.entry-content p { text-align: justify; }
November 23

My Confession

One step ahead to be mature woman (a confession from d bottom of my heart)

Well, selama ini aku selalu bersikap ambisius, perfeksionis, workacholic.. pokoknya aku pengen semuanya yang terbaik buat aku dalam segala hal. but see..orang lain ternyata mandang aku sebagai seorang pribadi yang egois dan suka menang sendiri (ga cuma satu dua, but many people say like that!) bis tu sensitif, emosian dan suka underestimate orang lain.. Okay…. emang sih kuakuin (setelah ku flashback dan bertapa sehari semalam) sifat2 jelekq lumayan parah juga…ditambah lagi sering ga konsisten ma omongan sendiri trus juga suka plin-plan, ngomong dulu mikir belakangan, etc… dan kayaknya masih banyak lagi deh dan kalo ku ketik bisa mpe berlembar-lembar hehehe….ngaku ni yey.. Yup! aku terima deh semua kritikan dari sahabat-sahabatku. Aku akuin kok kalo aku mang kayak gitu..dan aku pengen banget sedikit demi sedikit ngurangin itu. Mungkin ga sih? menurutku sih mungkin banget ya, asal kita ada kemauan untuk berubah menjadi sosok yang lebih baik. Just trying to be perfect Secara gitu umur gue dah makin tua..well I’m on my twentieth now wow sughoiii…ga nyangka ku dah setua itu..hiks..hiks menurut teori perkembangan sih usia segitu harus udah mateng kepribadiannya but kayaknya aku belum sama sekali bisa disebut sebagai wanita.. (ehm istilah untuk nyebut cewek dewasa gitu)..yah coz I’m still childish based on that reason, so aku harus nglakuin several step untuk mencapai kematangan itu. baik dalam emosi maupun intelektual, and also spiritual of course. Oke let’s check this out.. First, aku harus minta comment dan kritikan dari sahabat or orang-orang terdekat aku or bahkan orang yang ga deket juga, dosen2x, karyawan..(alah) intinya semua orang yang at least tau keberadaanku di dunia ini..hehehe pokoknya ask them to give kritik yang membangun buat aku. Second, instropeksi diri. Well. I guess ini bagian yang penting juga. Aku harus internalized dan bener2 mikir ke belakang. Apa aja yang udah aku lakuin, Apa aja yang udah aku katakan ke orang, trus juga aku harus mikir kalo aku di posisi mereka gimana, and perasaan mereka gimana. ya bener2 ga mandang subyektif tapi harus lihat dari sisi lain juga. third, menperbaiki diri.. Oke, i guess this is the hardest part. Tapi ku mau coba dari yang paling kecil2 example jaga emosi, trus sebelum say or decide something aku harus mikir dulu benefit dan cost yang bakal didapat. dan analisisnya ga cuma dari sisi aku aja tapi dari aktor-aktor lain yang bakal berperan juga di situ. imagine also bout d other scenario..what would happen if…bla..bla.. the last..banyak2x berbuat baik untuk orang lain. Even you should sacrifice something yang berharga buat kamu..dan berusaha untuk membahagiakan seseorang disekitar kamu.. Aku rasa itu bakalan ngurangin sedikit demi sedikit keegoisanku dan bakal ngelead aku menuju titik dimana aku bisa disebut mature woman alias seorang WANITA.. ada suggestion lain?



Copyright 2018. All rights reserved.

Posted November 23, 2008 by intan rawit in category "Just Something Personal

5 COMMENTS :

  1. By adiF on

    nah gitu donk….mau mengakuin kelemahan sendiri
    biasanya sih bukan belum dewasa tapi ntan masih mencari jatidirinya
    hehheheheheh
    pasti deh kl sering introspeksi diri lama2 bisa deh dengan sendirinya berpikira dewasa
    well GANBATTE KUDASAI

    Reply
  2. By venty on

    orang yang mau mengakui kelemahannya,, orang tersebut pasti akan mampu menutupi kelemahannya dengan caranya…

    Reply
  3. By jadimodal on

    nah gitu donk….mau mengakuin kelemahan sendiri
    biasanya sih bukan belum dewasa tapi ntan masih mencari jatidirinya
    hehheheheheh

    orang yang mau mengakui kelemahannya,, orang tersebut pasti akan mampu menutupi kelemahannya dengan caranya…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *