma sekedar beli jajanan. Kata temenku sih kalo di daftar komposisi suatu snack ada tulisan lemak hewan berarti itu jg ga halal.

    Reply
  30. By Gw Henky on

    Be a ba…ba…
    be i bi…..bi….
    baaaaabiiiii….hmmmpppp……tapi tu benda nyami ko mbak…
    aq sih punya prinsip…selama itu ga mengandung zat racun en di cuci bersih ga bakalan mati ko…tapi prinsip org beda2 yah…
    thx mbak…

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      @darahbiroe : maap banget ga bisa berkunjung balik, blogmu ndak isa aku buka dari sini kawan..sepertinya kena blokir juga, hiks2
      @GwHenky : Hehe,,enak ya henky, sepertinya begitu. Tapi berhubung agama kami melarang makan, ya jadinya ndak isa makan deh. Ya saling merhargai aja yah,,

      Reply
  31. By yani on

    wah, samaan kita ya, terdampar di negara yg penduduknya mayoritas tak beragama.. 🙁 persis, kalo lagi summer org2 liat aneh krn aku berjilbab dan pake baju panjang. kalo babi, udah ngga da yg nanya, karena pendahuluku (senior) muslim jadi ngga perlu nanya2 lagi ke aku, hehe.
    btw sudah nemu jawabannya belum? kalo menurutku siy yg pasti karena itu tuntunan agama, kalo orang yg beragama pasti harus nurut tuntunan agamanya kan. selanjutnya adalah hikmah yg bisa diambil bahwa babi itu sumber penyakit, kotor, bahkan kemarin heboh flu babi segala.. 🙂
    but anyway, tetap smangaat yaaaa..

    Reply
    1. By intan rawit (Post author) on

      wahhhh ada temennya nih, wah enak dunks ada senior. Aku yang pertama kali dateng nih, sendirian. Hehe. Jadinya jadi makhluk aneh bin ajaib disini. Kamu kul dimana yani? yupp..tetep ganbatte lah pokoke,,hehe

      Reply
  32. By Wempi on

    tau gak kenapa babi kalo jalan selalu nunduk?

    karena mereka malu punya bapak babi ibu juga babi.

    Reply
  33. By Nisye on

    menurutku kalo dikasi jawaban serius sih mereka ga akan dengerin/respek ya.. pernah tuh saya baca di buku apaaa gitu, persoalannya sama, tentang menolak dan menjelaskan kenapa ga makan babi di luar negeri. si penulis bisa menjelaskan dengan lucu sehingga yang nanya malah ketawa.

    sayang saya lupa judul bukunya 🙁 *tidak membantu ya* dan saya lupa gimana si penulis menjawabnya *bener2 ga membantu* 😀

    eniwei, salam kenal.. this is my first visit to drop comment and second visit to read your post 🙂

    Reply
  34. By julie on

    salamkenal intan maaf ya baru berkunjung karena aku udah pindah rumah hehhee
    gak makan babi kan lumayan mengurangi penyakit soalnya babi itu hewan paling jorok seperti yang udah dijelasin di atas hehe

    Reply
  35. By Dewa Bantal on

    Hi there.

    Menarik juga masalah daging babi ya. Sekedar tips singkat alasan sederhana buat menjelaskan kenapa kamu gak mau babi, bilang aja mereka kotor dan kamu jijik karena gaya hidup babi seperti yang dijelaskan komentar pertama di atas 🙂

    Kalau mereka masih bertanya macam macam dan memojokkan masalah sudah disteril dll.. bilang aja, masih jijik, soalnya tetap aja mereka makan tai xD

    Aku sendiri keturunan Cina, dan aku tau orang Cina yang terutama Totok itu pemakan hampir segalanya. Kadang jorok jorok juga, ngalahin orang orang jepang yang berani makan gurita dan belut hidup, lol….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *