.entry-content p { text-align: justify; }
January 26

Pohon mimpiku kini tlah berbuah

“If you can DREAM it, you can DO it”  Walt Disney

Begitu dahsyat kekuatan kata-kata yang dirangkai indah menjadi sebuah ekspresi dari mimpi kita. Kata-kata impian tersebut dapat menyelusup jauh ke ruang bawah sadar kita, membajak pusat syaraf kita,  menggelegakkan sumber energi kita, dan mendorong kita bahwa kita BISA!  Ya, dengan mempercayai adanya mimpi, kita disetting untuk memiliki energi yang positif dan memiliki bahan bakar untuk mencapai tujuan tersebut. Karena tidak adanya mimpi yang menjadi motivasi kita layaknya kendaraan tanpa bahan bakar.

Yup, saya pun demikian setiap tahun saya menargetkan sesuatu yang ingin saya capai dengan membuat pohon mimpi. Disana saya tulis semua impian-impian saya lalu saya tempel di dinding dekat tempat tidur saya, agar setiap bangun saya langsung melihat impian-impian saya tersebut dan serasa mendapat suntikan energi baru setiap harinya.

Inilah  pohon mimpi saya pohon mimpiku
Mungkin bagi sebagian besar orang saya terlalu ambisius, neko-neko, dan terlalu mengkhayal ! Udahlah, biasa-biasa aja ga usah muluk-muluk, seadanya, jalani aja, let it flow, ga usah terlalu stress mikirin impianmu yang over itu.ntar kamu stress lho.kalo gagal bisa kecewa lho.bla.bla.bla.itu sebagian dari komentar orang-orang yang melihat pohon mimpi saya ini, sebagian lagi mendukung dengan memuji saya (tapi ga tau ya tulus apa nggak?)

Memang usaha mewujudkan semua impian saya itu sangatlah berat, diperlukan pengorbanan fisik maupun psikis yang tidak ringan, kerja keras dan komitmen terhadap impian tentunya. Kegagalan demi kegagalan tentunya kerap saya jumpai dalam perjuangan memetik buah mimpi saya tersebut.

Dan, sekarang saya sudah bisa tersenyum karena sudah bisa memetik buah mimpi saya satu-persatu, dan tentu saja sudah merasakan sedikit manisnya…

Inilah buah-buah mimpi saya

Di awal tahun 2008 saya berkesempatan mewakili universitas saya untuk berlaga di lomba English Debate di Bangkok, Thailand. Tentu saja setelah itu saya bisa jalan-jalan dan shopping disana..(impian untuk jalan-jalan diluar negeri terwujud juga, walau harus pusing2 duluan, he2)

Di pertengahan tahun 2008, tepatnya bulan Agustus, saya terpilih sebagai 5 besar Mawapres Nasional ( ya meleset sedikiiiiiitttlah dari target semula 3 besar, tapi gpp deh…

Kemudian pada bulan Maret 2009, saya wisuda dan berhasil menyandang gelar wisudawan terbaik dan berhak mewakili teman-teman se-Angkatan untuk menyampaikan pidato pada saat wisuda.

Tak lama kemudian, bulan April saya mendapat tawaran untuk belajar bahasa Mandarin di China. Walaupun bukan beasiswa Master Degree, tapi tanpa berpikir panjang saya mengambil kesempatan itu karena saya pikir saya pasti akan dapet pengalaman yang berharga disana.

Well, sebenarnya masih ada buah lain yang belum dapat dipetik yaitu belajar ke negeri Matahari Terbit dan Menikah…!!! Hahaha…tapi tak apalah  saya benar-benar paham bahwa Tuhan telah mengatur segala sesuatunya untuk saya, jadi mungkin ini adalah jalan terbaik saya untuk saat ini. Tuhan memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan..

So, Bagaimana dengan pohon mimpi  anda? Sudahkah anda memanen buah-buah impian anda? dan Impian terfantastis apakah yang pernah anda miliki? Bagaimana kerasnya perjuangan anda?Please feel free to share…

Note : Postingan ini bukan untuk bermaksud pamer, riya, atau sombong, sama sekali bukan! Hanya ingin berbagi testimoni tentang dahsyatnya sebuah impian. Saya tau di luar sana masih banyyyyaakk yang prestasinya jauh di atas saya.  Cuma ingin berbagi saja dan siapa tahu berguna untuk memompa kembali motivasi teman-teman yang lain. That’s it..nggak lebih. Dan tambahan, sebenarnya daftar impian saya ga cuma beberapa biji gitu, tapi setiap tahun ada 100 buah, dari mulai hal-hal yang sepele sampai hal-hal paling gila yang ingin saya lakukan. Hasilnya??yahh mungkin cuma 40% saja yang berhasil…hihihi..



Copyright 2019. All rights reserved.

Posted January 26, 2010 by intan rawit in category "Just Something Personal

54 COMMENTS :

Leave a Reply to Artis Indonesia Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *